Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 06/08/2008 19:19 WIB
BI : Pertumbuhan kredit anomali tahun ini
oleh : Hendri T. Asworo
JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit pada tahun ini akan mengalami anomali dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Artinya, tren permintaan kredit justru meningkat pada semester pertama dibandingkan dengan paruh kedua. Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Halim Alamsyah mengatakan pada semester II/2008 permintaan kredit akan mengalami pelemahan karena pengaruh tekanan perekonomian global yang mendorong kenaikan harga minyak dan pangan dunia.
"Biasanya pertumbuhan kredit lebih tinggi pada semester kedua, kemudian semester pertama biasanya turun, tetapi ini malah naik terus. Makanya kita ingatkan bank supaya hati-hati,” ujarnya di Jakarta.
Menurut dia, pengaruh tekanan ekstenal itu nanti akan mendorong kenaikan inflasi, sehingga suku bunga dinaikkan untuk meredam laju inflasi. Akibatnya, permintaan kredit akan mengalami pelambatan seiring melemahnya daya beli masyarakat. "Yang paling terkena dampak adalah kredit konsumsi, selain itu adalah komoditas yang mengikuti harga internasional," jelasnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Likuiditas yang ketat akan berlangsung lama
- Tiga bank RI nominator bank terbaik Asia
- Citi luncurkan program Uang Anda
- Forbes: BRI termasuk perusahaan terbaik di Asia Pasifik
- BI Rate naik arahkan inflasi 12% akhir tahun