Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Kamis, 07/08/2008 11:29 WIB
Kredit bank hanya 6% ke sektor pertanian
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Direktur BNI Krishna Suparto mengatakan dalam lima tahun terakhir kredit ke sektor pertanian hanya sekitar 6% dari total kredit yang disalurkan perbankan sementara dari sisi pertumbuhan kredit perbankan ke sektor pertanian bertumbuh rata-rata 24% selama 2004-2007.
Dia mengatakan peranan sektor agroindustri dalam perekonomian nasional semakin strategis. Hal ini, lanjutnya, tidak terlepas dari cukup stabilnya perkembangan sektor pertanian yang merupakan basis dari agroindustri. Dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan peranan sektor pertanian terhadap PDB mencapai rata-rata 4% per tahun.
"Peran sektor pertanian menjadi sangat penting karena sektor ini diharapkan mampu mewujudkan swasembada pangan, menyediakan lapangan dan kesempatan kerja, menyediakan bahan baku bagi industri hasil pertanian dan sumber perolehan devisa bagi negara. Kinerja ekspor hasil pertanian cenderung membaik akhir-akhir ini."
Menurut BPS, tuturnya, ekspor hasil pertanian periode Januari–Juni 2008 meningkat 50,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Penyumbang terbesar adalah minyak sawit mentah yang mencapai 16,85% dan karet 7,18% dari total ekspor nonmigas. Melalui pengembangan agribisnis prospek dan peluang ekspor pertanian diperkirakan masih terbuka lebar untuk ditingkatkan. Namun untuk tujuan ini, diperlukan dana investasi yang relatif besar.
"Kebutuhan investasi sektor pertanian yang mencakup kegiatan pengembangan agribisnis selama periode 2005-2010 diperkirakan mencapai Rp183,1 triliun dan untuk memenuhi kebutuhan investasi ini, peran industri perbankan menjadi sangat penting. Sampai dengan Mei 2008 total kredit perbankan mencapai Rp1.096,21 triliun sementara yang ke pertanian hanya Rp59,21 triliun," jelasnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Kredit KPM Panin Semarang naik 30%
- Stanchart-Noor Islamic biayai Group GMMOS
- Taiwan teliti akuisisi bank terkait mantan presiden
- Mandiri kembali jual obligasi negara ritel
- Maybank belum sampaikan skema akuisisi BII