Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Kamis, 07/08/2008 12:01 WIB

Mandiri tangani KPA St. Moritz milik Lippo

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Bank Mandiri dan Lippo Group menjalin kerja sama dalam pembiayaan melalui Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) kepada para pembeli unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dengan Direktur The St Moritz Penthouses & Residences Michael Riady. The St Moritz Penthouses & Residences merupakan salah satu proyek superblok dari Lippo Group yang terletak di Central Business District (CBD) Jakarta Barat-Puri Indah dan berada di antara Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kapuk, TB Simatupang dan Tol Kebon Jeruk, Tomang.

Grup Lippo dan Bank Mandiri memberikan paket KPA dengan suku bunga fixed 6,75% selama enam bulan. Bank Mandiri telah menjalin kerja sama pembiayaan KPA berbagai proyek properti kelompok usaha ini.

"Proyek senilai Rp11 triliun ini merupakan salah satu pengembangan properti tunggal terbesar di Indonesia. Konsep kemewahan yang terintegrasi akan menjamin kesuksesan dan menjadikannya sebagai investasi yang tepat bagi para investor dan pemilik rumah," kata Michael Riady di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan proyek ini akan berkembang menjadi kota berskala internasional (global city) satu-satunya. Global City berfungsi sebagai pusat bisnis, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang diwujudkan dengan pembangunan perkantoran sebagai pusat bisnis, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, hotel, apartemen, dan tempat bermain anak di satu lokasi.

Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo menjelaskan kerja sama akan berdampak positif bagi penjualan apartemen dan juga akan meningkatkan volume KPA Bank Mandiri.

"Per posisi 30 Juni 2008, portofolio Mortgages Loan Bank Mandiri mencapai Rp10,90 triliun yang berarti mengalami peningkatan 23,61% dari portfolio mortgages loan posisi 30 Desember 2007 sebesar Rp8,82 triliun," katanya

The St. Moritz Penthouse and Residences menggunakan konsep 11-in-1 fasilitas dan mengintegrasikan konsep kota baru vertikal dengan infrastruktur berstandar global, serta fasilitas umum yang dirancang sesuai dengan citra rasa komunitas ekspatriat internasional dan kalangan atas Jakarta.

Harga properti di Jakarta diperkirakan meningkat tiga sampai empat kali dalam 5-7 tahun kedepan menyaingi harga properti di kota besar dunia lainnya seperti Singapura, Hong Kong dan Tokyo.

"Melalui kreativitas, kecerdikan, dinamisme dan keberanian Lippo, proyek seperti inilah yang dibutuhkan dan ingin dilihat oleh pasar. Kota global yang dirancang oleh DP Architects Singapura dan beberapa konsultan kelas internasional lainnya ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas eksklusif seluas 1 juta m2, sekitar 150 kali ukuran lapangan sepak bola," ujar Michael.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Rasio kredit bermasalah di Korsel makin naik
  • Mandiri biayai 40 mitra usaha CV Vita Husada
  • Kredit belum tersalur Bank DKI Rp300 milar
  • Perbankan akan fokus garap fee based income

Komentar

Beri Komentar