Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Kamis, 14/08/2008 20:25 WIB
Dana bank di SBI cenderung turun
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Penempatan dana bank pada instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mengalami penurunan pada Juni menjadi Rp113,7 triliun dari posisi Mei Rp148,73 triliun yang diperkirakan terus berlanjut dan merupakan indikator ekspansi kredit.
Data Bank Indonesia memperlihatkan penyaluran dana SBI bank posisi Juni sebesar Rp113,7 triliun, turun 23,55% dari posisi Mei 148,73 triliun. Jika dibandingkan dengan penyaluran April, penurunan lebih tajam dari Rp169,55 triliun (32,94%). Untuk posisi SBI pada Januari mencapai Rp231,40 triliun, turun separuh lebih, 50,86%, ke posisi Juni.
Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto menilai anjloknya dana SBI karena bank-bank menariknya untuk mendukung pencairan kredit oleh debitor. "Terbukti pertumbuhan kredit di semester I/2008 sangat tinggi (31,6%). Hal itu juga menunjukkan bahwa likuiditas di perbankan saat ini sangat ketat, terlihat dari keputusan bank menaikkan suku bunga dana, khususnya deposito yang di atas rata-rata atau di atas biasanya," ujarnya di Jakarta, hari ini.
Dia menilai pergerakan ini pertanda positif karena sektor riil telah menggeliat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi paruh pertama tahun ini sebesar 6,39%. "Jadi perbankan telah memberi kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekoonomi semester lalu," jelasnya.
Sejak 2006, pertumbuhan kredit perbankan cenderung mengalami peningkatan dari di bawah level 15% menjadi di atas 30% sampai Juni 2008. Pertumbuhan ini didukung oleh angka ekspor nonmigas yang terus meningkat, rata-rata hingga Juni 2008 mencapai US$9 miliar per bulan. Rata-rata bulanan ekspor nonmigas dari 2003-2007 juga mengalami peningkatan yakni dari US$3,92 juta, US$4,66 juta, US$5,54 juta, US$6,63 juta, US$7,67 juta.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'