Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 27/08/2008 16:59 WIB
Laba Bank of China tumbuh paling lambat
oleh : M. Yunan Hilmi
SHANGHAI (Bloomberg): Pertumbuhan laba Bank of China Ltd diperkirakan paling melambat di antara bank besar nasional akibat imbas subprime AS yang menggerus pendapatan kredit, kartu kredit, dan polis asuransi.
Analis memperkirakan bank terbesar ketiga di China itu bisa meraih kenaikan laba bersih 40% menjadi 41,2 miliar yuan (US$6 miliar) dalam enam bulan sampai 30 Juli dibandingan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan akan mengumumkan kinerjanya besok yang merupakan laporan publikasi paling akhir di antara bank lainnya.
Bank of China memiliki surat berharga senilai US$4,4 miliar terkait dengan subprime mortgages AS pada 31 Maret. Citigroup Inc memprediksikan portofolio itu bisa mengakibatkan kerugian senilai 6 miliar pada investasi kredit rumah.
"Investasi valuta asing Bank of China sama saja seperti black box yang semua orang mengetahui isinya dan bisa membuat khawatir investor," kata Victor Wang, analis UBS AG Hong Kong.
13 Bank perdagangan publik lain rata-rata meraih kenaikan laba 96% semester I/2008. Bank of China, yang memiliki rasio investasi ke luar negeri tertinggi di antara bank lain, juga terpukul oleh besarnya penurunan nilai tukar yuan.
Bank of China melaporkan kerugian investasi mortgage sebesar US$203 juta dalam kuartal pertama tahun ini. Saham perusahaan anjlok 46% di bursa Shanghai dan 13% di Hong Kong sepanjang tahun ini.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'