Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 03/09/2008 14:09 WIB
Bank agar lebih piawai atur likuiditas
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Kondisi likuiditas yang ketat saat ini merupakan PR bagi perbankan agar ke depan lebih piawai dalam mengatur likuiditas.
"Kalau lalai, akibatnya bank didikte oleh deposan yang maunya suku bunga tinggi, tidak perduli melampaui suku bunga penjaminan LPS. Yang penting banknya aman," kata ekonom BNI Ryan Kiryanto di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan solusi efektif jangka pendek untuk menggenjot simpanan memang hanya menaikkan suku bunga deposito atau bentuk simpanan lain. "Karena kebutuhan likuiditas ini jangka pendek, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan debitor, jadi tidak tepat kalau melalui penerbitan obligasi dan sejenisnya yang durasinya jangka panjang. Apalagi harus melalui proses atau sistem dan prosedur yang panjang dan melelahkan," ujarnya.
Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto menilai salah satu cara yang cepat dilakukan adalah menaikkan suku bunga deposito untuk memenuhi kredit yang diberikan. Hanya saja, tuturnya, biaya kenaikan deposito ini akan memperkecil net interest margin (NIM) bank-bank jika suku bunga belum bisa dinaikkan.
"Langkah ini akan memperkecil pendapatan bunga, tetapi bisa saja untuk sementara karena akhirnya suku bunga kredit toh juga akan naik. Hanya masalahnya bank-bank juga akan terkena dampak dari risiko NPL yang naik."
Eko menambahkan untuk menutupi gap likuiditas ini bank-bank juga perlu memikirkan segera melepas obligasi rekapitalisasi guna dialihkan dalam bentuk kredit. "Kalau tidak mau, bank-bank harus mengerem kredit agak lebih lambat."(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'