Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Kamis, 04/09/2008 11:22 WIB
Penjualan kredit macet Merrill terhambat harga
oleh : M. Yunan Hilmi
SEOUL (Bloomberg): Rencana Merrill Lynch & Co menjual kredit macet dalam jumlah yang signifikan kepada Korea Asset Management Corp terhambat akibat perselisihan harga.
"Kami belum mencapai kesepakatan lantaran masih adanya perbedaan penaksiran nilai aset. Kami bermaksud membeli [kredit macet] dalam jumlah yang signifikan, namun sulit untuk sepakat pada harga saat ini," kata Lee Chol Hwi, CEO bank Korea itu.
Merrill CEO John Thain, yang menjabat sejak Desember, menjual aset dan investasi terkait subprime menyusul sekuritas terbesar ketiga di AS itu terjerat kerugian kredit senilai US$50 miliar. Lee, 55, mengatakan Korea Asset dapat bersabar dalam menyelesaikan transaksi ini karena krisis finansial di AS makin parah. Dia mengungkapkan pihaknya juga bermaksud membeli non-performing loan milik Lehman Brothers Holdings Inc dan perusahaan lain.
Lee menambahkan korea Asset yang dibentuk pada 1962 untuk menangani kredit bermasalah, mengumpulkan dana sebesar 1 triliun won (US$871 juta) menggandeng partner lokal untuk membeli kredit macet di AS. Perusahaan ini mengawali debut investasi di luar negeri pada Desember tahun lalu dengan membeli kredit macet di China senilai 133,4 miliar won.
Sejumlah bank di negara ini tengah berburu saham perusahaan finansial terkemuka di AS. Korea Development Bank berminat membeli saham Lehman Brothers dan Korea Investment Corp menanamkan dana US$2 miliar di Merrill tahun ini.
Lee menolak mengungkapkan besarnya nilai transaksi yang merupakan perjanjian pertama kali Korea Asset di AS. Dia memperkirakan nilai dananya berkisar 1 triliun won. Jubir Merrill Rob Stewart menolak memberikan komentar.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'