Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Senin, 08/09/2008 10:05 WIB
8 Langkah bank di tengah likuiditas yang ketat
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Bank setidaknya mempunyai delapan langkah terobosan di tengah ketatnya likuiditas seperti pendekatan kepada nasabah utama yang tidak sensitif dengan suku bunga agar mereka tidak menarik dananya.
Bankir bank BUMN terbesar mengatakan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di tengah kondisi likuiditas yang ketat tanpa mengganggu operasional bank. Pertama, pendekatan kepada nasabah utama yang tidak sensitif dengan bunga. Hal ini dilakukan dengan komitmen memberikan pelayanan prima jangka panjang agar mereka tidak menarik dana.
"Harus membina hubungan jangka panjang, terkadang ada beberapa nasabah yang tidak semata-mata mengejar bunga. Mungkin merasa repot kalau terus pindah-pindah bank karena harus mengubah pola cash flow/transfer dengan mitra bisnis. Kompensasinya, bank harus bisa memberikan pelayanan ekstra seperti bebas biaya transfer, pick up uang, counter khusus, akses cash management," paparnya di Jakarta, hari ini.
Intinya, tegasnya, harus kreatif untuk bisa memudahkan nasabah, khususnya nasabah "transaksional" yang lebih membutuhkan ekstra kemudahan, kenyamanan dan kecepatan transaksi.
Kedua, menggali sumber dana retail yang tidak terlalu sensitif suku bunga. "Dana retail itu tidak selamanya harus dengan bunga, bisa bundle produk dengan consumer loan, payroll program karyawan nasabah korporate, kerja sama dengan merchant atau pusat perbelanjaan, program undian (lebih murah dari menaikkan bunga seluruh nasabah), perluas jaringan ATM dan programnya."
Pada dasarnya, ujar bankir itu, ketatnya likuiditas memberi peluang bank untuk menjajal kemampuan dalam kreatifitas melayani nasabah sekaligus mendidik pemahaman nasabah atas kualitas layanan dan loyalitas jangka panjang. "Kalau hanya fokus di bunga bakalan tidak mampu bertahan lama dan setiap bank punya batasnya," tuturnya.
Ketiga, untuk debitor-debitor yang baru menarik dana kreditnya perlu melakukan pendekatan agar penggunaan dana lebih selektif sehingga lebih optimal mengendap di operating account bank.
Keempat, melakukan pendekatan ke debitor akan lebih bertahap menarik kreditnya. Kelima, jika ada sumber dana murah yang akan jatuh tempo, misalnya subloan, segera reschedule.
"Keenam, kendalikan cash flow dengan ketat terutama untuk biaya-biaya yang bisa ditunda. Ketujuh, selektif kredit dan kedelapan, tingkatkan fee based income," ujarnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'