Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Selasa, 23/09/2008 14:32 WIB
Merger CIMB Niaga tertunda, peringkat masih stabil
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Merger antara PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan PT Bank Lippo Tbk ditunda termasuk rencana pelaksanaan Waran Seri I juga diperpanjang. Peringkat bank hasil merger stabil.
Wakil Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Daniel James Rompas dan Presiden Direktur Bank Lippo Henk G. Mulder melalui keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia mengatakan tanggal efektif penggabungan yang semula diperkirakan pada 1 Oktober 2008 akan ditunda.
Tanggal terakhir pemegang saham publik membatalkan kehendak untuk menjual sahamnya kepada CIMB Group Sdn Bhd yang semula 19 September 2008 diperpanjang menjadi 17 Oktober 2008.
Dengan demikian tanggal pelaksanaan Waran Seri I CIMB Niaga yang semula 24 September 2008 diperpanjang menjadi 29 Oktober 2008.
"Tanggal efektif penggabungan serta tanggal-tanggal penting lainnya terkait pelaksanaan penggabungan, baik yang telah disampaikan di dalam rancangan penggabungan maupun melalui media informasi lainnya akan mengalami penundaan dan akan diberitahukan kembali kepada BEI serta diumumkan kembali melalui media massa setelah diperolehnya persetujuan dari instansi yang berwenang," tutur Mulder.
Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service sebelumnya menilai merger PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk akan menghasilkan sinergi yang positif dalam jangka panjang.
Senior Credit Officer Moody's Beatrice Woo memastikan peringkat dua bank tersebut tidak berubah setelah pengumuman merger dua bank tersebut. Prospek dari semua peringkat itu adalah stabil.
Per April 2008, CIMB Group memiliki 63,4% saham Bank Niaga sedangkan Khazanah Nasional Berhad memiliki 93,6% saham Bank Lippo dan secara tidak langsung memiliki 12,52% saham Bank Niaga melalui perusahaan induk CIMB Group yaitu Bumiputera Commerce Holding Berhad.
CIMB Group membeli 51% saham Bank Lippo yang dimiliki Santubong Ventures, anak perusahaan Khazanah Nasional, seharga Rp5,9 triliun (2,1 miliar ringgit).
Sebagai kompensasi Khazanah menerima 207,1 juta lembar saham baru Bumiputera Commerce Holdings Bhd (BCHB), perusahaan ini juga milik CIMB Group.
Kemudian seluruh saham Bank Lippo akan ditukar menjadi saham Bank Niaga dengan rasio 2,8 per saham Bank Lippo. Pertama kali CIMB Group masuk ke Indonesia pada 2002 membeli 51% saham Bank Niaga, sedangkan Khazanah membeli 87,5% saham Bank Lippo pada 2005.
Setelah penggabungan dan pengambilalihan, CIMB Group dan Khazanah masing-masing akan memiliki 58,7% dan 18,7% saham pada bank hasil merger atau CIMB Niaga.
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'