Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Selasa, 23/09/2008 14:52 WIB

Gejolak finansial AS jadi referensi manajemen krisis

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Krisis finansial di AS hendaknya menjadi referensi dalam manajemen krisis keuangan di Indonesia untuk itu perlu segera diselesaikan draf Rancangan Undang-undang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK).

"Bagi Indonesia, kasus sektor finansial yang melanda AS hendaknya menjadi referensi dalam mengelola krisis keuangan ke depan. Makanya RUU Jaring Pengaman Sektor Keuangan harus segera diselesaikan sebagai payung hukum bagi otoritas, pemerintah dan Bank Indonesia, ketika harus mengambil tindakan emergency dalam rangka menyelamatkan perekonomian nasional," kata Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto di Jakarta, hari ini.

Pemerintah AS telah memberi dana bailout senilai US$700 miliar dan mengambil alih asuransi terbesar di negara itu untuk menyelamatkan sektor finansial menyusul kebangkrutan sekuritas terbesar keempat di AS Lehman Brothers. Hanya saja langkah itu masih diragukan oleh pelaku pasar yang menilai dananya terlalu kecil.

Ryan menilai pemerintah AS dan Federal Reserve sudah mengambil langkah dengan cepat menangani krisis sektor keuangan di negara itu. "Dukungan bank-bank sentral negara lain yang terimbas juga akan mengefektifkan langkah AS. Langkah taktis itu dimaksudkan untuk menjaga ketenangan pasar dan menihilkan kepanikan, sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar."

Menurut dia, eksistensi bank-bank investasi yang bangkrut masih ada, hanya pemiliknya mungkin sudah berubah karena takeover atas saham mereka kepada investor baru. Program bailout di AS, lanjutnya, merupakan standar umum di negara manapun yang terkena krisis ekonomi atau keuangan.

"Masih perlu ditunggu lagi kemungkinan bertambahnya daftar bank yang kolaps dan bangkrut atau bertambah nilai kerugiannya. Selain itu, tidak diketahui dengan pasti kapan badai ini akan berlalu serta dibutuhkan kekompakan global untuk menangani krisis secara kolegial," tegas Ryan.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • HSBC pangkas 500 karyawan di Asia
  • Mandiri gandeng IHF buka 40 sekolah SBB
  • Paskah: Belum saatnya full guarantee
  • Nasabah Bank Century tak bisa cairkan deposito

Komentar

Beri Komentar