Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Selasa, 23/09/2008 16:21 WIB

Deposito makin diminati di Sulsel

oleh : Kwan Men Yon

MAKASSAR: Setelah sepanjang tahun ini cenderung tidak bergerak, posisi deposito di Sulawesi Selatan pada Juli 2008 akhirnya mencapai titik baru Rp7,43 triliun atau naik Rp177 miliar (2,5%) dibanding Juni Rp7,26 triliun.

Peningkatan tersebut dinilai merupakan dampak langsung dari kenaikan suku bunga bank mengikuti melambungnya BI rate yang terjadi berturut-turut selama Mei-Juli.

Tahun ini, outstanding deposito di provinsi itu telah meningkat Rp740 miliar (11%) dari Rp6,69 triliun menjadi Rp7,43 triliun.

Peningkatan itu, secara nominal maupun persentase, lebih tinggi dibanding periode sama Januari-Juli tahun lalu Rp610 miliar (9,5%).

Meski demikian, peningkatan signifikan deposito pada tujuh bulan pertama tahun ini tercatat hanya terjadi pada Januari (Rp464 miliar) dan Juli.

Selebihnya, posisi simpanan berjangka hanya naik tipis paling tinggi Rp77 miliar pada Mei, bahkan sempat turun selama April.

Menanggapi hal itu, Pemimpin Bank BNI Tbk. Wilayah VII Bambang Kuncoro mengatakan kenaikan posisi deposito adalah imbas meningkatnya bunga yang ditawarkan bank.

Kondisi likuiditas seret yang menimpa sejumlah bank, kata dia, memaksa mereka mengerek suku bunga kendati deposito telah merupakan dana mahal bagi perbankan.

“Bunga yang lebih tinggi memang menarik orang. Tetapi kenaikan bunga ini pasti ada batasnya karena bank juga tidak mungkin terus menaikkan,” katanya, kemarin.

Kepala Kanwil X Bank Mandiri Tbk. Agus Fuad menuturkan pemilik dana makin jeli menempatkan uang mereka di instrumen investasi/simpanan yang memberi imbal paling besar.

Dia menilai kenaikan posisi deposito tersebut selaras dengan turunnya perputaran uang di pasar modal melalui investasi saham, reksadana, atau obligasi.

“Kalau kita amati memang selalu berbanding terbalik antara investasi di pasar modal dan di deposito. Saat pasar modal memberi return di atas deposito, wajar kalau deposito banyak ditinggalkan. Sekarang sebaliknya,” kata dia.

Bambang memerkirakan terjadi peralihan dana simpanan masyarakat dari jenis tabungan menjadi deposito. Ini karena bunga deposito sekarang jauh lebih tinggi.

“Pemilik dana tentu akan mengalihkan jika mereka mengincar bunga lebih tinggi. Tetapi kalaupun ini terjadi, saya pikir sifatnya hanya jangka pendek,” kata dia.

Kantor Bank Indonesia (KBI) Makassar memang mencatat terjadi penurunan dana pihak ketiga pada Juli, yakni merosot menjadi Rp25,38 triliun dibanding Juni Rp25,49 triliun.

Penurunan tersebut disebabkan posisi simpanan tabungan yang terhempas dari Rp13,41 triliun menjadi Rp13,23 triliun pada Juli. Selain itu, simpanan giro juga melorot Rp103 miliar menjadi Rp4,71 triliun. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • HSBC pangkas 500 karyawan di Asia
  • Mandiri gandeng IHF buka 40 sekolah SBB
  • Paskah: Belum saatnya full guarantee
  • Nasabah Bank Century tak bisa cairkan deposito

Komentar

Beri Komentar