Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Jumat, 26/09/2008 18:48 WIB
BTPN perkuat ekspansi di Jatim
oleh : Rachmad Hidayatullah
SURABAYA (bisnis.com): PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) memperkuat ekspansinya di Jawa Timur dengan menambah jumlah kantor menjadi sebanyak 128 kantor, tiga diantaranya akan beroperasi di Surabaya.
Sektor yang akan dibidik dalam ekspansi tersebut adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekspansi ke sektor ini akan ditopang oleh divisi sendiri dengan di bawah kendali RBL (Regional Business Leader).
Kakanwil BTPN Jatim Eddy Maryono menyatakan saat ini infrastruktur untuk ekspansi tersebut tengah dipersiapkan diantaranya sumber daya manusia, teknologi informasi, operasional administrasi dan manajemen riiko.
"SDM yang dipersiapkan ini akan masuk ke kantong-kantong UMKM seperti ke pasar-pasar. Kami akan melayani sepraktis mungkin, bahkan kami akan gunakan kartu semacam kartu ATM untuk penarikan kredit," kata Eddy di sela-sela buka bersama di Surabaya.
Secara nasional, BTPN menyiapkan 600 kantor baru khusus menangani UMKM dengan investasi milyaran rupiah. Namun Eddy enggan menjelaskan secara rinci investasi tersebut. Dia optimistis BTPN Kanwil Jatim mampu merealisasi target ekspansi kredit UMKM sebab kinerja kantornya dalam menyalurkan kredit cukup meyakinkan.
Sampai dengan Juni 2008, BTPN Kanwil Jatim mampu menyalurkan kredit Rp2,3 triliun, sementara secara nasional kredit BTPN mencapai Rp9,3 triliun. Dengan demikian Kanwil Jatim telah menyumbang sekitar 24,7% dari total penyaluran kredit BTPN secara nasional.
Selain itu, kualitas kredit juga masih terjaga aman, tecermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah netto (NPL netto) hanya 0,03 %. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kanwil Jatim mengalami peningkatan 44% yakni menjadi Rp2,6 triliun. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'