Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Senin, 29/09/2008 15:56 WIB

Maybank putuskan kelanjutan akuisisi BII

oleh : Pudji Lestari


JAKARTA (bisnis.com): Malayan Banking Berhad (Maybank) berencana membuat pengumuman lebih lanjut terkait rencananya mengambil alih seluruh saham PT Bank International Indonesia Tbk (BII) senilai US$2,7 miliar atau setara dengan Rp25,38 triliun setelah akuisisi itu diblokir bank sentral pada Jumat pekan lalu.

Maybank yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, juga menyatakan telah meminta Bursa Malaysia menyetop sementara perdagangan sahamnya pada hari ini.

"Aseambankers Malaysia Berhad atas nama Maybank dengan ini mengumumkan Bursa Malaysia Securities Berhad telah menyetujui permintaan perusahaan untuk penyetopan sementara perdagangan saham dari pukul 9.00-17.00 [waktu setempat] pada 29 September menyusul pengumuman mengenai status akhir rencana akuisisi Maybank terhadap 100% saham BII," tulis pengumuman di situs Bursa Malaysia hari ini.

Di tempat terpisah, Bursa Efek Indonesia juga menyetop sementara perdagangan saham BII pada hari ini. Harga saham BII ditutup merosot 34,04% atau Rp160 ke level Rp310 pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Maybank pekan lalu menyatakan Bank Negara Malaysia telah memerintahkan kepada bank beraset terbesar Malaysia itu untuk mengurangi harga pembelian saham BII atau membatalkan akuisisinya, satu hari sebelum batas akhir perjanjian jual beli.

Bank sentral negara itu khawatir jika transaksi akuisisi diteruskan, Maybank sebagai bank beraset terbesar di Malaysia terancam merugi. Temasek yang memiliki saham BII melalui unit usahanya Fullerton Financial Holdings Pte Ltd menyatakan tawaran diskon itu diberikan agar Maybank tetap memenuhi transaksi dengan mengacu pada harga per saham.

Adanya perintah dari bank sentral Malaysia itu membuat Temasek Holdings Pte menawarkan diskon senilai S$236,4 juta atau setara dengan Rp1,56 triliun kepada Maybank. Potongan harga itu jauh lebih besar dibandingkan dengan deposit sebesar 480 juta ringgit atau kini setara dengan Rp1,31 triliun yang disetorkan Maybank terkait akuisisi ini.

Sejatinya Maybank berpotensi kehilangan deposit itu karena telah gagal menutup transaksi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan yakni 26 September. Pemegang saham pengendali BII lainnya yakni Kookmin Bank juga menyatakan telah memangkas nilai jual saham BII kepada Maybank.

Bank terbesar di Korea Selatan itu mendiskon 14% saham BII yang dimilikinya menjadi 361,8 miliar won atau setara dengan US$305 juta) dari sebelumnya 375 miliar won. "Perubahan nilai itu mencerminkan perkembangan terakhir kondisi pasar keuangan global," kata bank itu dalam keterangannya kepada bursa Korea hari ini. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • HSBC pangkas 500 karyawan di Asia
  • Mandiri gandeng IHF buka 40 sekolah SBB
  • Paskah: Belum saatnya full guarantee
  • Nasabah Bank Century tak bisa cairkan deposito

Komentar

Beri Komentar