Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 08/10/2008 14:13 WIB
Inggris bakal suntikan dana US$44 miliar
oleh : Taufik Wisastra
LONDON (Bloomberg): Pemerintahan PM Inggris Gordon Brown akan menyuntikkan dana 25 miliar pounds (US$44 miliar) untuk mencegah kolapsnya sistem perbankan di negara itu.
Sebagai bagian dari rencana itu, pemerintah akan membeli saham preference di bank-bank, ungkap Kementerian Keuangan hari ini.
Keputusan itu diambil sehari setelah harga saham Royal Bank of Scotland Group Plc,bank terbesar ketiga di negara itu dari sisi nilai pasar, merosot 39% dalam perdagangan di London dipicu kekhawatiran kondisi keuangan perusahaaan memburuk.
"Langkah untuk secara bertahap menasionalisasikan industri perbankan akan memungkinkan bagi lembaga itu kembali ke fungsi dasar menyediakan kas dan investasi bagi keluarga dan bisnis," ujar Menkeu Alistair Darling.
Krisis kredit yang memburuk telah memaksa Inggris bersama dengan AAmerika Serikat, Irlandia, Islandia, Belgia dan Spanyol meengambil langkah penyelamatan (bailout) untuk mengamankan bank terbesar meereka.
RBS yang berbasis di Edinburgh dan HBOS Plc, pemberi pinjaman mortgage terbesar di Inggris, melepaskan lebih dari setengah nilai pasar mereka saat investor kehilangan kepercayaan untuk mendanai diri mereka sendiri. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'