Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 08/10/2008 20:18 WIB
Analis optimis sektor finansial pulih semester I/2009
oleh : Linda Tangdialla
JAKARTA (Bisnis.com): Analis memperkirakan pasar finansial global mulai pulih pada semester I tahun depan sebagai hasil dari sejumlah langkah bersama yang diambil oleh pemerintahan di dunia.
Analis global market Fauzi Ichsan mengatakan pemulihan sektor finansial itu akan diikuti dengan pemulihan pasar saham dan sektor riil.
Berbicara kepada jajaran redaksi harian Bisnis Indonesia hari ini, Fauzi menilai krisis sekarang ini dapat diatasi jika sistem pembayaran global dipulihkan lagi, yakni aset buruk di sektor perbankan diambil alih, sehingga akan terjadi rasionalisasi perbankan di AS dan Eropa secara besar-besaran.
Akan banyak bank yang ditutup atau merger. Pemerintah dan bank sentral global akan bersama-sama mengambil langkah stimulus dengan menekan suku bunga dan menggenjot pengeluaran.
Dia menilai faktor yang menguntungkan dari kondisi sekarang ini adalah struktur ekonomi dunia yang berbeda dibandingkan 10 tahun lalu, yakni separuh dari pertumbuhan dunia berasal dari BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China). Jadi tidak lagi bergantung sepenuhnya hanya pada AS, Eropa, dan Jepang.
Sebagai imbas dari krisis finansial di AS, bursa regional Asia terus jatuh. Pada hari ini otoritas bursa Indonesia menghentikan perdagangan di Bursa Efek Indonesia setelah harga saham turun tajam rata-rata 10%, atau kemerosotan tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Mengenai Indonesia, Fauzi mengatakan kondisi perbankan domestik lebih baik daripada 1998 karena moral hazard sudah lebih rendah. Apalagi perekonomian Indonesia digerakkan oleh sektor konsumsi domestik. Dia memprediksikan pertumbuhan GDP Indonesia tahun depan akan naik lagi tahun depan karena tahun pemilu atau tahun belanja.
Dia menilai krisis finansial ini relatif jangka pendek dan tingkat inflasi akan turun tahun depan karena harga minyak yang melemah. Dia menyarankan investor tetap membeli saham di bursa Indonesia karena harga-harganya yang sangat murah saat ini.
Fauzi mendukung keputusan BI menaikkan BI Rate jadi 9,50% untuk mengendalikan inflasi dan menahan nilai rupiah dari kejatuhan tajam karena jika terus melakukan intervensi di pasar uang, besar kemungkinan cadangan dolar bank sentral habis.
bisnis.com
Berita Lain
- Mandiri tunjuk Mariono bantu Century
- Bank Century diambil alih, sahamnya disuspend
- Pemerintah akhirnya ambil alih Bank Century
- Maybank alihkan transaksi remittance ke BII
- 'Seruan pakai bank domestik bukan proteksi'