Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Jumat, 10/10/2008 12:52 WIB

HSBC tak akan pakai dana rekap dari Inggris

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) menyatakan tidak berencana menggunakan dana rekapitalisasi dari pemerintah Inggris.

Agung Laksamana, SVP Marketing Communications & Public Affairs HSBC Indonesia mengatakan pihaknya akan memastikan bahwa anak perusahaannya yang berbasis di Inggris, HSBC Bank Plc, akan tetap terkapitalisasi dengan baik dengan dana yang disediakan oleh sumber internal Grup HSBC.

"Untuk itu, saat ini HSBC tidak memiliki rencana untuk menggunakan inisiatif rekapitalisasi yang disediakan oleh pemerintah Inggris," tutur Agung dalam siaran persnya yang diterima Bisnis.com hari ini.

Meski tidak berencana menggunakan dana rekap, HSBC tetap menyambut baik rencana pemerintah Inggris untuk menyediakan likuiditas dan menyuntikkan modal ke dalam sistem perbankan Inggris.

Menurut dia hal ini merupakan langkah yang penting dan perlu untuk dilakukan guna memulihkan kepercayaan di sektor perbankan.

Grup HSBC mendukung usaha-usaha yang dilakukan untuk menstabilkan operasional pasar finansial dan menyediakan likuiditas untuk pasar interbank London Sterling dalam jumlah yang signifikan, berupa pinjaman sebesar 2 miliar poundsterling yang tersedia dalam bentuk uang enam dan tiga bulanan untuk bank-bank lainnya.

"HSBC berharap untuk kembali aktif berperan dalam pasar interbank London hari ini. HSBC percaya bahwa perannya ini dapat berkontribusi untuk melonggarkan ketegangan pasar uang di Inggris, dimana ketersediaan pinjaman interbank periode tiga dan enam bulanan sangat ketat selama beberapa minggu terakhir," tutur Agung.

Bank HSBC beroperasi di 85 negara dan teritori di seluruh dunia, termasuk di Inggris yang menyumbang sekitar seperempat dari profit global HSBC pada tahun 2007. Dengan kapitalisasi pasar sebesar US$190 juta (per 7 Oktober 2008), Grup HSBC merupakan salah satu organisasi layanan finansial terbesar di dunia.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • HSBC pangkas 500 karyawan di Asia
  • Mandiri gandeng IHF buka 40 sekolah SBB
  • Paskah: Belum saatnya full guarantee
  • Nasabah Bank Century tak bisa cairkan deposito

Komentar

Beri Komentar