• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Aset bank syariah Jateng naik 41%

Selasa, 09/02/2010 18:58:27 WIBOleh: Imung Yuniardi
SEMARANG (Bisnis.com): Aset perbankan syariah di Jateng pada 2009 mencapai Rp3,4 triliun atau naik 41% dibandingkan dengan Rp2,4 triliun pada 2008 meski begitu porsinya baru 2,9% jika dibandingkan dengan bank umum.

Tahun lalu porsi perbankan syariah terhadap bank umum di Jateng berkisar 2,3%. Meski tetap mencatat kenaikan, kalangan pelaku perbankan syariah mengaku masih sulit mengejar target 5% dalam waktu dekat.

"Bank umum itu juga tidak tinggal diam, mereka terus bergerak. Artinya yang kita kejar adalah moving target," kata Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jateng Adjat Djatnika kepada Bisnis.com hari ini.

Perhitungan matematisnya, untuk bisa mengejar target aset 5% dari total aset perbankan dibutuhkan pertumbuhan rata-rata 120% per tahun. Sementara laju pertumbuhan bank konvensional di Jateng makin cepat sesudah asetnya di atas Rp100 triliun.

Sebenarnya, tegasnya, peningkatan porsi aset perbankan syariah dari tahun ke tahun membuktikan laju pertumbuhan lebih progresif dibandingkan dengan bank umum. Besarnya potensi di Jateng ditambah dengan sosialisasi yang gencar menjadi faktornya.

Saat bank umum memilih sangat berhati-hati mengucurkan kredit pascakrisis, justru financing to deposit ratio (FDR) bank syariah di Jateng tetap di atas 100% meski sedikit menurun dibandingkan 2008.

Dana pihak ketiga perbankan syariah Jateng pada 2009 tercapai Rp2,2 triliun naik 29% dari Rp1,7 triliun tahun sebelumnya. Sementara pembiayaan yang berhasil disalurkan Rp2,63 triliun meningkat 43% dibandingkan dengan 2008 yang Rp2,02 triliun. Artinya, FDR 2009 mencapai 118% atau hanya turun 1% dari tahun sebelumnya.

"Melihat data tersebut dan kondisi lapangan, kami optimistis perbankan syariah di Jateng bisa tumbuh 80%-100% tahun ini. Selama tidak terjadi krisis besar dan kondisi ekonomi sebagus sekarang, target ini sangat realistis," jelasnya.

Menurut dia, sekarang waktu yang tepat bagi bank syariah untuk menggenjot pertumbuhan karena biasanya bila kondisi ekonomi makin baik suku bunga pun akan naik lagi pelan-pelan.

Dia menegaskan kunci keberhasilan perbankan syariah di daerah adalah keseriusan dukungan dari kantor pusat, terutama soal SDM.

"Itu saja sebenarnya kuncinya. Kalau memang manajemen bank di tingkat pusat serius ingin menaikkan pertumbuhan secara drastis ya alokasikan SDM yang cukup. Saat ini tenaga di perbankan syariah masih sangat kurang," paparnya.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika