Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Syariah
Jumat, 28/03/2008 17:45 WIB
NPL pinjaman syariah SUK di usaha kecil 4%-5%
oleh : Moh. Fatkhul Maskur
JAKARTA: Induk Koperasi Syariah Baitul Mal Wattanwil (Inkopsyah BMT) mengungkapkan non performing loan dana surat utang koperasi (SUK) yang disalurkan pada awal 2007 di tingkat usaha kecil saat ini 4% - 5%.
Direktur Inkopsyah BMT Widji Tri Kusuma Adhi mengatakan SUK tahap pertama pada awal 2007 diterbitkan oleh lima koperasi simpan pinjam syariah di Jawa Tengah.
Kelima koperasi itu, mencakup BMT Bina Umat Sejahtera, BMT Bahtera, BMT Al-Huda, dan BMT Binama, yang masing – masing menerbitkan surat utang Rp500 juta, di tambah BMT Prima Syariah Rp200 juta.
“Angka [NPL] ini masih wajar. Itu pun lebih karena keterlambatan pembayaran oleh usaha kecilnya. Kalau pembayaran angsuran dari BMT-nya lancar,” ujar Widji kepada Bisnis.
Proses penerbitan SUK ini dilakukan melalui dua tahap seleksi calon penerbit oleh Inkopsyah BMT, yakni menggunakan rekam jejak (track record) dan penggunaan sistem pemeringkatan (rating).
Widji menjelaskan Inkopsyah BMT tidak merekomendasikan koperasi syariah yang baru berdiri sebagai calon penerbit. BMT ini juga harus sudah memiliki rekam jejak bagus dalam dua tahun terakhir.
Selanjutnya, calon penerbit ini masih akan diseleksi dengan menggunakan sistem pemeringkatan yang dikembangkan oleh Inkopsyah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Kementerian Koperasi dan UKM.
Setelah hal itu dilakukan, BMT tersebut harus memenuhi prosedur penerbitan SUK, di antaranya harus menyediakan jaminan 100% dalam bentuk aset, cash collateral, dan sebagian nilai tagihan piutangnya.
“Kombinasinya, jaminan aset tetap atau cash collateral minimal 25%,” ujar Widji. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- Moody's: Perbankan syariah Asia Timur tumbuh
- Tiga bulan diluncurkan, premi syariah Prudential Rp410,3 miliar
- Plafon SUK diturunkan jadi Rp300 juta
- NPL pinjaman syariah SUK di usaha kecil 4%-5%
- MUI jaga wewenang akreditasi label halal
Komentar
#1 - Koran Ritel & UKMK
Melihat kebutuhan masyarakat akan informasi ritel & UMK, ada baiknya Bisnis Indonesia, mengembangkan rubrik tersebut menjadi koran/harian. Saya berkeyakinan, ada pasarnya, dan komunitas Ritel & UMKM di Indonesia tersebut cukup lebar dan sekaligus mempercepat berkembangnya komunitas tersebut. Demikian dan terimakasih
Dasril Saleh - Pekanbaru Indonesia @ 04/04/2008 - 10:26 WIB dari 202.152.170.240 (202.152.170.240)