Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Syariah
Kamis, 29/05/2008 17:12 WIB
Pemerintah perbesar underlying asset SBSN
oleh : Ahmad Muhibbuddn
JAKARTA (Bisnis): Pemerintah akan memperbesar nilai underlying asset untuk penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) bagi keperluan pembiayaan APBN dalam jangka panjang.
Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmad Waluyanto mengatakan dalam rangka membiayai APBN, pemerintah berencana menjaminkan aset negara yang saat ini berdasarkan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) 2007 sudah mencapai lebih dari Rp1.600 triliun. Penjaminan aset yang berupa tanah dan bangunan itu untuk penerbitan sukuk dalam jangka panjang.
"Bu Menteri [Menkeu] bilang yang dineraca pemerintah ada Rp1.600 triliun, paling tidak jauh dari situ bisa dijadikan aset jaminan ijarah," katanya seusai sosialisasi UU No 19/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara hari ini.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah kalangan yang mewakili akademisi, perusahaan sekuritas, perbankan, tokoh agama, hingga pesantren. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- WIEF ke V digelar Februari di Jakarta
- AASI gelar International Muamalah Summit
- Pembiayaan syariah naik Rp11,13 triliun
- SBSN rupiah dijual dengan harga beragam
- Peringkat sukuk ijarah Metrodata A3.id