Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Syariah
Selasa, 17/06/2008 15:27 WIB
Madina Investment juga minati BNI Syariah
oleh : Lahyanto Nadie
DOHA, Qatar: Calon investor yang akan bergabung untuk mendirikan Bank Syariah BNI terus bertambah setelah ada tawaran dari Qatar Islamic Bank dan Madina Investment dari Oman sehingga modalnya kemungkinan bertambah menjadi US$1 miliar.
Dirut Bank BNI Tbk. Gatot M. Suwondo mengatakan sebelumnya pada pertemuan Senin (16 Juni) Qatar Islamic International Bank telah menyatakan minat untuk memiliki saham BNI Syariah yang akan di spin-off tahun ini.
Dengan demikian setidaknya sudah ada empat bank Timur Tengah yang siap bergabung untuk mendirikan Bank BNI Syariah yaitu Qatar National Bank (QNB), Qatar International Islamic Bank, Qatar Islamic Bank, Madina Investment, sebuah lembaga keuangan dari Oman.
Gatot menambahkan bahwa Madina Investment selain berminat terhadap saham Bank BNI Syariah juga ingin mendirikan asuransi syariah atau takaful dengan menggandeng BNI Life.
Dia mengharapkan bahwa tahun ini pendirian Bank BNI Syariah dapat terealisasi mengingat BNI juga sudah ada MUO dengan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) yaitu anak usaha Islamic Development Bank. Dalam MUO tersebut, menurut Gatot, baik BNI maupun ICD sepakat untuk mendirikan BNI syariah dengan nilai modal sekitar US$500 juta.
"QIIB berharap masih ada ruang untuk ikut dalam mendirikan BNI Syariah, dan kita sangat welcome," katanya di Doha kepada wartawan yang menyertai kunjungannya kemarin.
Manajemen BNI saat ini berada di Doha, Qatar, untuk melakukan kunjungan bisnis guna mengundang investor ke Indonesia bersama sejumlah debiturnya.
Dengan melihat adanya minat QIB dan Madina Investment, maka modal awal untuk pendirian Bank BNI Syariah bisa bertambah. "Kita akan lihat perkembangannya bisa saja modal ditingkatkan menjadi US$1 miliar," ujarnya.
Proses pendirian bank syariah, katanya, sudah dalam tahap valuasi untuk menetapkan besaran modal dan kepemilikan. Gatot menambahkan bahwa kemungkinan kepemilikan saham dalam pendirian Bank Syariah bisa saja sama di antara masing-masing pendiri. "Jika berdua ya sama-sama 50%, jika bertiga akan dibagi rata," ujarnya.
Untuk mematang rencana itu, siang ini pihaknya akan bertemu lagi dengan CEO QIB untuk lebih mendalami rencana kerja sama ini.
Untuk memilih calon investor, Gatot menetapkan kriteria yaitu mereka yang punya dana dan punya skill. Di antara calon tersebut, katanya, memang QIB paling yang besar dan sudah memiliki investasi di mana-mana. "QIB sudah ada di Malaysia sehingga ingin masuk melalui Malaysia sementara QIIB belum."
Selain di Qatar, beberapa investor Timar Tengah yang berminat juga datang dari Dubai dan Oman. "Makanya trip mendatang kita akan ke Oman," ujarnya.
Dalam bagian lain dia menjelaskan bahwa manajemen BNI sudah memiliki komitmen untuk melakukan spin-off unit syariah pada tahun ini. "Rencana spin-off ini sudah saya sampaikan ketika rapat umum pemegang saham," katanya. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Senat yakinkan warga AS soal pentingnya bailout
- Praktik asuransi syariah belum optimal
- Thailand akan terbitkan sukuk US$600 juta
- Dubai perluas unit bank syariah di Indonesia
- ICDIF jadikan Jombang sebagai Kota Ekonomi Syariah