Bisnis Indonesia Online » Kolom
Kolom - Detail
Jumat, 09/05/2008 12:25 WIB
Siapkan warisan kekal
oleh : Eko Endarto
Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk dan Rekan
Kalau kita bicara tentang warisan masa depan untuk anak, saya kira kita semua sepakat bahwa ilmu merupakan harta paling langgeng. Ilmu adalah harta yang tidak pernah bisa dicuri, tidak bisa habis, dan walaupun ilmu dibagi-bagi kita pasti tetap menjadi kaya.
Untuk memberikan warisan yang banyak, kita harus mempersiapkannya dengan produk investasi. Tidak terkecuali pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi sebaiknya kita mempersiapkan sejak dini, karena seperti kita semua mengetahui pendidikan yang tinggi juga butuh adanya pengorbanan berupa persiapan biaya yang tinggi pula.
Tabungan pendidikan
Salah satu produk untuk mencapai tujuan tersebut adalah tabungan pendidikan. Seperti namanya, produk ini adalah produk tabungan tapi dengan peruntukan khusus yaitu untuk mencapai tujuan biaya pendidikan.
Kalau berbicara jenis, produk ini adalah produk tabungan berjangka artinya produk tabungan yang memiliki aturan khusus yaitu memiliki jangka waktu tertentu untuk disimpan atau diendapkan. Jadi diproduk tabungan berjangka ini kita tidak bisa mengharapkan sewaktu-waktu mencairkan dana kita seperti tabungan biasa lainnya.
Sebagai kompensasi atas aturan ini, biasanya produk tabungan berjangka selalu menawarkan bagi hasil atau bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, dan tentu saja tanpa ada embel-embel biaya yang tidak perlu seperti biaya ATM.
Sebagai produk dengan peruntukan khusus, kita biasanya diberikan kebebasan untuk menentukan berapa lama jangka waktu tabungan dan berapa besar setoran yang siap kita tanggung. Sehinga kita sebagai penabung dapat dengan mudah memperkirakan besaran tujuan yang ingin dicapai dengan produk tersebut dan tentu saja disesuaikan dengan kemampuan kita.
Beberapa orang menganggap produk ini sebagai salah satu sarana untuk mendisiplinkan diri atau memaksa untuk menabung. Bisa jadi karena produk tabungan masa kini bukan lagi produk tabungan murni karena bunganya yang sangat minim (bahkan bisa 0%) dan fasilitasnya seperti ATM dan debit card yang membuat tabungan tersebut bukan lagi menjadi produk sarana investasi tapi lebih sebagai produk sarana mempermudah transaksi keuangan.
Untuk mencapai tujuan tersebut yaitu kontinuitas dalam hal setoran, biasanya produk tabungan pendidikan dibuat sebagai produk 'turunan' dari produk induknya yaitu tabungan biasa. Setoran tabungan pendidikan diambil dengan cara mendebit atau memotong nilai saldo tabungan induk sebesar nilai setoran yang disepakati.
Jadi Anda cuma perlu memastikan tabungan Anda selalu memiliki dana cukup untuk di debit pada tanggal yang ditentukan sebesar nilai setoran untuk tabungan pendidikan, dan selanjutnya biarkan produk tabungan pendidikan tersebut bekerja.
Bank Niaga
Tabungan Pendidikan Bank Niaga (TPBN). Diterbitkan oleh salah satu bank dengan reputasi pelayanan baik di Indonesia, produk ini memang ditujukan untuk nasabah yang berencana mempersiapkan biaya pendidikan bagi putra-putrinya.
Produk ini mensyaratkan adanya tabungan atau simpanan induk untuk memastikan teraturnya setoran bulanan tabungan pendidikan. Bagi nasabah mereka bisa menentukan apakah simpanan itu berupa tabungan biasa atau berupa giro.
Setiap bulan pada tanggal yang sama dilakukan pendebitan sesuai dengan besaran yang telah ditentukan pada awal. Bisa dimulai dari angka setoran bulanan Rp100.000. Produk ini menjanjikan adanya pertumbuhan dana bagi tabungan kita dengan besaran bunga simpanan yang lebih besar daripada tabungan dan giro biasa.
Jangka waktu minimal yang bisa dipakai adalah satu tahun dan maksimal pastinya disesuaikan dengan kebutuhan si nasabah dan jangka waktu pendidikan si anak. Produk ini juga memberikan beberapa benefit tambahan seperti asuransi gratis bagi nasabahnya atau apabila kurang, bisa meminta tambahan asuransi dengan manfaat lebih tinggi, tentunya bila kita siap dengan tambahan premi sebesar 7,5% dari besaran setoran bulanan.
Tambahan premi memberikan manfaat berupa sejumlah nilai uang pertanggungan yang besarnya bisa mencapai 400 kali dari setoran bulanan dan diperoleh langsung, apabila terdeteksi si pemilik rekening induk tidak bisa melanjutkan setorannya. Adapun asuransi gratis memberikan perlindungan berupa jaminan kepastian setoran yang akan dilanjutkan oleh pihak asuransi apabila si pemilik rekening tidak mampu meneruskannya.
Tabungan Niaga Pendidikan dikeluarkan dengan dua jenis denominasi mata uang yaitu rupiah dan US$. Jadi, untuk tujuan jangka panjang khususnya pendidikan yang akan ke luar negeri, produk ini sangat cocok untuk menjamin nilai uang yang bisa tetap terjaga.
Kelebihan lain yang ditawarkan adalah adanya pilihan bunga yang bisa tetap (fixed) atau mengambang (floating).
Bank Bumiputera
Tabungan Bung Didik dari Bank Bumiputera. Bank yang merupakan grup dari salah satu perusahaan asuransi nasional besar ini juga tidak mau ketinggalan kereta untuk menggarap tabungan berjangka ini. Dengan fitur umum yang hampir sama dimiliki tiap produk tabungan pendidikan, Bung Didik menawarkan kelebihan berupa tambahan asuransi yang sifatnya langsung. Artinya langsung keluar pada saat si pemilik rekening tidak bisa lagi menjalankan fungsinya untuk melakukan setoran rutin.
Cara membukanya tidak terlalu sulit, sama seperti produk di tempat lain. Miliki simpanan induk yang bisa berupa tabungan atau giro di bank yang sama, isi formulir dan tentukan besaran setoran sekaligus jangka waktunya (bisa mulai Rp100.000 sampai Rp5 juta per bulan), tanggal pendebitan atau pemotongan di simpanan induk, maka pembukaan produk Bung Didik sudah selesai.
Walaupun sebagian besar sama, tetapi tetap terdapat sedikit perbedaan pada produk ini. Jangka waktu minimal rekening sama yaitu satu tahun, tetapi untuk jangka waktu maksimal Bung Didik memberikan batasan hanya sampai 20 tahun atau sampai usia penabung 60 tahun saat jatuh tempo.
Begitu pula usia penabung atau pemilik rekening induk. Minimal usia yang diperbolehkan adalah 21 tahun dan maksimal 59 tahun pada saat pembukaan rekening. O ya, khusus untuk asuransi, Bung Didik tidak memberikan uang pertanggungan sejumlah tertentu, tetapi disesuaikan dengan tujuan investasi yang ingin diperoleh.
Misalnya, kita membuat rekening tabungan pendidikan untuk jangka waktu lima tahun, dengan sasaran tujuan investasi misalnya Rp100 juta.
Andaikan di tengah perjalanan waktu kita tidak bisa melanjutkan setoran tersebut dan jumlah saldo yang telah terkumpul sampai saat tersebut adalah Rp20 juta, maka cara menghitung jumlah uang pertanggungan yang akan dibayarkan oleh pihak asuransi melalui bank adalah:
Total tujuan investasi: Rp100 juta
Total saldo sampai saat terakhir: Rp20 juta
Maka, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan sebesar Rp80 juta yaitu sisa dari tujuan yang belum tercapai. Angka ini dibayarkan langsung setelah klaim dilakukan, tidak perlu menunggu sampai jatuh tempo.
bisnis.com
Kolom »
Mental buruk membanding-bandingkan
Anthony Dio Martin
Managing Director HR Excellency
Energi suara hati
Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center
Investasi yang mencoba mengerti Anda
Goenawan Loekito
Marketing Director PT Oracle Indonesia
Yang rugi dan untung akibat inflasi
Budi Frensidy
Staf pengajar FEUI dan penulis buku
Berhemat atau meningkatkan penghasilan?
Mike R. Sutikno
Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education
Trauma kenaikan BBM
Kemal Syamsuddin
Direktur Eksekutif National Institute