Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Jumat, 04/07/2008 11:14 WIB

Eko Endarto

Saatnya menjamin cita-cita anak

oleh : Eko Endarto
Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk dan Rekan

Banyak orang salah mengartikan sebuah pengeluaran. Pengeluaran yang dilakukan dalam rentang waktu yang lama banyak dianggap sebagai pengeluaran mendadak. Padahal ada pengeluaran yang rentang terjadinya panjang, tapi pasti terjadi dan bisa diperkirakan akan terjadi. Ini bukan pengeluaran yang sifatnya mendadak.

Berbeda dengan pengeluaran untuk keluarga yang sakit, kecelakaan. Dan beberapa kejadian di luar perkiraan lainnya, pengeluaran pendidikan adalah pengeluaran yang bisa dipastikan kapan akan terjadi, bahkan bisa diperkirakan berapa besarannya. Jadi, pengeluaran pendidikan bukanlah pengeluaran yang mendadak. Namun, pengeluaran pasti yang seharusnya dipersiapkan.

Biaya pendidikan biasanya memiliki tahapan pengeluaran yang kebetulan makin jauh jaraknya akan makin besar pula dana yang harus dipersiapkan. Hal ini terjadi selain karena memang besaran pengeluaran untuk jenjang tersebut juga besar, ditambah lagi dengan tingkat inflasi yang menyertainya. Jadi, tidak heran biaya pendidikan memang tinggi.

Contohnya, pengeluaran untuk TK tiga tahun lagi akan berbeda besarannya dengan pengeluaran untuk SMP sekitar sembilan tahun lagi. Pengeluaran untuk SMP tadi secara nominal (bukan nilai) pasti akan lebih besar. Bisa karena jumlahnya memang besar, bisa pula karena inflasi yang membuat nominalnya besar tapi nilainya mungkin tidak besar.

Banyak produk keuangan yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Bisa dengan menggunakan tabungan, deposito, emas, properti, dan produk-produk investasi lainnya. Namun, produk yang memberi kepastian hasil yang tepat; artinya nominal yang kelak diperoleh besarannya pasti tidak banyak. Salah satunya asuransi pendidikan.

Sebagai perbandingan, kita bisa mempersiapkan biaya pendidikan dengan membeli emas sebagai sarana investasi atau menabung. Namun, dengan produk ini, tidak akan dijamin bahwa pada saat dibutuhkan; misalnya pada saat anak kita akan masuk perguruan tinggi dana yang diperoleh pasti sebesar Rp500 juta. Memang bisa lebih, tapi bisa pula kurang sehingga tidak ada jaminan kepastian nominal.

Berbeda dengan produk asuransi pendidikan. Pada produk ini Anda diberi kepastian jumlah yang akan diperoleh. Bukan hanya pada saat anak masuk jenjang perguruan tinggi, bahkan bisa diatur agar pada setiap jenjang mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi.

Jadi, kepastian waktu dan besaran dana menjadi kelebihan produk ini. Namun harus diingat, produk asuransi termasuk produk dengan tingkat likuiditas rendah artinya tidak mudah untuk dilakukan penarikan atau 'diuangkan' kembali. Berbeda dengan emas yang lebih mudah karena bisa dijual.

Danatra Cendikia

Produk pertama yang masuk dalam pembahasan saya adalah Danatra Cendikia (DC) dari Commonwealth Life. Perusahaan asuransi berpusat di Australia ini menjadi salah satu perusahaan asuransi yang aktif berkembang di tengah persaingan perusahaan asuransi yang kian gencar. Produk yang dimiliki oleh perusahaan ini cukup lengkap dari yang bersifat tradisional sampai dengan link.

Danatra Cendikia memang dibuat dengan fokus menjamin kepastian dana pendidikan nasabahnya. Jadi jangan heran apabila dalam brosurnya tergambar jelas besaran jumlah dana yang akan diperoleh berdasarkan jenjang pendidikan yang akan dilalui si anak.

Persentase dari uang pertanggungan (UP) menjadi dasar besaran jumlah nominal yang akan diberikan berdasarkan jenjang tingkat pendidikan tersebut, makin tinggi jenjangnya dan makin lama jangka waktu pendidikannya biasanya persentasenya akan makin besar.

Misalnya, kita memilih uang pertanggungan sebesar Rp50 juta, maka kita dengan mudah akan bisa memperkirakan berapa besaran yang akan diperoleh saat anak masuk SD, yaitu dengan menghitung persentase yang diatur untuk jenjang tersebut, misalnya 25% berarti yang akan diperoleh pada saat anak masuk SD adalah Rp12,5 juta, begitu selanjutnya sampai jenjang tertinggi. Begitu mudah dan pasti.

Sebagai produk asuransi, perlindungan adalah layanan utama mereka. Jadi jangan heran apabila terjadi sesuatu seperti kematian kepada orang tua, maka si anak tetap akan terjamin biaya pendidikannya karena premi yang dibayarkan gratis atau lebih tepatnya menjadi tanggungan pihak asuransi.

Apabila si anak sebagai penerima manfaat meninggal, pihak asuransi akan memberikan santunan senilai US$5.000 bila orang tua mengambil DC dolar dan Rp10 juta bila mengambil mata uang rupiah, dengan semua premi yang telah dibayar dikembalikan.

Pembayaran premi bisa dilakukan secara sekaligus atau tunggal di depan (khusus untuk rupiah) atau secara bulanan, dengan pilihan jangka waktu pembayaran premi 5, 10 atau bisa juga memilih sampai dengan anak berusia 21 tahun. Usia tertanggung atau orang tua dalam rentang 16 - 70 tahun dan si penerima manfaat atau anak 0 - 15 tahun. Berarti untuk mereka yang sedang menunggu si anak, sudah bisa disiapkan.

Mitra Beasiswa

Produk keluaran salah satu perusahaan asuransi tertua di Tanah Air ini menjadi andalan yang bisa dilirik. Dikeluarkan oleh PT Asuransi Bumiputera 1912, Asuransi Mitra Beasiswa Berencana(AMBB) memberikan kepastian jumlah dana pendidikan mulai dari TK sampai dengan selesai jangka waktu kontrak.

Hampir sama dengan produk dari Commonwealthlife, produk ini juga memberikan kepastian jumlah yang diperoleh berdasarkan jenjang waktu yaitu pada waktu anak berusia empat tahun besaran perolehan 5% dari UP, enam tahun 10% dari UP, 12 tahun 20% UP dan usia 15 tahun 30% UP.

Pada saat jangka waktu kontrak berakhir tertanggung dan keluarganya tentu saja akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan ditambah dengan beasiswa berupa bonus sebesar 40% dari UP.

Kontrak asuransi atau masa asuransi tergantung usia si ahli waris atau anak. Dengan jumlah total 18 tahun. Artinya apabila saat ini usia anak 1-tahun maka masa asuransi adalah 17 tahun, dan apabila anak saat ini berusia 5 tahun maka masa asuransi adalah 13 tahun.

Jadi, bisa dipastikan makin tinggi masa asuransi akan makin rendah premi yang dibayarkan. Pembayaran premi bisa dipilih apakah lebih senang dengan periode triwulan, semesteran, tahunan, sekaligus atau tunggal. Sama seperti produk asuransi lain, kematian tertanggung menjadi perhatian khusus bagi perusahaan asuransi.

Untuk produk ini apabila tertanggung meninggal, pihak Bumiputera memberikan santunan berupa santunan meninggal sebesar satu kali uang pertanggungan dan juga manfaat asuransi pendidikan berupa dana pendidikan per jenjang pendidikan dan uang pertanggungan berikut beasiswa pada saat waktu kontrak berakhir tetap dibayarkan.

Apabila si anak yang menerima manfaat meninggal, keluarga dimungkinkan untuk mengalihkannya ke pengganti atau anak lainnya.

bisnis.com

 

Kolom »

  • Sempalan budaya di perusahaan

    A. B. Susanto
    Managing Partner The Jakarta Consulting Group

  • Position power vs personal power

    Anthony Dio Martin
    Managing Director HR Excellency

  • Marketing goes politics

    Hermawan Kartajaya
    Chairman, MarkPlus Inc.

  • Tanggung jawab spiritual dan sukses bisnis

    A. M. Lilik Agung
    Mitra Pengelola High Leap Consulting, praktisi bisnis

Komentar

Beri Komentar