Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Senin, 07/07/2008 14:09 WIB

Djony Edward

Bandara Cikarang

oleh : Djony Edward
Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Ketika ekonomi Jepang porak-poranda pascaserangan bom atom atas Hiroshima dan Nagasaki oleh AS, Negeri Sakura itu mengambil langkah-langkah yang tepat dan strategis. Hal pertama yang dilakukan adalah mengembangkan asuransi ritel dan membangun infrastruktur.

Pada saat yang sama Indonesia baru merdeka. Tapi pilihan pembangunan yang berbeda telah menghasilkan wajah perekonomian yang juga berbeda. Jepang tumbuh sangat pesat karena berhasil menghimpun dana dalam jumlah besar dari industri asuransi. Dana itu kemudian berkembang sehingga bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur.

Jepang membangun bandara, jalan, pelabuhan, irigasi, dan tak kalah pentingnya membangun moral bangsanya untuk tetap optimistis. Kini Jepang dan Indonesia, bak langit dan bumi, padahal start up sebagai bangsa yang membangun relatif sama. Yang berbeda adalah prioritas pembangunan yang dipilih, oleh sebab itu hasilnya pun berbeda.

Belakangan terdengar sayup-sayup sampai bahwa Jawa Barat akan membangun bandara internasional. Konon pilihan tempat yang dinilai ideal adalah di kawasan Cikarang. Dari sisi idealisme tentu ini sebuah keputusan yang cerdas, tapi seberapa strategiskah rencana itu dan seberapa prospektif bandara bagi masyarakat Jawa Barat?

Jakarta crowded

Dalam satu bincang-bincang tidak resmi, penulis berkesempatan mendengar rencana itu. Konon rencana pembangunan bandara itu sudah diajukan proposalnya oleh Jababeka, satu pengembang kawasan industri di Cikarang, kepada Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heriawan.

Dalam proposal itu ada uraian cukup menarik bahwa fenomena Jakarta yang padat, bahkan macet, dan tampaknya otoritas DKI Jakarta yang cuma numpang lewat tak kunjung mampu menyelesaikan persoalan macetnya lalu lintas, membuat jengkel sejumlah pengusaha dan eksportir. Bayangkan, untuk mengekspor produk-produk di sentra industri Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, Bandung dan Jawa Tengah, para pengusaha harus merogoh kocek transportasi antara 10% hingga 50% lantaran kemacetan. Apalagi ada saat-saat demonstrasi yang menyebabkan kemacetan, menjadi pengeluaran rutin yang tidak ekonomis.

Termasuk para pebisnis yang ingin ke Bandara Soekarno-Hatta harus membuang waktu berjam-jam di tengah kemacetan. Pendek kata, Jakarta sudah tak bisa diandalkan lagi untuk mengejar target pengiriman barang dari dan ke bandara Soekarno-Hatta.

Lalu digagaslah sebuah Bandara Cikarang, sebuah lokasi strategis poros Jakarta-Cikampek dengan akses Bandung, Bogor, Depok, Tangerang, Cikampek, hingga Jawa Tengah yang lancar. Praktis, jika di kawasan Cikarang dibangun sebuah bandara bertaraf internasional-walau ada alternatif lain di Majalengka--hal ini akan men-generate perekonomian Jawa Barat.

Dampak ikutan

Tentu saja, seperti halnya Jepang, Rusia, dan Amerika, pembangunan bandara ini akan membawa multiplier effect atau dampak ikutan yang luas. Terutama bagi perekonomian setempat.

Paling tidak untuk membangun bandara bertaraf internasional itu sendiri dibutuhkan modal antara Rp5 triliun hingga Rp10 triliun. Dana itu bisa diserap dari pengusaha, pemda, pemprov, maupun dana perbankan, asuransi dan dana pensiun. Apalagi daya dukung lingkungan dan transportasi serta akomodasi di wilayah itu sangat memadai.

Konon jika bandara itu direalisasi, paling tidak 25% pengguna Bandara Soekarno-Hatta akan pindah ke Bandara Cikarang, mengingat 25% dari pasokan penumpang dan barang berasal dari kawasan industri Cikarang-Bekasi. Belum lagi nanti jika industri di wilayah Bandung, Banten dan Jawa Tengah juga menggunakan bandara ini lantaran lebih lancar dan lebih dekat, maka kue ekonomi Bandara Cikarang semakin layak.

Pertanyaannya, kapankan bandara itu akan direalisasi? Kendati proposal itu sudah masuk, namun memang secara resmi Pemprov Jabar belum mengumumkan kepada publik. Tapi paling tidak ini adalah rencana jangka menengah dan panjang, kisaran 3 hingga 5 tahun ke depan.

Tapi sebagai sebuah inisiatif, harus diakui ini sebagai inisiatif yang strategis dan cerdas. Tinggal bagaimana para stake holder Provinsi Jawa Barat dapat mengeksekusi gagasan yang bisa melentingkan perekonomian Jawa Barat ini.

Disamping dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena memang adanya tambahan pendapatan, juga menimbulkan efisiensi yang luar biasa. Paling tidak industri yang menghabiskan biaya transportasi 10%-50% bisa lebih hemat sepersepuluhnya.

Para sopir dan pengusaha yang stres pulang pergi dari dan ke bandara Soekarno-Hatta harus terjebak kemacetan, sedikit banyak stres itu terkurangi. Pada saat yang sama akan tumbuh sentra-sentra industri baru lantaran lahan masih luas, fasilitas masih terbuka, dan peraturan yang harus dilalui tentu lebih longgar ketimbang di Jakarta atau Cengkareng.

Dampak lanjutan yang lebih luas, tentu pembangunan Bandara Cikarang akan mengubah tata ruang dan perilaku warganya karena harus melayani para eksportir dan tamu-tamu dari kawasan nasional dan internasional.

Rencana ini tentu akan direspons maskapai penerbangan, eksportir-importir, investor dalam dan luar negeri, hingga para bankir dan fund manager, terutama para pejabat terkait di pusat dan di daerah. Asal jangan para politisi merecoki rencana ini, karena memang perilaku beberapa politisi belakangan ini cenderung destruktif.

Semoga rencana besar ini bisa terealisasi dengan lancar, walau harus diakui mental masyarakat, elit politik, hingga para pejabat akan menjadi rintangan yang tak ringan. Wallahu a'lam! (djony.edward@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Kolom »

  • Waspadai sindrom bulan puasa

    Mike R. Sutikno
    Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education

  • Suara keadilan

    Ary Ginanjar Agustian
    Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center

  • Menuju perusahaan kelas dunia

    Goenawan Loekito
    Marketing Director PT Oracle Indonesia

  • Ada apa dengan hipotesis pasar efisien?

    Budi Frensidy
    Staf pengajar FEUI dan penulis buku

Komentar

#1 - Bandara Cikarang

Akan sangat bermanfaat sekali dengan hadirnya bandara cikarang dan tidak terkonsentrasi di bandara Soekarno Hatta. Srategis sekali dari segala akses transportasinya.

heru setyawan - Jakarta/Indonesia @ 10/07/2008 - 08:40 WIB dari 125.161.57.22 (22.subnet125-161-57.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar