Bisnis Indonesia Online » Kolom
Kolom - Detail
Jumat, 18/07/2008 13:19 WIB
Mengalahkan belenggu diri
oleh : Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center
Chaordic adalah istilah ciptaan Dee Ward Hock, yang merujuk pada suatu keniscayaan solusi bagi setiap organisasi supaya terus berjalan dan mampu mencapai tujuannya. Keniscayaan itu adalah bahwa semua organisasi, apa pun bidangnya, memiliki kandungan intrinsik ketegangan dinamis antara dua kutub yang berlawanan: yaitu kekacauan dan keteraturan.
Hock menguraikan prinsip chaordic -gabungan suku pertama kata chaos dan order- dalam buku Birth of the Chaordic Age (2000). Buku itu adalah semacam kisah pengembaraan pribadi Hock dalam memprakarsai dan memimpin sebuah institusi bisnis, yang tak banyak orang tahu seluk beluknya. Dialah pendiri dan CEO pertama Visa International.
Prinsip chaordic yang berlaku di Visa International kini menghubungkan 20.000 institusi finansial, 14 juta merchant, dan 600 juta pelanggan di 220 negara. Volume penjualannya mencapai US$2,68 triliun (2006).
Didukung 3.000-an staf di 21 markas yang tersebar di 13 negara, operasinya berlangsung sepanjang waktu melalui dua sistem komunikasi elektronik global dengan ribuan pusat data yang berkomunikasi melalui sembilan juta mil kabel serat optik. Dalam sepekan, sistem elektroniknya sanggup melakukan transaksi lebih besar dari yang dilakukan Federal Reserve System (Bank Sentral Amerika Serikat) dalam setahun.
Siapa pemilik Visa International? Hock memang pendiri, tapi jelas bukan pemiliknya. Pada 1968, dengan ide-ide segarnya, dia berhasil meyakinkan Bank of America untuk melepas kepemilikan dan kendali atas program kartu kredit Bank Americard. Lalu dibentuklah perusahaan baru, National BankAmerica, sebuah korporasi dengan keanggotaan nonsaham yang secara rata dimiliki bank-bank anggota. Perusahaan itu berganti nama menjadi VISA International pada 1976.
Pada Mei 1984, Hock mundur dari peran manajerial di Visa. Dia memanfaatkan sebagian besar masa 'pensiun' selama hampir satu dekade untuk bertapa di area seluas 66 hektare di sebelah barat Silicon Valley. Di sana dia menyusun buku dan berjuang melawan apa yang dia sebut 'binatang buas' dalam diri manusia.
Ketika didaulat berpidato saat pengukuhan dirinya dalam Business Hall of Fame pada 1991, Hock mengatakan: "Selama bertahun-tahun, saya sangat prihatin dan berusaha menghindar dari empat binatang buas yang tak terelakkan memangsa tuannya -ego, iri hati, ketamakan, dan ambisi."
Hock bercerita, dia berhasil mengerangkeng 'binatang-binatang buas' itu setelah menukar uang dengan waktu, posisi dengan kebebasan, dan ego dengan kepuasan.
Dalam buku Birth of Chaordic Age, Hock mengemukakan bahwa sukses organisasi tidak ditentukan oleh otoritas sedikit orang, tapi lebih bergantung pada penilaian banyak orang. Sukses, menurut Hock, juga lebih banyak bergantung pada motivasi daripada paksaan, sehingga sukses juga lebih ditentukan oleh disiplin internal orang-orang daripada kendali eksternal. Dengan demikian, organisasi yang sukses bukanlah organisasi yang berbentuk garis komando dan kendali.
Itu semua telah terbukti melalui kesuksesan Visa International. Filosofi yang berlaku di Visa International adalah suatu sistem yang mengandalkan harmoni atau keteraturan kompetisi antarunsur, dan pada saat yang sama kerja sama antarunsur. Chaordic menggambarkan bentuk dinamis organisasi yang meniru prinsip-prinsip pengorganisasian fundamental evolusi dan alam.
Chaordic juga menggambarkan perilaku setiap organisme yang mampu mengatur diri sendiri dan sistem yang secara harmonis menyatukan apa yang dulunya dipandang bertentangan, yakni kekacauan kompetisi dan keteraturan kerja sama.
Hasil perenungan yang dilakukan Hock terbukti berguna di berbagai bidang. Pria kelahiran 1929 itu sukses membantu MIT Center for Organizational Learning, gabungan 20 perusahaan yang berupaya secara kolektif merumuskan adaptabilitas korporat.
"Dee adalah salah satu pemikir paling orisinal mengenai subjek organisasi yang pernah saya jumpai," kata Peter Senge, pengarang buku Fifth Discipline dan pakar desain organisasional yang mengundang Hock ke kumpulan itu.
Hock pun sukses membantu gerakan reformasi pendidikan yang diprakarsai Arizona Department of Juvenile Corrections. National 4-H, program Pelayanan Ekstensi Koperasi di Departemen Pertanian Amerika Serikat, merasakan pula banyak manfaat setelah meminta Hock menjadi konsultan.
Hasil perenungan
Apa yang bisa kita lihat dari uraian di atas adalah suatu hasil perenungan, baik inner maupun outer journey, yang dilakukan Hock. Dia berhasil mengalahkan belenggu-belenggu diri (ego, iri hati, ketamakan dan ambisi) untuk menemukan dan memenangkan suara hati. Dari outer journey-nya, Hock memetik pelajaran tentang Vision Principle atau Prinsip Masa Depan dan Well Organized Principle atau Prinsip Keteraturan dari alam semesta.
Dalam training ESQ, kedua prinsip itu dan empat prinsip lainnya diharapkan muncul melalui aktivitas zero mind process. Dengan Prinsip Masa Depan, kita akan mampu selalu berorientasi pada tujuan akhir dalam setiap langkah, dan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dengan prinsip ini, kita memiliki kendali diri dan sosial, karena telah memiliki kesadaran akan adanya "Hari Kemudian". Kita memiliki kepastian akan masa depan dan ketenangan batiniah yang tinggi, yang tercipta karena sebuah keyakinan akan adanya "Hari Pembalasan".
Dengan Well Organized Principle, kita memiliki kesadaran, ketenangan dan keyakinan dalam berusaha, karena pengetahuan akan kepastian hukum alam dan hukum sosial. Kita menjadi sangat memahami akan arti penting sebuah proses yang harus dilalui, selalu berorientasi pada pembentukan sistem (sinergi), dan selalu berupaya menjaga sistem yang telah dibentuk.
bisnis.com
Kolom »
Truly capitalism
Djony Edward
Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia
4R hadapi gejolak finansial
Mike R. Sutikno
Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education
Sempalan budaya di perusahaan
A. B. Susanto
Managing Partner The Jakarta Consulting Group
Position power vs personal power
Anthony Dio Martin
Managing Director HR Excellency
Marketing goes politics
Hermawan Kartajaya
Chairman, MarkPlus Inc.
Tanggung jawab spiritual dan sukses bisnis
A. M. Lilik Agung
Mitra Pengelola High Leap Consulting, praktisi bisnis
Komentar
#1 - 4 Penjara Manusia
Bung Ary, Tulisan anda tentang Ward Hock mengingatkan saya pada buku Ali Shariati (1980an) tentang Empat Penjara Manusia. Dimana penjara ke-empat adalah penjara yang paling susah untuk lepas: Nafsu, Ego. Apabila manusia berhasil terlepas dari belengu atau penjara nafsunya sendiri, dialah manusia yang bebas sebebas-bebasnya dari segala ciptaan ini, yang nampaknya chaotic itu namun sangat teratur, kecuali patuh kepada Sang Pencipta. Feigenbaum (1980an), pernah menulis dalam Universality in Chaos, ttg bagaimana alam ini yang kelihatannya chaotic, tetapi sungguh sangat teratur. Maka, kepatuhan kepada Sang Pencipta inilah yang trully liberating. Kapan ke Brunei lagi nih?
Agus S. Djamil - Brunei @ 23/07/2008 - 09:19 WIB dari 202.160.15.178 (www.bnpc.com.bn)