Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Jumat, 08/08/2008 11:41 WIB

Goenawan Loekito

Strategi menjadi nomor satu

oleh : Goenawan Loekito
Marketing Director PT Oracle Indonesia

Kali ini pemerhati bisnis & teknologi mengajak para pembaca yang budiman untuk kembali menyimak perkembangan dunia bisnis, dengan melihat hubungan suatu sistem dan perangkat lunak yang mendukung jalannya roda bisnis korporasi, secara lebih efektif, efisien bahkan lebih transparan, di mana ujungnya adalah bahwa "information technology must be inline with businesses."

Apakah bisa kalau IT 'seiring sejalan' dengan bisnis? Itu adalah pertanyaan yang sangat banyak dilontarkan oleh para pelaku bisnis, dan sangat diidam-idamkan oleh para pelaku teknologi untuk mancapainya dengan baik. Apa bisa ya?

Pada umumnya para pelaku bisnis mengajukan pertanyaan yang sangat lumrah seperti berikut ini: "Mengapa suatu korporasi harus berinvestasi sistem & perangkat lunak yang bisa mendukung jalannya bisnis perusahaan? Bukankah banyak CEO berpendapat lebih baik investasi mesin penghasil uang langsung daripada investasi IT yang belum tahu ujungnya?

Kan akhirnya adalah profit atau dalam istilah sederhana ujung-ujungnya duit sebagai hasil daripada investasi. Misalnya, kalau kita adalah sebuah pabrikan, investasinya adalah mesin-mesin pabrik sebagai penghasil produk andalan untuk segera dijual ke pasar dan mendapatkan laba. Itu pun tidak salah !

Dari survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkemuka baik tingkat dunia maupun tingkat regional, banyak dikatakan bahwa dalam waktu dekat ini, para pelaku bisnis membutuhkan suatu sistem & perangkat lunak yang berfokus pada data warehouse, business intelligence, service oriented architecture dan security baik pada sistem aplikasi bisnis, data maupun pada Internet.

Dalam hal ini, para pelaku bisnis sistem perangkat lunak seperti IBM, ORACLE, SAP senantiasa bersaing ketat untuk menjadikan dirinya sebagai market leader atau menargetkan sebagai pelaku nomor satu di bidangnya

Sebut saja belum lama ini IBM yang dikenal dengan perangkat kerasnya dan perangkat lunak mulai melakukan perluasan usahanya dengan cara mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang dirasakan bisa menjadikan dirinya sebagai market leader, apalagi menjadikan dirinya sebagai nomor satu.

Demikian pula yang dilakukan oleh Oracle Corporation, yang akhir-akhir ini melakukan akuisisi berbagai perusahaan peranti lunak dunia nomor satu di bidangnya, disusul oleh SAP dan Microsoft, bahkan HP. Kebetulan pemerhati mengenal dengan baik kelima perusahaan raksasa tersebut di atas.

Dalam pertumbuhan perusahaan, kita mengenal ada dua cara pertumbuhan yakni pertumbuhan organik dan pertumbuhan anorganik yaitu dengan cara merger dan akuisisi.

Apabila hanya mengandalkan pertumbuhan organik, perusahaan akan butuh waktu lama untuk bisa tumbuh lebih cepat dari yang digariskan. Oleh karena itu, dilakukanlah kombinasi antara pertumbuhan organik dan anorganik berupa merger-akuisisi.

Melengkapi portofolio

Adapun maksud dari berbagai merger-akuisisi itu antara lain menambah dan melengkapi portofolio solusi-solusi yang disediakan oleh perusahaan tersebut sehingga semakin komplet dan memudahkan para pelanggannya melakukan integrasi sistem perangkat lunak yang satu dengan sistem perangkat lunak yang lain dalam satu platform asalkan bersifat open, flexible dan scalable.

Artinya bahwa sistem yang satu mudah berhubungan dengan sistem yang lain dengan standar kelas dunia yang mempunyai open architecture, flexible to adapt the market dan scalable to grow to a bigger scale.

Sebut saja IBM. Perusahaan ini sangat kental dikenal sebagai perusahaan hardware mulai dari mainframe, komputer besar kemudian mid-range, komputer kelas menengah, komputer sekelas server, sampai dengan komputer kelas PC atau laptop mereka sediakan, yang pada akhirnya PC & Laptop diserahkan ke perusahaan lain yang concern di sana.

IBM sangat giat melakukan akuisisi perusahaan-perusahaan peranti lunak dan juga beberapa perusahaan konsultan besar di mana IBM juga ingin menambah dan melengkapi portofolio bisnisnya dengan bisnis di bidang peranti lunak dan consulting. Dengan demikian diharapkan bahwa pelanggan hanya melirik ke satu vendor saja sudah bisa mempunyai solusi bisnis yang sifatnya end-to-end.

Demikian hal yang sama juga dilakukan perusahaan sejenis seperti Oracle Corporation yang dalam waktu belakangan ini senantiasa mengakuisisi perusahaan nomor satu di bidangnya, dan akhirnya menjadi market leader di bidang database, middleware dan business applications yang meliputi ERP, SCM, CRM, HCM, PLM, Logistic sampai dengan solusi khusus untuk industry specific.

Dalam dekade ini, IBM & Oracle merupakan dua perusahaan raksasa yang giat melakukan kegiatan merger-akuisisi secara terus-menerus dan diikuti oleh perusahaan seperti SAP, Microsoft dan Hewlett-Packard.

Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan inspirasi bagi para pelaku bisnis, baik di bidang teknologi informasi maupun di bidang lainnya. Apabila kita sebagai pelaku usaha ingin menjadikan perusahaan berkembang lebih cepat dan lebih besar serta lebih lengkap portofolio produk/solusinya, lakukanlah kombinasi pertumbuhan keduanya yakni pertumbuhan organik dan anorganik.

bisnis.com

 

Kolom »

  • Sisi gelap perlu diwaspadai

    Anthony Dio Martin
    Managing Director HR Excellency

  • Manis dan pahitnya inovasi

    A. B. Susanto
    Managing Partner The Jakarta Consulting Group

  • Qualitative judgment dan ROI MarComm

    Amalia E. Maulana
    Brand Consultant & Head of School, Marketing, Binus Business School

  • Keluarkan potensi spiritual

    Ary Ginanjar Agustian
    Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center

Komentar

#1 - Nice article

That's a nice and inspiring article. Lastly, just wanna convey a 'note' for Pak Gun...(Oracle office is Canberra is just opposite my office... it's so sad to miss a jacket from you :) All the best

Sitta Rosdaniah - Australia @ 13/08/2008 - 10:51 WIB dari 150.203.230.137 (ecn137-rspas.anu.edu.au)

Beri Komentar