Bisnis Indonesia Online » Kolom
Kolom - Detail
Jumat, 08/08/2008 11:47 WIB
Cermati siklus hidup finansial
oleh : Mike R. Sutikno
Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education
Anda mungkin tahu kisah si Itik buruk rupa. Seperti diceritakan dia harus menjalani masa kecil yang tidak menyenangkan sebelum tumbuh menjadi angsa putih yang anggun. Begitu juga ulat yang bermetamorfosa menjadi kupu-kupu dan semua makhluk hidup.
Termasuk manusia yang menjalani proses tahapan atau siklus kehidupan, mulai janin dalam rahim ibu, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, berkeluarga, memiliki anak, memiliki cucu sampai dpada hari terakhir di dunia Anda terus saja mengeluarkan biaya.
Tiap tahapan kehidupan memberikan tantangan tersendiri dan masing-masing memiliki cara pengelolaan keuangan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa tip pengelolaan keuangan yang bisa membuat Anda makin lincah dalam mengarungi siklus hidup finansial.
Lajang usia 20-an
Pertama kali mendapat gaji mungkin langsung habis untuk mentraktir teman, dan ini mungkin akan berlangsung terus-menerus jika Anda tidak berusaha menabung berapa pun dari penghasilan Anda dan mengendalikan pengeluaran. Karena itu miliki rekening tabungan yang terpisah dengan rekening gaji, dan berhati-hatilah dengan kartu kredit.
Prioritaskan untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluaran mendadak yang sifatnya darurat.
Jangan berpikir bahwa pensiun masih lama. Mulailah persiapannya sekarang juga. Ikuti program pensiun dari perusahaan Anda atau ikuti program pensiun dari bank atau dari perusahaan asuransi.
Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada utang yang harus dikover, tetapi pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mengover biaya ini.
Menikah usia 30-an
Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mengover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat.
Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang meng-cover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko kesehatan lain yang belum dikover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan Anda.
Jangan lupa untuk meng-cover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran.
Dengan adanya anak , maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
Mulailah mengajari anak-anak mengenai pengelolaan keuangan, misalnya, dengan memberi uang saku agar mereka bisa berlatih mengelola uang dan jadilah teladan dalam penggunaan uang. Intinya, jika Anda mengharapkan anak rajin menabung, maka hal itu harus dimulai dari Anda.
Jika Anda harus mengambil kredit rumah atau kendaraan pastikan cicilannya tidak terlalu memberatkan Anda.
Pertimbangkanlah untuk membuat wasiat, terutama jika Anda memiliki kekayaan dalam jumlah yang substansial.
Usia 40-an
Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda.
Evaluasi lagi jumlah uang pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sesuai dengan kebutuhan untuk meng-cover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan
Jika semua kebutuhan dasar keluarga seperti rumah, kendaraan, dana pensiun, dana pendidikan anak sudah berjalan persiapannya, mungkin Anda bisa mulai mengalokasikan dana untuk tujuan keuangan lain seperti persiapan dana naik haji atau mempersiapkan dana pernikahan anak.
Pensiun usia 50-an
Saat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengetahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target.
Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun. Jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnya dari sisa saldo KPR sekarang.
Pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan hari tua, yang meng-cover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda.
Usia 55 atau 60-an ke atas
Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara sekaligus di depan, sehingga selanjutnya Anda tinggal mengambil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvestasikan sisanya agar terus berkembang ke dalam instrumen investasi jangka pendek yang bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga. Namun, untuk mempertahankan daya beli Anda, pastikan tingkat suku bunganya di atas inflasi.
Jika dana pensiun Anda tidak bisa diambil sekaligus melainkan dicicil maka usahakan agar pengeluaran Anda tidak lebih besar daripada penghasilan pensiun Anda.
Maksimalkan seluruh aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan pendapatan untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkin Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset tersebut
Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut.
bisnis.com
Kolom »
Lebaran tanpa kehabisan uang
Mike R. Sutikno
Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education
Peran komunitas online
Hermawan Kartajaya
CEO of MarkPlus Inc.
Tragedi Lehman Brothers
Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center
Menghitung kapasitas berutang
Budi Frensidy
Staf pengajar FEUI dan penulis buku
Bencana keuangan negeri Paman Sam
Kemal Syamsuddin
Direktur Eksekutif National Institute
RUU Pornografi masih bermasalah
Herni Sri Nurbayanti
Peneliti pada Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia