Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Jumat, 15/08/2008 09:53 WIB

Eko Endarto

2 in1 produk syariah

oleh : Eko Endarto
Perencana Keuangan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk dan Rekan

Bagi sebagian orang, mengelola sebuah investasi dan proteksi secara terpisah menjadi pekerjaan yang cukup melelahkan dan menghabiskan waktu. Belum pula kekhawatiran mengenai status kehalalan sebuah produk juga turut menjadi pertimbangan. Untuk mereka yang mengalami masalah seperti ini, produk syariah mungkin bisa jadi solusi.

Sama seperti unit linked biasa, unit linked syariah merupakan gabungan asuransi sekaligus investasi. Bedanya,dalam menjalankan aktivitasnya mereka harus memenuhi kaidah secara syariah. Dalam unit linked syariah, sisi asuransinya menggunakan prinsip risiko bersama.

Akad yang digunakan juga berbeda, unit linked syariah menggunakan akad perwakilan (wakalah bil ujrah) atau bagi hasil (mudharabah) untuk premi asuransinya, sedangkan unit linked biasa menggunakan akad jual beli.

Dalam investasinya, perbedaan paling besar antara unit linked syariah dan umum, tecermin pada penempatan dana.

Pada unit linked syariah investasi hanya boleh ditempatkan di produk keuangan yang sesuai dengan syariah, seperti tabungan di bank syariah, deposito di bank syariah, obligasi syariah (sukuk), dan saham syariah yang terdapat pada Daftar Efek Syariah (DES). Selain itu, unit linked syariah juga tetap memperhitungkan zakat harta dalam pengelolaannya.

Sudah banyak perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk unit linked syariah. Dua di antaranya di bawah ini.

Tuntas Madani

Tuntunan Tabungan dan Asuransi Syariah Madani (Tuntas Madani) merupakan produk unit link syariah dari Panin Life dan MQ Group. Produk ini diperkenalkan pertama kali pada 2006, merupakan unit linked syariah pertama di Indonesia. Adanya unsur MQ Group karena mereka bertindak sebagai pemasar.

Sebagai produk asuransi, Tuntas Madani tidak hanya menyediakan asuransi jiwa, tetapi juga menyediakan asuransi tambahan (rider). Ada 16 rider yang dapat dipilih seperti accidental death & dismemberment, crisis cover, waiver of premium, payor benefit, hospital cash, dan lainnya.

Besarnya asuransi ini dapat disesuaikan dengan keinginan peserta dengan masa minimum kontrak 5 tahun. Pembayaran premi dapat dilakukan dengan pilihan bulanan, kuartalan, setengah tahunan atau tahunan.

Untuk tabungan/investasi, Tuntas Madani memberikan tiga pilihan penempatan investasi yang dapat disesuaikan dengan tipe risiko peserta dan tentu saja, tujuan keuangannya.

Tiga jenis investasi ini yaitu cash fund dimana dana sebagian besar ditempatkan pada efek likuid seperto tabungan dan deposito, kemudian ada managed fund yaitu penempatan dana pada efek berpendapatan tetap (obligasi, saham, tabungan, deposito) dan terakhir adalah equity fund dimana dana investasi sebagian besar ditempatkan dalam saham.

Dengan demikian, pilihan terletak di tangan nasabah. Peserta juga dapat melakukan pengalihan sewaktu-waktu (switching) antara cash fund, managed fund dan equity fund.

Tidak hanya pilihan dalam penempatan investasi, Tuntas Madani juga memberikan pilihan mata uang untuk iurannya, yaitu dalam bentuk rupiah atau dolar. Walaupun memang mata uang dollar hanya dapat diinvestasikan dalam managed fund.

Bila peserta ingin melakukan top up, Tuntas Madani memberikan keleluasan mulai dari Rp100.000 per bulan tanpa dikenakan biaya, karena biaya untuk pengelolaan diambil dari bagi hasil keuntungan investasi yang didapatkan.

Peserta juga dapat sewaktu-waktu menarik biayanya dengan syarat masa kepesertaan minimal telah memasuki waktu satu tahun, dan dana yang disisakan cukup untuk tetap memperpanjang kontrak asuransinya

Demi kemudahan pesertanya, Tuntas Madani telah menyediakan beberapa paket unit link, mulai dari paket untuk perusahaan, hingga paket untuk pendidikan dan keluarga. Dengan adanya paket ini, keistimewaan dari Tuntas Madani adalah satu polis dapat menanggung beberapa orang sekaligus sehingga anak yang berumur lima tahun pun dapat ditutup rawat inap.

Sayangnya, produk ini masih terbatas sekali penyebarannya, karena memang lebih banyak dipromosikan oleh MQ Group yang terpusat di Bandung. Selain itu, premi tahun pertama akan habis digunakan 100% untuk biaya asuransi, dan premi ini baru 100% dialokasikan untuk investasi setelah tahun ke-5.

Takafulink

Takaful merupakan perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia. Seperti Panin, Takaful memiliki beberapa jenis Takafulink yaitu Istiqomah dan Mizan. Istiqomah merupakan unit link seperti cash fund dalam Tuntas Madani, sehingga rata-rata return yang didapat juga tidak jauh berbeda dengan deposito dan tabungan.

Adapun Takafulink Mizan merupakan jenis investasi dengan risiko moderat, di mana penempatan dana dilakukan pada instrumen investasi berpendapatan tetap dan saham. Takafulink hanya menyediakan dua skema pembayaran premi yaitu tahunan yang besarnya minimal Rp1 juta dan premi sekaligus yang besarnya minimal Rp8 juta. Sehingga skema pembayaran ini cukup cocok untuk peserta yang memiliki dana besar dalam satu waktu.

Takafulink juga menyediakan kebebasan untuk melakukan switching dari Istiqomah ke Mizan atau sebaliknya setelah masa kepesertaan memasuki masa satu tahun dengan dikenakan biaya 3% dari premi. Untuk penarikan dana, Takafulink juga mensyaratkan penarikan minimum Rp1 juta dan minimum dana yang terisa adalah Rp1 juta.

Salah satu keunggulan Takafulink adalah pemotongan biaya pengelolaan hanya dibebankan pada tahun pertama sebesar 32,5% dari premi dasar tahunan dan keterbukaan dalam hal biaya-biaya lain seperti biaya administrasi dan iuran tabarru (premi asuransi).

Selain itu, Takafulink sudah mengotomatiskan perhitungan zakat maal dalam produknya sehingga peserta tidak perlu dipusingkan lagi mengenai zakat.

bisnis.com

 

Kolom »

  • Pemimpin di era kapitalisme kreatif

    A. M. Lilik Agung
    Trainer dan Pembicara Publik. Mitra Pengelola High Leap Consulting

  • Antisipasi risiko dengan diversifikasi

    Budi Frensidy
    Staf pengajar FEUI dan penulis buku

  • Kenali emas

    Mike R. Sutikno
    Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education

  • Bank Century

    Djony Edward
    Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Komentar

Beri Komentar