Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Jumat, 22/08/2008 11:24 WIB

Ary Ginanjar Agustian

Suara keadilan

oleh : Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center

John Francis "Jack" Welch, Jr. mulai bekerja di General Electric pada 1960 dengan gaji US$10.500 per tahun. Doktor lulusan University of Illinois di Urbana-Champaign itu kecewa saat setahun kemudian gajinya dinaikkan hanya US$1.000.

Namun, yang lebih membuatnya gusar adalah suasana kantor yang terlalu birokratis. Dia pun bersiap-siap keluar dan menerima tawaran bekerja di International Minerals & Chemicals Skokie, Illinois.

Rueben Gutoff, eksekutif muda yang jabatannya dua tingkat di atas Welch, menyadari Welch terlalu berharga untuk dilepas. Dia bawa Welch beserta istrinya, Carolyn, makan malam di Yellow Aster di Pittsfield.

Delapan jam dihabiskan Gutoff untuk meyakinkan Welch agar bertahan, seraya berjanji mengubah birokrasi menjadi lingkungan 'perusahaan-kecil' yang didambakan Welch. Gutoff berhasil.

Namun, Welch-lah sebenarnya yang lebih berhasil. Selain kariernya menanjak cepat, dia berhasil membuat GE, perusahaan yang didirikan penemu lampu pijar Thomas Alva Edison pada 1878 itu, menerapkan nilai-nilai yang diyakininya.

Dia diangkat menjadi vice president GE pada 1972, lalu senior vice president pada 1977 dan vice chairman pada 1979. Welch akhirnya menjadi chairman dan CEO termuda GE pada 1981. Saat pensiun pada 2004, gajinya US$4 juta per tahun. Kekayaan bersihnya kini ditaksir US$270 juta. Pada 1999, majalah Fortune memilihnya sebagai Manajer Abad Ini.

Welch terkenal karena strategi kepemimpinan bisnisnya yang unik dan inovatif. Putra kondektur kereta api Boston & Maine Railroad kelahiran 19 November 1935 itu melakukan perombakan besar-besaran. Pada 1980-an, dia merampingkan GE, sehingga menjadi perusahaan yang lebih kompetitif.

Dia menggedor para manajer di bawahnya untuk lebih produktif. Dia babat inefisiensi dengan memangkas inventaris dan menghapus gaya birokrasi yang nyaris membuatnya mental. Dia gunting unit-unit bisnis yang kinerjanya buruk. Baginya, sebuah perusahaan harus menjadi nomor satu atau nomor dua dalam suatu industri. Kalau tidak, tutup saja.

Tak heran, jumlah pegawai GE menyusut. Jika pada 1980 jumlahnya 410.000 orang, pada 1985 turun menjadi 299.000 orang. Dari sekitar 111.000 orang yang kehilangan gaji itu, 37.000 berada dalam bisnis-bisnis GE yang dijual.

Mula-mula, kebijakan Welch menuai cibiran dari para bawahannya. Kini, strategi Welch bahkan diadopsi banyak CEO di ranah korporat Amerika Serikat (AS). Maklum, pada 1980, setahun sebelum dia menjadi CEO, pendapatan kotor GE adalah US$26,8 miliar. Namun pada 2000, setahun sebelum dia melapas jabatan itu, pendapatan GE menjadi hampir US$130 miliar.

Saat Jack Welch meninggalkan GE pada 2004 perusahaan itu telah tumbuh dari nilai pasar US$14 miliar menjadi di atas US$410 miliar, menjadikannya perusahaan paling bernilai dan terbesar di dunia.

Keterusterangan

Dalam buku Winning yang dia tulis bersama istri ketiganya, Suzy, (HarperCollins, April 2005), Welch antara lain menjelaskan bahwa inti dari prinsip kepemimpinan adalah misi yang kuat dan nilai-nilai yang konkret. Salah satu nilai konkret yang dimaksudnya adalah keterusterangan (candor). Ini nilai yang mutlak dalam setiap aspek manajemen, katanya.

Dia juga menekankan pentingnya diferensiasi, yang berarti sistem berbasis meritokrasi. Setiap individu harus mendapat perlakuan secara hormat dan suaranya didengar.

Nilai konkret lain yang ditanamkan Welch adalah menang dengan cara yang benar, yakni bersih dan sesuai aturan. "Perusahaan atau orang yang tidak bersaing secara jujur tidak pantas menang.

Dengan proses internal perusahaan yang tertata dengan baik, maupun lembaga regulator pemerintah, setiap orang jahat bisa ditemukan dan ditendang keluar dari arena permainan. Sebaliknya, perusahaan atau orang bisnis yang jujur, dan itu mayoritas, pasti menemukan jalan untuk menang."

Bila dicermati, langkah Welch dalam membereskan GE mengacu pada nilai keadilan, atau suara hati adil. Lihat, misalnya, ketika dia mendobrak para manajer untuk menunjukkan kinerja yang bagus, dia menyiapkan imbalan bonus dan stock option kepada 20% pegawai berkinerja terbaik.

Selain sistem berbasis meritokrasi itu, Welch juga meluaskan program stock option di GE, yang tadinya hanya untuk para eksekutif puncak, kini tersebar ke hampir sepertiga pegawai. Welch juga terkenal karena meruntuhkan 'hirarkhi manajemen sembilan lapis' dan memasukkan citarasa informalitas dalam perusahaan. Ini adalah bentuk-bentuk jelmaan dari suara hati adil.

Menjaga keadilan pada hakikatnya adalah menjaga keseimbangan alam semesta. Ketika seseorang berbuat tidak adil, dia mengeluarkan energi negatif yang pasti akan kembali kepada dirinya. Tindakan itu menyebabkan orang lain tertindas, yang secara alamiah akan melawan.

Ibarat pegas, apabila ditekan maka ia akan mengeluarkan daya dorong sebesar tekanan yang diberikan untuk mencapai keseimbangan kembali.

Apabila ditekan, jiwa manusia pun akan mengeluarkan energi atau daya dorong untuk mencapai titik keseimbangan kembali. Energi itulah yang akan timbul dalam bentuk perjuangan kemerdekaan, perlawanan, atau revolusi terhadap pemimpin yang zalim.

Pun, tak terkecuali bagi entitas bisnis. Perusahaan atau pelaku bisnis yang menuruti nafsu serakah dalam semangat kapitalisme-materialistis, yang mengabaikan prinsip keadilan, pada akhirnya akan menerima imbasnya.

Pertama, keserakahan itu akan menyuburkan anarkisme dan keganasan hewaniah, yang berarti merusak lingkungan kondusif untuk tumbuh secara sehat.

Kedua, keserakahan akan menggiring perusahaan atau pelaku bisnis keluar dari garis orbit dan hancur. Atau dalam ungkapan Welch, tergusur dari arena permainan. Raksasa Enron dan World.com adalah contoh empiris yang gamblang.

bisnis.com

 

Kolom »

  • Pemimpin di era kapitalisme kreatif

    A. M. Lilik Agung
    Trainer dan Pembicara Publik. Mitra Pengelola High Leap Consulting

  • Antisipasi risiko dengan diversifikasi

    Budi Frensidy
    Staf pengajar FEUI dan penulis buku

  • Kenali emas

    Mike R. Sutikno
    Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education

  • Bank Century

    Djony Edward
    Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Komentar

#1 - keadilan

pak ary ginanjar yang baik hati, kapan anda memberikan kesempatan kepada kami ikut ESQ secara cuma-cuma (gratissss). biaya untuk ikut ESQ mahallll yg langsung pembicaranya anda sendiri.ini baru adil se adil-adilnya...............

oscar - Dki jakarta,indonesia @ 26/08/2008 - 00:49 WIB dari 203.78.115.228 (203.78.115.228)

Beri Komentar