Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Sabtu, 30/08/2008 09:25 WIB

Djony Edward

Tiga matahari di rumah Muhammadiyah

oleh : Djony Edward
Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Pekan lalu mantan Ketua MPR RI Amien Rais berseloroh bahwa PAN bukanlah Partai Artis Nasional, kendati di antara 38 parpol PAN merupakan partai dengan menyertakan artis sebagai caleg paling banyak, yakni 18 artis.

Artis tersebut di antaranya Wulan Guritno, Marini Zumarnis, Eko Patrio, Ikang Fawzi, Derry Drajat, Adrian Maulana, Raslina Rasyidin, Tito Soemarsono, Maylaffayza, Mandra, Mara Karma, Cahyono, Krisna Murti, Henidar Amroe, Eka Sapta, Lucky Artadipraja, Intan Sevilla, Poppy Maretha dan Irene Librawati.

Ke-18 artis itu merupakan bagian dari 540 caleg yang akan berlaga pada Pemilu 2009, tentu artis tersebut diharapkan dengan popularitasnya dapat mendongkrak suara PAN.

"Para artis itu harus dibekali dengan pengetahuan politik yang memadai agar PAN tak didaulat sebagai Partai Artis Nasional," kata Amien.

Pekan ini Amien Rais bicara lagi bahwa dirinya sudah bulat untuk menyalonkan diri kembali pada Pilpres 2009. Pada saat yang bersamaan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir juga mendeklarasikan diri, bahkan telah memasang iklan untuk mencalonkan diri pada Pilpres 2009.

Pada bagian lain, Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Muhammadiyah, digadang-gadang Partai Matahari Bangsa (PMB), partai baru bentukan Pemuda Muhammadiyah, untuk ikut sebagai capres pada Pilpres 2009. Pendek kata, di 'rumah Muhammadiyah' ada tiga matahari yang bakal memperebutkan pangsa pasar 30 juta warga Muhammadiyah.

Efek leadership

Tampilnya tiga kandidat Presiden dari rumah yang sama mencerminkan betapa pengkaderan dan leadership di Muhammadiyah begitu tinggi. Saking tingginya, ada tiga matahari yang muncul untuk bertarungan Pilpres 2009. Elokkah situasi ini untuk warga Muhammadiyah?

Jika dilihat dari segi kepemimpinan, bagus-bagus saja. Karena dari Muhammadiyah muncul tiga kandidat yang bertaraf nasional. Tapi dilihat dari dampak ke akar rumput, tentu akan membingungkan. Bagaimana mungkin Muhammadiyah tidak bisa kompak mencalonkan satu kandidat saja sehingga 30 juta suara warga Muhammadiyah bisa difokuskan secara bulat difigur yang sama.

Begitulah dinamika internal Muhammadiyah yang secara kasat mata telah menjadi bagian dari isu nasional. Masalahnya sepanjang musim Pemilu, suara warga Muhammadiyah sudah terlanjur terpecah ke berbagai parpol, tidak utuh mendukung PAN. Termasuk tersebar ke berbagai figur, tidak utuh ke figur Amien Rais.

Bisa dibayangkan, jika di rumah Muhammadiyah setidaknya ada dua parpol dan tiga figur, maka asumsi sederhananya suara PAN akan kempes, termasuk dukungan terhadap figur-figur yang ada.

Contoh kasus, pada Pemilu Putaran Pertama 2004, suara warga organisasi yang didirikan pada 1912 ini terpecah hampir ke semua pasangan calon yang ada. Memang harus diakui pasangan Amien-Siswono mendapat dukungan yang paling besar yakni 54%, setelah itu disusul SBY-Jusuf Kalla 21%, Wiranto-Solahudin 13%, Mega-Hasyim 11% dan Hamzah-Agum 2%.

Walaupun harus diakui, selain mendapat dukungan 54% suara warga Muhammadiyah, Amien Rais juga mendapat dukungan suara dari ormas dan kelompok massa lainnya. Seperti 11% warga NU, 26% ormas Islam, 20% warga nonafiliasi.

Dari sini jelas, bahwa sebaran suara warga Muhammadiyah tak terfokus pada satu figur. Tampilnya Amien Rais, Soetrisno Bachir, dan Din Syamsuddin akan semakin menambah sebaran yang ada. Dengan kata lain, 30 juta suara warga Muhammadiyah bakal terpecah-pecah.

Mungkin saja apa yang dilakukan Amien Rais, Soetrisno Bachir dan Din Syamsuddin hanyalah upaya mengetes pasar, hingga pada suatu waktu mereka sepakat untuk mendukung salah satu dari ketiganya, sesuai dengan suara yang terbanyak. Kalau itu yang terjadi, maka itu suatu strategi yang positif.

Tabel Afiliasi Organisasi Islam Dan Pasangan Calon Presiden
Pasangan calon NU Muhammadiyah Org. Islam lainnya Non Afiliasi Total
Wiranto-Solahudin 33% 13% 20% 23% 26%
Mega-Hasyim 22% 11% 13% 20% 20%
Amien-Siswono 11% 54% 26% 20% 19%
SBY-Jusuf Kalla 32% 21% 36% 36% 33%
Hamzah-Agum 3% 2% 5% 2% 3%
Total suara 100% 100% 100% 100% 100%
Sumber: Hasil Quick Count LP3ES dan NDI (2004)

Peruntungan PAN

Berbeda dengan realitas dan posisi masing-masing figur, warga Muhammadiyah juga harus berbagi kepada partai mana dukungan harus diberikan. PAN dan PMB merupakan dua parpol yang secara orisinil dibentuk oleh warga Muhammadiyah. Bedanya PAN didirikan oleh warga Muhammadiyah senior, PMB didirikan oleh pemuda Muhammadiyah.

Harus diakui, PAN di bawah kepemimpinan Amien Rais memiliki aura yang lebih baik dibandingkan PAN di bawah kepemimpinan Soetrisno Bachir. Selain sosok yang vokal, Amien juga lebih cekatan, berani, dan well educated, sehingga mudah diterima publik. Faktor militer saja yang menjadi kendala buat Amien Rais sehingga menyebabkan kegagalannya pada Pemilu 2004.

Sementara figur Soetrisno lebih menonjol sifat flamboyannya, terkadang berani, ceplas-ceplos, banyak uang sehingga bisa bikin variasi iklan, dan well human relations. Tentu plus minus Amien dan Soetrisno secara nyata bisa dilihat hasilnya pada perolehan suara PAN pada Pemilu 2009.

Hanya saja sejak sekarang kita sudah bisa duga akan mengalami penurunan. Pada 2004 Amien memiliki isu besar yakni reformasi, sementara pada saat ini tidak ada isu besar yang bisa mendongkrak suara PAN. Makanya kita bisa fahami mengapa PAN dimasa kepemimpinan Soetrisno Bachir memboyong 18 artis untuk duduk dalam pencalegan Pemilu 2009, tentu dengan harapan dapat mendongkrak suara PAN.

Bila memang suara PAN bertambah, itu bisa dipastikan naiknya dukungan warga simpatisan para artis. Sebaliknya pada masa Amien Rais suara yang terkumpul murni hasil proses panjang pergolakan reformasi, di sini ada gradasi kualitas massa PAN dari dua tipe kepemimpinan di atas.

Atau ternyata suara PAN benar-benar anjlok signifikan, lantaran 18 artis yang dipasang tidak cukup ampuh membendung lompatan suara PAN ke PMB yang merepresentasikan Amien-Amien muda. Peluang ini sebenarnya cukup besar, karena itu harus diuji.

Akankah PAN benar-benar menjadi Partai Artis Nasional, atau partai yang mengedepankan semangat dakwah dan pendidikan seperti spirit moral Muhammadiyah? Lihat saja hasil Pemilu April 2009 nanti! (djony.edward@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Kolom »

  • Pemimpin di era kapitalisme kreatif

    A. M. Lilik Agung
    Trainer dan Pembicara Publik. Mitra Pengelola High Leap Consulting

  • Antisipasi risiko dengan diversifikasi

    Budi Frensidy
    Staf pengajar FEUI dan penulis buku

  • Kenali emas

    Mike R. Sutikno
    Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education

  • Bank Century

    Djony Edward
    Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Komentar

Beri Komentar