Bisnis Indonesia Online » Kolom




Kolom - Detail

Jumat, 05/09/2008 10:46 WIB

Ary Ginanjar Agustian

Keluarkan potensi spiritual

oleh : Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin ESQ Leadership Center

Majalah Chief Executive pada 17 Juli menobatkan Anne M. Mulcahy sebagai CEO of The Year. Dia menjadi CEO perempuan pertama peraih penghargaan itu. Nama-nama besar yang sebelumnya menyandang mahkota tersebut antara lain Bob Ulrich dari Target Corp. (2007), John T. Chambers dari Cisco (2000), Bill Gates dari Microsoft (1994), dan J. Willard Marriott, Jr. dari Marriott International Inc. (1987).

Mulcahy,55, CEO Xerox, dipuji karena visi dan nyalinya dalam menangani tantangan jangka pendek dan menyusun rencana jangka panjang. "Dia telah melakukan hal yang nyata dalam mentransformasi Xerox menjadi perusahaan teknologi dan layanan manajemen dokumen terkemuka di dunia," kata J.P. Donlon, pemimpin redaksi Chief Executive.

Prestasi Mulcahy memang mengagumkan. Dia menjadi CEO Xerox pada Agustus 2001, saat perusahaan yang didirikan pada 1906 itu mengalami krisis terburuk dalam sejarahnya. Mulcahy, yang mengawali kariernya di perusahaan itu sebagai penjual mesin fotokopi pada 1976, menyusun rencana pemulihan dengan fokus pada tiga komponen besar: memperbaiki likuiditas antara lain dengan menjual aset-aset noninti; menghemat biaya untuk meningkatkan daya saing; dan investasi di riset dan pengembangan.

Bukan hanya konsep yang matang, Mulcahy butuh waktu tiga bulan untuk menyusun pasukan. Setelah itu, dia berjibaku mengomunikasikan konsepnya. Puluhan kali dia melakukan telekonferensi dengan pegawai; 80 kali pertemuan langsung di berbagai kota; ratusan kali rapat; dan perjalanan 200.000 mil untuk mengunjungi karyawan di lebih dari selusin negara. "Responsnya sangat luar biasa. Energi pun kembali," katanya.

Mulcahy mengaku promosi yang dia dapatkan dalam kondisi krisis itu justru menguntungkan dirinya. Krisis adalah motivator terkuat, katanya. "Itu memungkinkan Anda melakukan hal-hal yang memang sudah seharusnya dilakukan dari dulu."

Di atas semua itu, Mulcahy menyimpulkan bahwa nilai-nilai korporatlah yang sesungguhnya membawa Xerox keluar dari krisis. Nilai-nilai itu mencakup kepuasan pelanggan, kualitas, imbal-aset premium, pemanfaatan teknologi untuk memimpin pasar, penghargaan terhadap pegawai dan corporate citizenship.

Dia selalu bersemangat apabila membicarakan nilai yang disebut terakhir, corporate citizenship, atau ukuran seberapa tinggi perusahaan memenuhi secara sosial tanggung jawab legal, etis dan ekonomisnya. Baginya, kepatuhan perusahaan pada tanggung jawab sosialnya sangat bagus bagi bisnis. "Ia baik untuk masyarakat, orang-orang kami, dan pada akhirnya, bagus untuk perusahaan kami."

Dia mencontohkan dengan kecerdikan mendesain produk serta suku cadang yang bisa dipakai berkali-kali, ratusan juta dolar AS bisa dihemat setiap tahun. Xerox juga mendaur ulang 85% limbah tak berbahaya yang dihasilkannya. Lalu, melalui program daur ulang Green World Alliance berhasil menjaring lebih dari 4,5 juta wadah tinta bekas.

Proyek nirlaba

Di samping itu, Xerox menginvestasikan dana US$ 15 juta setiap tahun di 400 lembaga pendidikan dan sosial, dengan harapan muncul generasi berkualitas. Xerox juga punya program Cuti Layanan Sosial. Sejumlah pegawai dipilih untuk cuti hingga setahun, tetap menerima gaji penuh dan tunjangan, untuk bekerja dalam berbagai proyek nirlaba.

Sejak 2004, pegawai Xerox menyumbangkan keterampilan proses Lean Six Sigma ke delapan organisasi nirlaba untuk membantu mengatasi isu-isu masyarakat melalui perencanaan strategis, memperbaiki kapasitas layanan nirlaba, dan mereduksi biaya.

"Sebagian besar dari kami bergabung ke Xerox pertama-tama karena perusahaan ini membela sesuatu yang melampaui bottom-line. Kami semua yakin bahwa kami bagian dari sebuah eksperimen untuk menunjukkan bahwa sukses bisnis dan tanggung jawab sosial tidak eksklusif satu sama lain. Sungguh, kami yakin, keduanya sinergis."

Langkah-langkah sosial yang diarahkan Mulcahy itulah, menurut saya, aplikasi yang indah dari konsep zakat. Lingkungan sosial adalah sumberdaya utama pendukung keberhasilan suatu sinergi.

Dalam interaksi sosial, begitu banyak persoalan muncul karena faktor 'kekurangan' dan 'kelebihan' yang dimiliki orang-orang di sekitar kita. Di sinilah zakat diperlukan, untuk mengisi ruang yang 'kurang' tersebut.

Prinsip zakat yang saya maksud bukan tidak memberi 2,5% dari penghasilan, tetapi zakat dimaknai sebagai sistem pengeluaran potensi fitrah (core values). Termasuk di dalamnya memberi perhatian dan penghargaan, menunjukkan sikap kasih sayang, berempati, dan menunjukkan integritas. Demikian pula bentuk-bentuk kepedulian sosial seperti yang dilakukan Xerox. Maka, zakat sebetulnya adalah mengeluarkan potensi spiritual (core values).

Dengan mengeluarkan potensi spiritual, yang berarti merealisasikan suara hati menjadi aksi nyata, maka akan tercipta interaksi dan investasi kepercayaan. Kepercayaan akan mencairkan prasangka negatif yang biasanya muncul akibat kurangnya interaksi dan perbedaan persepsi.

Zakat mengubah itu menjadi hubungan saling percaya; menciptakan investasi komitmen dua arah; dan membangun investasi kredibilitas. Ini semua dibutuhkan sebagai pondasi untuk aliansi berikutnya dengan orang lain, dan membentuk sinergi. Inilah penjelasan mengapa Mulcahy begitu yakin akan hubungan sinergis antara tanggung jawab sosial dan keberhasilan bisnis.

bisnis.com

 

Kolom »

  • Pemimpin di era kapitalisme kreatif

    A. M. Lilik Agung
    Trainer dan Pembicara Publik. Mitra Pengelola High Leap Consulting

  • Antisipasi risiko dengan diversifikasi

    Budi Frensidy
    Staf pengajar FEUI dan penulis buku

  • Kenali emas

    Mike R. Sutikno
    Mike Rini & Associates- Financial Counselling & Education

  • Bank Century

    Djony Edward
    Wartawan Jaringan Berita Bisnis Indonesia

Komentar

#1 - tangan dingin

barang kali yg dilakukan mulcahy itulah yg disebut "bertangan dingin" yaitu berangkat dari niat yg tulus/iklas menuju satu fokus untk memperbaiki keadaan, dg berlandaskan kebaikan untuk semua/stakeholders. trenyata semua karyawan menerima dan mendukung, shg berhasil..perlu ditiru..ya

adi agung - indonesia @ 06/09/2008 - 22:47 WIB dari 61.5.56.52 (ppp-ykt-a.telkom.net.id)

Beri Komentar