Bila kita berbicara tentang konvergensi di industri telekomunikasi, kita akan menemukan sebuah titik di mana teknologi mampu dipertemukan oleh inovasi. Saat ini, konvergensi teknologi telah terjadi.
Fenomena ini berpotensi mengubah pasar telekomunikasi secara radikal dan juga bagaimana bisnis dijalankan. Konvergen merujuk pada hilangnya entry barrier antara telekomunikasi, komputer/IT, elektronik, dan media, menjadi sebuah industri baru yang dinamakan industri komunikasi.
Tabel Pembentukan Industri Komunikasi yang Terkonvergen menunjukkan tingkat ketergantungan teknologi, peralatan, dan industri media menurun. Dalam sebuah industri yang terkonvergen barrier antara industri telekomunikasi tradisional, perusahaan IT, dan media menjadi tidak jelas.
Proses konvergen telah berjalan secara perlahan tetapi pasti dengan berkembangkan digital content yang selama ini telah disediakan oleh para provider telekomunikasi dan broad-band.
Kita sekarang bisa merasakan bahwa kemajuan teknologi komunikasi memang sangat pesat sekali. Perkembangan digital content telah menunjukkan trend revenue yang terus tumbuh. Perkembangan revenue dari digital content secara global telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Pertumbuhan digital content paling tinggi adalah online advertising. Dari sumber Zenith memang online advertising mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kedua mobile music, dan ketiga wireless game.
Tingginya pertumbuhan permintaan digital content didorong oleh beberapa faktor seperti perkembangan teknologi, akses broadband berkecepatan tinggi, popularitas content online dan wireless, adanya trend user-generated content, dan kesuksesan online advertising.
Buktinya semakin pesatnya pertumbuhan digital content ditunjukkan semakin besarnya kontribusi digital content terhadap revenue total industri telekomunikasi. Pendapatan telekomunikasi menunjukkan secara jelas bahwa kontribusi digital content diprediksi tumbuh 24% dari tahun 2006-2010.
Komposisi perubahan pendapatan industri telekomunikasi menggambarkan adanya sebuah perubahan portofolio bisnis. Ambil contoh, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu Telkom.
Perusahaan BUMN ini sedang mengadakan transformasi organisasi secara menyeluruh. Ini terlihat dari berubahnya portfolio binsis Telkom menjadi TIME (telecomunication, information, multimedia, dan edutainment).
Perubahan ini diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan teknologi yang semakin cepat. Telkom juga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang merespons dengan cepat sebagai akibat adanya teknologi konvergen. Bagaimana dengan perusahaan telekomunikasi lainnya?
Bagaimanapun, adanya teknologi konvergen akan mengubah peta persaingan karena adanya perubahan portfolio produk komunikasi.
Bisa diprediksi dengan teknologi konvergen, layanan voice akan mendapatkan tekanan paling tinggi karena dengan teknologi baru biaya layanan voice akan semakin rendah.
Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Indonesia sedang berusaha menaikkan ARPU (Average revenue per User). Jika kita perhatikan sumber pendapatan perusahaan telekomunikasi dari satu orang pelanggan berasal dati voice, sms, dan datin (data dan internet).
Layanan terakhir ini memang lagi digenjot habis-habisan, misalnya dengan melakukan bundling dengan Blacberry. Bundling ini cukup sukses mampu mengubah perilaku konsumen yang tadinya hanya menggunakan layanan voice dan sms menjadi voice, sms, dan internet. Akibatnya, perubahan perilaku ini mampu meningkatkan ARPU.
Bisa disimpulkan bahwa adanya teknologi konvergen akan mengubah peta persaingan industri telekomunikasi.
Tentu kesuksesan akan bergantung pada strategi organisasi, strategi aliansi, dan strategi produk serta layanan.