Sebuah mobil keluaran 1925 menjadi sebuah master piece dan mendapat perhatian para pengunjung sebuah pameran mobil besar di Jakarta belum lama ini. Di antara beragam mobil baru dengan fasilitas dan kemampuan yang selangit, ternyata harga mobil yang tidak memiliki fasilitas beragam dan kemampuan apa adanya tersebut tidak kalah dengan mobil baru. Bahkan, untuk kelas tertentu mobil ini lebih mahal walaupun usianya lebih tua.
Diakui atau tidak, barang koleksi sebagai hobi sangat bisa dijadikan sebagai investasi dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu:
Faktor emosi
Sekali waktu saya pernah terheran-heran dengan seorang teman yang mau membobol tabungannya cukup dalam hanya untuk sebuah komik Tin-Tin yang katanya termasuk edisi awal.
Mungkin Anda juga pernah menemukan hal tersebut di sekitar Anda. Nah, berbeda dengan pembelian barang lain, pembelian barang koleksi memiliki nilai emosi sebagai tambahan alasan seseorang untuk mendapatkan barang tersebut. Sehingga jangan heran harga hampir bukan sebagai faktor utama untuk memutuskan membeli.
Keterbatasan
Dalam dunia ekonomi sudah sangat jamak untuk diyakini bahwa barang yang sedikit sedangkan kebutuhan banyak akan meningkatkan harga. Kebetulan barang koleksi biasanya adalah barang yang jumlahnya terbatas atau bahkan sangat terbatas. Jadi karena terbatas jangan heran harganya menjadi tinggi.
Tidak ada batasan harga
Satu lagi kelebihan barang koleksi, tidak pernah ada batasan harga. Kalau anda membeli sesuatu barang, pastinya memperkirakan berapa besar harga yang layak untuk barang tersebut. Memang sih tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Namun untuk barang koleksi hal ini tidak berlaku.
Bayangkan sebuah keramik tanah liat yang sudah usang tetapi memiliki ciri tersendiri bisa dihargai sama dengan sebuah sepeda motor yang memiliki harga pokok produksi jauh di atas keramik tersebut.
Sekali lagi hal ini tidak mudah. Pembeli spesial yang mau melepaskan uangnya untuk sebuah barang koleksi memang juga bukan orang kebanyakan.
Nah, keahlian untuk menemukan pasar dan meyakinkan pasar bahwa barang koleksi kita layak untuk dimiliki menjadi penting. Namun, kalau pasarnya saja sudah sulit ditemui bagaimana mungkin bisa meyakinkannya ?
Komunitas pasar
Langsung saja, untuk memudahkan memasarkan dan mencari barang koleksi, komunitas adalah kuncinya. Anda tidak akan pernah tahu sebuah lukisan berharga mahal bila tidak bertemu orang yang mengerti dan butuh lukisan. Atau anda tidak akan bisa menemukan orang yang suka dengan komik terbitan 1950-an bila tidak ada komunitas yang mencintai dunia komik.
Jadi, komunitas adalah kunci untuk menjual dan tentu saja mencari barang koleksi sebagai investasi kita. Saat ini komunitas bukan lagi hal yang sulit untuk didapatkan. Dunia maya sudah menjadi tempat yang mudah untuk mencari komunitas tertentu, batasan demografi bukan menjadi penghambat.
Coba masuk ke salah satu web penjualan online di Internet, maka akan banyak kita temui barang koleksi yang siap untuk dijual dan siap untuk dicari.
Namun, bagaimana bila ternyata tidak ada komunitas yang anda cari? Nah, ini enaknya sebuah barang koleksi, anda bebas membuat komunitas sendiri. Banyak kok yang telah mencobanya, saya banyak melihat orang yang tiba-tiba di blog-nya khusus membahas hobi dan barang koleksinya. Ini awal untuk membangun komunitas.
Terakhir sebelum memutuskan untuk berinvestasi di barang koleksi, satu hal yang harus saya katakan, karena tidak ada harga yang menjadi patokan, jangan pernah menyesal bila anda mendapatkan harga terlalu mahal atau bahkan menjual dengan harga terlalu murah. Karena itulah seninya berinvestasi di dunia hobi dan barang koleksi.