Bisnis Indonesia Online » Konsultasi
Konsultasi - Detail
Saul Daniel Rumeser
Strategi memilih cara pembayaran ekspor
Tanya :
Perusahaan kami selama ini melaksanakan penjualannya kepada pembeli di dalam negeri, sedangkan pembeli kami itulah yang menjual komoditas dimaksud kepada buyer di luar negeri.
Belakangan ini kami sudah ada kontak dengan beberapa buyer di luar negeri yang menawarkan untuk melakukan transaksi langsung tanpa melalui pembeli-pembeli kami selama ini.
Masalah perizinan, pembiayaan dan pengadaan stok komoditas yang dimaksud tidak menjadi persoalan bagi kami, tapi yang menjadi persoalan utama saat ini adalah cara pembayaran dari perdagangan ekspor dengan buyer di luar negeri, mengingat kami belum mempunyai pengalaman mengenai hal ini.
Kami ingin tahu cara pembayaran yang lazim dilakukan dalam perdagangan ekspor dan mohon penjelasan Bapak alternatif cara pembayaran yang dapat kami tempuh dan apa saja untung ruginya dari berbagai alternatif tersebut?
Suwondo S., Jakarta
Jawaban
Ada berbagai cara pembayaran perdagangan ekspor yang lazim antara lain :
1. Advance payment, pembayaran dilakukan dengan TT (Telegraphic Transfer) sebelum delivery barang atau dengan kata lain 'dimuka'.
2. Draft collection, penagihan pembayaran dilakukan eksportir melalui bank dapat dengan kondisi D/P (documents against payment) berarti buyer harus membayar pada saat dokumen diserahkan oleh bank atau dengan kondisi D/A (documents against acceptance).
Berarti buyer hanya perlu melakukan akseptasi pada wesel untuk mendapatkan dokumen dari bank, sedangkan pembayaran oleh buyer baru akan dilakukan pada saat akseptasi jatuh tempo.
3. Open account, pembayaran dilakukan oleh buyer setelah delivery barang pada saat yang disepakati (1 bulan, 2 bulan dst).
4. Consignment, pembayaran dilakukan oleh buyer kepada eksportir secara konsinyasi yaitu setelah barang laku dijual oleh buyer kepada final buyer.
5. Letter of Credit (jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh bank atas permintaan buyer), pembayaran dilakukan dengan pencairan letter of credit oleh eksportir pada bank. Letter of credit dapat berupa kondisi sight (atas unjuk) atau usance (berjangka) sesuai dengan kesepakatan.
Yang membedakan cara ke-5 dengan cara lainnya (1 s/d 4) adalah adanya instrumen L/C yang merupakan jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh bank yang mengakibatkan dari segi cost cara ini akan lebih mahal bagi buyer ataupun eksportir.
Namun, secara umum akan lebih aman dan lebih terjamin khususnya bagi eksportir dengan pengecualian cara advance payment secara 100 % yang tentunya paling aman bagi eksportir (relatif jarang).
Yang harus dicermati bila memilih advance payment adalah berapa jumlah persentase uang muka yang akan dibayar karena sisanya yang biasanya akan dibayar setelah delivery barang merupakan potensi risiko bagi eksportir.
Cara collection draft kondisi D/P) adalah salah satu pilihan yang relatif aman bagi eksportir selain dari cara ke-1 atau ke-5 dengan biaya yang relatif murah pula.
Akhir-akhir ini cara open account juga sudah divariasi dengan menggunakan jaminan bank dalam bentuk standby letter of credit dengan catatan transaksi dilaksanakan secara rutin dalam jangka panjang. Cara ini juga patut dipertimbangkan.
Last but not least, penetapan cara pembayaran akan sangat dipengaruhi oleh posisi tawar tiap-tiap pihak.
bisnis.com
Konsultasi »
Histeria
Yul Iskandar
Psikiater
Susah makan nasi
Dadang Arief Primana
Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga
Barang bersifat strategis yang bebas PPN
Rachmanto Surahmat
Tax Partner, Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Consult
Wakil pimpinan suka marah-marah
Anthony Dio Martin
Director HR Excellency
Somnabulisme
Yul Iskandar
Psikiater
Memilih suplemen
Dadang Arief Primana
Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga
Komentar
#1 - BAgaimana Cara pembayaran L/C
Selamat Siang, Pak, Untuk pertama kalinya perusahaan kami akan melakukan ekspor barang ke cina tapi cara pembayarannya dengan cara T/T untuk Down PAyment dan Sisanya dengan L/C yang ingin saya tanyakan, bagaimanakah cara pencairan L/C ? Dan apakah ada kemungkinan gagal untuk mencairkan L/C tersebut? Terima kasih atas jawabannya
Efif Sakti Wibowo - Tulungagung @ 27/04/2008 - 14:41 WIB dari 121.52.68.98 (121.52.68.98)