Bisnis Indonesia Online » Konsultasi




Konsultasi - Detail

Anthony Dio Martin

Anthony Dio Martin

Director HR Excellency

Karyawan yang jenuh

Tanya :

Dear Bapak Anthony Dio Martin,

Saya sering membaca tulisan Bapak di Bisnis Indonesia, saya sangat tertarik dengan ide dan motivasi yang Bapak bawakan. Saya ingin bertanya pada Bapak mengenai karier saya karena saya sangat bingung sekarang.

Saya bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan home industry milik famili yang bergerak di bidang packaging selama empat tahun dan saya sudah merasa sangat jenuh.

Saya merasa tidak ada kemajuan karena pekerjaan saya yang sekarang hanya membuat faktur dan menjawab telepon. Praktis saya selama delapan jam tiap hari hanya berada di kantor. Saya ingin mencari pengalaman di luar sebagai sales pada industri yang lebih besar sehingga banyak tahu mengenai marketing dan product knowledge, juga yang sibuk dan jam kerjanya padat sehingga lebih tahu banyak dan bisa berkembang.

Saya banyak melamar pekerjaan di bidang marketing, tetapi yang berhubungan dengan pekerjaan saya yang sekarang yaitu packaging, tapi pada akhirnya saya selalu takut akan tantangan bila nantinya saya bisa diterima dan menjalani masa probation, misal apakah saya bisa melakukan pekerjaan sebagai sales karena saya orangnya pendiam dan tidah banyak channel?

Apakah nantinya saya akan diterima sebagai karyawan tetap? Apakah nantinya saya akan cocok dengan rekan-rekan kerja yang baru? Bagaimana bila saya dipecat, bagaimana masa depan saya? Hanya hal-hal itu yang berputar-putar di benak saya.

Saat ini di perusahaan milik famili tersebut saya memang sudah dibayar cukup. Ketika melamar mungkin tidak ada perusahaan yang mau menerima karena saya minta bayaran gaji di atas gaji saya di perusahaan famili saya itu.

Pertimbangan saya yang lain adalah karena orang tua saya tidak setuju jika saya pindah, karena menurut mereka jika bekerja di tempat famili lebih aman dan terjamin, lagipula orang tua saya sudah tua dan sakit-sakitan, sehingga mereka mengandalkan saya sebagai sumber nafkah keluarga, sehingga mereka ingin jika saya bekerja yang lebih aman dan tenang.

Mungkin Pak Anthony berkenan membantu memberikan motivasi atau komentar untuk masalah saya. Terima kasih Bapak berkenan membaca email saya.

Hormat saya,

TK (nama dan email minta dirahasiakan)

Jawaban

Mas TK, saat ini Anda sedang menghadapi suatu koflik batin yang dalam ilmu psikologi disebut dengan konflik approach-avoidance. Artinya, di satu sisi pekerjaan saat ini sebenarnya sudah sangat menjemukan (avoidance), tetapi di sisi lain Anda merasa membutuhkannya (approach).

Sebab selain pekerjaan saat ini memberikan jaminan secara finansial, secara rasa aman pun Anda merasakannya. Kalau dilihat dari berbagai tarikan serta tolakan yang Anda alami saat ini, rasa-rasanya akan dibutuhkan 'energi yang luar biasa' bagi Anda untuk terlepas dari kondisi kerja yang menjemukan saat ini.

Pertanyaannya sekarang, pilihan apakah yang kini tersedia bagi Anda menghadapi kondisi kerja yang menjemukan seperti sekarang ini. Sebenarnya ada beberapa alternatif bagi Anda pertimbangkan.

Pertama, tetap bertahan di pekerjaan sekarang. Inilah posisi yang paling aman. Tidak melakukan apapun tetapi terus melakukan pekerjaan sekarang dengan sebaik-baiknya. Anda akan tetap aman di posisi pekerjaan sekarang karena perusahaan tersebut milik famili dan tidak akan ada bahaya yang akan mengancam karier Anda.

Anda pun bisa tetap menjadi sumber nafkah bagi keluarga. Hanya saja, doakan saja bahwa perusahaan ini tidak akan mengalami gejolak apa pun. Selain itu, kalau memutuskan akhirnya tetap bekerja, maka tidak ada lagi yang boleh dikeluhkan. Anda hanya berharap gajinya akan terus dinaikkan, sementara Anda akan terus-menerus melakukan pekerjaan yang sama. Kalaupun bosan, itulah risikonya.

Kedua, Anda tetap bertahan di pekerjaan sekarang tetapi berusaha mendapatkan job enrichment dalam pekerjaan yang dilakukan sekarang. Coba diskusikan dengan famili yang memiliki perusahaan soal keinginan Anda untuk membantu memajukan perusahaan. Katakan bahwa Anda menginginkan tantangan baru. Cobalah pula pikirkan dan peras otak Anda untuk melihat suatu celah di mana Anda bisa berkontribusi lebih.

Bisakah Anda terlibat dalam marketing dan sales di sana sehingga tidak pasif seperti sekarang menunggu order? Bisakah Anda menantang diri Anda untuk mencari aktivitas pekerjaan lain yang lebih menantang untuk Anda, dengan melihat-lihat apa yang bisa dikontribusikan di pekerjaan sekarang.

Coba bicarakan! Jika bisa, maka ini akan menarik bagi Anda. Di satu sisi, tetap di pekerjaan sekarang tetapi di sisi lain, Anda merasakan adanya perubahan serta tantangan terhadap kemampuan Anda.

Ketiga, Anda bersiap-siap pergi ke tempat lain tetapi tetap berpijak pada pekerjaan sekarang. Artinya, dengan tetap mengerjakan pekerjaan sekarang Anda berusaha mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain yang masih terkait industrinya. Memang tidak akan mudah mendapatkan imbalan sebesar gaji yang Anda miliki saat ini. Namun, keuntungannya Anda mendapatkan ketrampilan serta peluang untuk mengembangkan diri. Kurva pendapatan akan turun pada awal, tetapi dalam jangka panjang ada peluang pendapatan yang lebih besar. Di sisi lain, Anda pun punya kesempatan mengembangkan skills Anda yang lain.

Keempat, betul-betul berhenti dan keluar dari pekerjaan saat ini. Namun rasanya, risikonya terlalu besar buat Anda. Apalagi, dengan mencermati e-mail Anda tampaknya Anda bukanlah seorang risk taker. Jadi opsi terakhir ini nyaris tidak mungkin bagi Anda saat ini. Apalagi mengingat ayah Anda yang masih sakit.

Dengan mencermati semua opsi di atas dapat dikatakan hampir tidak ada pilihan yang tanpa risiko. Mas TK, itulah hidup. E-mail Anda menyebutkan begitu banyaknya hal yang Anda khawatirkan jika pindah ke tempat kerja yang lain.

Sebenarnya, ada dua hal yang saya katakan. Pertama, sering yang kita takutkan tidak sebesar yang kita duga. Kita akan bisa melewatinya saat tantangan itu muncul. Kedua, dengan ketakutan tersebut maka selamanya Anda akan terus bekerja dengan posisi yang aman seperti saat ini.

Kalau begitu, tidak boleh lagi mengeluh. Belajarlah mengatasi pikiran yang negatif. Mulailah untuk belajar mencoba ambil risiko, sekecil apa pun. "If you don't dare to fly you don't know how hight you can fly" (kalau tidak coba terbang, kamu tak kan tahu berapa tinggi kamu bisa terbang).

Baik di pekerjaan sekarang ataupun kalau akhirnya kamu memutuskan pindah ke tempat lain. Mungkin suatu ketika, termasuk berani terima risiko gaji lebih sedikit, tetapi imbalannya adalah kamu bisa belajar. Untuk masa depan mungkin ada peluang yang semakin baik.

Karena itu, pertimbangkanlah masak-masak. Tidak mau mengambil keputusan itu pun sebenarnya sudah menjadi bagian dari suatu keputusan hidup.

bisnis.com

 

Konsultasi »

  • Wakil pimpinan suka marah-marah

    Anthony Dio Martin
    Director HR Excellency

  • Somnabulisme

    Yul Iskandar
    Psikiater

  • Memilih suplemen

    Dadang Arief Primana
    Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

  • Latest shipment date vs Installment L/C

    Saul Daniel Rumeser

Komentar

Beri Komentar