Bisnis Indonesia Online » Konsultasi
Konsultasi - Detail
Yul Iskandar
Psikiater
Radikal bebas
Tanya:
Dr Yul yth,
Dalam beberapa tulisan dari dr. Yul Iskandar, disebutkan bahwa ada zat kimia jahat yang dinamakan radikal bebas. Apa sebenarnya radikal bebas itu, dan bagaimana dia bisa timbul, serta bagaimana penanganannya.
Rasid, Jakarta
Jawaban
Sdr. Rasid yth.
Terima Kasih atas pertanyaannya.
Radikal bebas (free radical) adalah hasil metabolisme yang penting. Seperti kita ketahui bahwa manusia memerlukan oksigen (02), tetapi kelarutan O2 di dalam cairan (darah) dan jaringan sangat rendah. O2 ini masuk paru-paru kemudian ke dalam darah dan terus ke jaringan. Di dalam darah ada haemoglobin (Hgb) yang dapat mengikat oksigen dengan cukup kuat.
Yang dapat mengikat O2 ini bukan hanya Hgb, tetapi dalam jaringan otot, termasuk otot jantung ada juga yang mampu mengikat O2, yaitu mioglobin (Mgb). Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa otak memerlukan O2 lebih banyak dari jantung, dan diketahui bahwa di otak juga ada neuroglobin (Ngb). Selain itu di beberapa jaringan ada protein yang mampu mengikat O2, dan dinamakan cytoglobin (Cygb).
Otak diperlukan untuk emosi dan berpikir, memerlukan O2 dalam jumlah besar. Hampir 15% O2 yang beredar dalam tubuh dibutuhkan oleh otak. Bila otak tidak mendapat O2 dalam waktu 3 menit, dia akan rusak, dan orang itu tak akan mampu mempergunakan fungsi otak yang penting, seperti mengingat, berpikir dan beremosi. Kekurangan O2 (hypoxia) yang ringan di otak akan menyebabkan serangan stroke.
Bekerja keras (pada otot), emosi, dan berpikir keras dapat menimbulkan zat NO (nitric oxyde), dan zat ini dikenal sebagai radikal bebas. Zat ini sangat mengganggu berbagai organ, di antaranya jantung, otak, hati, dan ginjal. Dengan demikian bila radikal bebas ini tidak segera dinetralkan, akan terjadi berbagai reaksi pada tubuh.
Untungnya secara normal, Hgb, Mgb, Ngb dan Cygb dapat menetralkan radikal bebas ini. Kecemasan dan depresi juga akan menimbulkan radikal bebas relatif lebih banyak daripada biasanya. Untungnya ada beberapa obat anti depresi dan antianxietas yang secara tidak langsung akan mengurangi pengeluaran zat ini.
bisnis.com
Konsultasi »
Histeria
Yul Iskandar
Psikiater
Susah makan nasi
Dadang Arief Primana
Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga
Barang bersifat strategis yang bebas PPN
Rachmanto Surahmat
Tax Partner, Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Consult
Wakil pimpinan suka marah-marah
Anthony Dio Martin
Director HR Excellency
Somnabulisme
Yul Iskandar
Psikiater
Memilih suplemen
Dadang Arief Primana
Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga