Bisnis Indonesia Online » Konsultasi




Konsultasi - Detail

Anthony Dio Martin

Anthony Dio Martin

Managing Director HR Excellency

Masalah percaya diri yang rapuh

Pertanyaan:

Pak Anthony,
Nama saya A, saya adalah penggemar tulisan bapak dan telah banyak membaca buku-buku serta artikel yang bapak tulis melalui bisnis.com, dan juga saya senantiasa mendengar talk show bapak di radio. Melalui media tersebut, banyak hal positif yang saya ambil terutama mengenai kecerdasan emosional.

Saya memiliki problem yang selama ini menghantui saya sejak masih kecil sampai saat ini. Sejak kecil saya sudah tinggal dengan keluarga tante saya. Sebenarnya bukan tante saya yang mengambil saya tapi nenek saya yang mengambil saya. Pada saat berumur 10 tahun, nenek sakit keras sehingga menyebabkan dia lumpuh dan segala aktivitasnya hanya bisa dilakukan di atas tempat tidur.

Sejak kelumpuhan itu, hidup saya seperti di neraka. Sejak saat itu tidak ada lagi orang yang menyayangi saya. Apalagi perlakukan tante saya terhadap saya sungguh menyakitkan. Setiap hari pasti selalu dimarahi dan dimaki-maki.

Sebelum pergi dan sesudah pulang sekolah saya harus kerja dulu. Praktis saya tidak pernah merasakan masa kanak-kanak yang indah. Tante saya dan keluarganya tidak mau melihat saya sukses.

Saya di rumah hanya disuruh kerja dan kerja. Sampai-sampai waktu belajar pun nyaris tidak ada. Akan tetapi yang saya senang dari paman dan tante saya adalah diberi kesempatan untuk kuliah.

Saat ini saya sudah bekerja dan umur mendekati 30 tahun. Dalam bekerja apa yang telah diperlakukan oleh tante saya dahulu sangat membekas.

Saya menjadi orang yang tidak percaya diri dan merasa rendah diri. Walaupun pimpinan saya selalu mengatakan bahwa saya lebih hebat dari rekan-rekan lain tapi bagi saya itu tidak benar.

Sudah beberapa kali saya ditawari naik jabatan dan memimpin tim. Namun, saya merasa tidak bisa karena saya selalu ingat perkataan tante yang hampir setiap hari terdengar: "Kamu tidak ada gunanya sama sekali. Binatang pun masih jauh lebih baik daripada kamu". Dia selalu menyumpahi semoga hidup saya tidak sukses.

Walau saya telah membaca buku dan mendengar talk show Anda, dalam praktiknya saya sangat sulit untuk melakukannya. Namun di lain pihak saya ingin sekali lepas dari rasa ketakutan tersebut. Apa sebenarnya yang harus saya lakukan untuk menghilangkan trauma ini.

A di kota M

Jawaban

Terima kasih Mas A.

Sharing pengalaman Anda menjadi pembelajaran bagi para pembaca lainnya, betapa kalimat negatif yang bisa menghancurkan masa depan orang lain. Secara psikologis, kita mengatakan GIGO (garbage in, garbage out).

Kalau diisi dengan kalimat-kalimat sampah melulu, suatu ketika keluarnya juga jadi sampah. Pada kasus Mas A, karena sejak kecil diisi terus oleh tante dengan kalimat-kalimat negatif, ketika dewasa terbentuk citra diri yang buruk dan tidak percaya diri untuk mengambil kesempatan yang diberikan.

Memang, dalam psikologi dikatakan ada tiga hal yang membuat sesuatu terekam dengan cepat dalam bawah sadar yakni: (1) sumber otoritas yang mengatakan; (2) intensitas waktu dikatakan; (3) pengulangan.

Bayangkan saja. Hal itu diucapkan oleh tante Anda yang Anda anggap seperti orang tua sendiri. Juga dilakukan dengan intensitas emosi yang tinggi, suara yang tinggi dan bentakan. Selain itu, juga dilakukan dengan berulang-ulang. Tidak heran jika ini menjadi rekaman yang lama dalam diri Anda.

Akibatnya, terbentuklah suatu mekanisme otomatis di pikiran Anda, yang dalam ilmu psikosibernetik Maxwell Maltz disebut Servo Mechanism.

Mekanisme ini bekerja otomatis sesuai dengan program yang telah disimpan didalamnya. Karena kelamaan disimpan dengan kalimat "Kamu bodoh. Kamu tidak akan bisa. Binatang pun bisa lebih baik" maka akibatnya terbentuklah proses otomatis yang selalu muncul setiap ada kesempatan ataupun tantangan.

Berita bagusnya, program otomatis ini sebenarnya bisa diprogram ulang. Seperti komputer di otak kita. Program ini harus disadari kembali. Kalau perlu dilihat kembali ke sumbernya. Lalu dirusak polanya tersebut. Berikutnya, di-install berulang kali dengan cara mirip seperti bagaimana di-install dulu. Itulah yang biasanya akan dilakukan oleh psikoterapis.

Apa pun langkahnya, bagi A, langkah terbaik untuk memperbaiki gambaran citra buruk ini melalui proses swa-medikasi yang saya sarankan melalui proses 3P: (1) pembelajaran; (2) pelatihan; (3) pengalaman.

angkah Anda untuk terus belajar tentang topik Anda sudah dilakukan. Salah satu buku wajib yang perlu Anda baca termasuk buku-buku karangan Maxwell Maltz tentang Psikosibernetik.

Latih dengan sadar untuk menghentikan setiap kali muncul kalimat-kalimat negatif yang muncul.

Lantas, keluar dari comfort zone keyakinan buruk Anda dengan terima tantangan yang menantang Anda menunjukkan yang terbaik. Termasuk kesempatan untuk memimpin yang ditawarkan.

Semakin lama terkungkung dalam kepompong rasa nyaman Anda, semakin Anda tidak akan pernah belajar.

Dengan demikianlah, lama-kelamaan citra buruk Anda akan bisa dihapus, tergantikan dengan citra baru yang lebih positif.

bisnis.com

 

Konsultasi »

  • Tiap hari mimpi

    Yul Iskandar
    Psikiater

  • Cara menolak pembayaran impor

    Saul Daniel Rumeser

  • Kebahagiaan

    Yul Iskandar
    Psikiater

  • Orang IT ber-EQ rendah?

    Anthony Dio Martin
    Managing Director HR Excellency

Komentar

#12 - Masalah Percaya Diri Yang Rapuh

Mas A, ambil Posotifnya, dengan gemblengan Tante Anda dimasa anak2 dan remaja, menjadikan anda seperti sekarang, menjadikan orang yang bisa bekerja keras dan mampu. Mungkin gaya didik Tante anda seperti itu ada latar belakangnya sendsiri buat prinadi Tante anda sendiri. Yang penting anad sudah melewti satu tahap dalam Hidup, sekarang tinggal anda yang menentukan sendiri jalan hidup anda. Hilangkan rasa percaya diri yang rapuh, karena Buktinya anda sekarang sdh sukses dalam satu tahap kehidupan (buktinya banyak orang yang saat ini menganggur, dan Anda mempunyai pekerjaan). sukses buat anda

sugandi - Jakarta/Indonesia @ 15/08/2008 - 18:36 WIB dari 121.52.89.42 (121.52.89.42)

#11 - hi

kalo tantemu itu dulu memanjakan kamu belum tentu kamu jadi pandai atau kerja mapan ...apapun itu kamu hrs bersyukur..masalah krisis percaya diri pasti kamu bisa dan mampu pelan tapi pasti. good luck!!

dewi - jakarta @ 08/08/2008 - 10:49 WIB dari 118.137.73.3 (3.73.137.118.fast.net.id)

#10 - ubah tantangan jadi peluang

Setuju dengan bung Ai Ekoy, kenapa kita berlarut2 dengan masa lalu dan menjadikan itu sebagai belenggu. Saya juga tumbuh dengan bayang2 kekerasan dan kekejaman papa saya, tapi bagi saya itu adalah ujian yang justru malah meng'create saya menjadi diri saya yang sekarang ini TANGGUH. Jika saya tumbuh di keluarga yang damai2 slalu, saya tidak yakin kalo saya mampu menghadapi masalah2 saya, karena dididik secara lembek... Ayo mas A dan qwertyass... Tatap tajam jalan ke depan, melangkah dengan pasti, dan raih kemenangan. Dan percayalah bahwa semua orang boleh berkhianat pada kita dan menyakiti kita, tapi ketahuilah bahwa sekali-kali Tuhan tidak pernah biarkan kita (yang dicintaiNya) sendiri dalam lembah kekelaman. Salam

jeffrey - 35373 @ 05/08/2008 - 11:21 WIB dari 222.124.209.101 (101.subnet209.astinet.telkom.net.id)

#9 - same

Mr A. Nasib anda sama seperti saya. Saya berusia 25 tahun sekarang. Basically saya orang yang cerdas, saya percaya itu, karena prestasi2 akademik saya cukup bagus, dan berhasil lulus dari PTN terbaik. Dan bekerja di salah satu bank terbesar di Indonesia. Yang saya tahu dan rasakan, sepertinya saya tidak pernah bisa berkembang seperti yang lain. Saya belajar banyak, banyak sekali, tentang social science dan psikologi, sejak SMA. Leadership, win fren, influence people, think big, 7 habit, dll. Awalnya saya optimis bahwa saya akan lebih maju dari yang lain dalam dalam lingkup sosial, tetapi tidak ternyata. Saya hanya segitu2 saja. Sementara rekan2 saya yang tadinya pemalu ketika baru masuk kuliah, perlahan berkembang, menjelma jadi manusia dewasa, dapat memimpin, semakin asertif, dsb. Sementara saya, tetap manusia 'angin-anginan' seperti yang dulu. Saya merasa ada sesuatu di dalam saya yang menahan saya untuk berkembang. bahkan saya merasa, saat ini, saya gak beda dengan saya ketika 7 tahun yang lalu. well, ok, pengetahuan dan pengalaman teknis saya cukup baik. tapi soft skill saya, 0 besar. saya sepenuhnya sadar, ini akibat pengalaman masa lalu saya, dimana orang tua saya, mam n dad, selalu mengunderesimate saya, dan tidak mengapresiasi saya ketika berhasil melakukan sesuatu. my dad selalu kasar, secara kata2 dan fisik, mengatai saya goblok dan aneka satwa kebun binatang, bermain fisik, even spit on me, bahkan di depan tmn2 kecil saya. boro2 memberikan support pada setiap hal yang saya lakukan, 0 besar. i hate u dad. my mom, memang org yang baik, sayang sama saya, tapi despite that, mam sangat buruk dalam hal mensupport saya. bayangkan, saya dilarang berdagang petasan/layangan/jaga bola tenis/di suruh org lalu mendapat bayaran, dll, padahal, ini salah satu bentuk awal mula dari terbentuknya jiwa enterpreneur. mam sering tidak suka dengan teman2 saya, alhasil saya sering 'dilarang' untuk bergaul di luar. mam meremehkan saya, ketika saya minta motor, mom selalu berkata: 'paling juga kamu gak bisa ngurusnya'. mam juga gak pernah support terhadap apa yang saya lakukan. ketika saya ingin bermusik, mam bilang buat pa, dan gak mo memodali saya untuk berlatih atau membeli alat musik. dll. pokoknya mam lebih suka saya untuk duduk manis di rumah dan belajar. atau lebih tepatnya 'membusuk' di rumah ketimbang ke luar dan mencari apa yang saya cita2kan. mereka berdua tidak pernah membuat saya menjadi 'center of attention', mungkin lewat perayaan ultah, selamatan berhasil ranking 1, lulus umptn, juara lomba, dll. akibatnya saya selalu gak pede klo menjadi center of attention. saya ingin sekali berubah, menjadi manusia seutuhnya. menggapai impian yang selama ini saya idamkan. tapi rasanya sulit dengan inferioritas saya sekarang. mo cari training/pelatihan psikologi juga sedikit skeptis, karena saya sering ikut training/workshop/seminar teknis bidang kerja saya, yang ternyata gak begitu berpengaruh dengan peningkatan hardskill saya. you can msg me, perhaps we could share, n saling menguatkan, menghadapi 'kejam'nya dunia. Yahoo Messenger: udeec@yahoo.com

qwertyass - jkt @ 24/07/2008 - 10:44 WIB dari 202.152.40.35 (202.152.40.35)

#8 - krisis percaya diri

Memang prilaku dimasa kecil sering membekas dalam ke prilaku dikemudian hari. Saya prihatin dengan nasib yang dialami A.

ronald - medan @ 15/07/2008 - 15:40 WIB dari 203.130.207.68 (203.130.207.68)

Beri Komentar