Bisnis Indonesia Online » Konsultasi




Konsultasi - Detail

Yul Iskandar

Yul Iskandar

Psikiater

Kehamilan dan psikosis

Tanya

Dokter Yul yth,
Adik saya kata dokter menderita depresi psikosis. Dia diberi obat antidepresan dan antipsikotik. Setelah saya baca obat itu di Internet, katanya kontraindikasi bagi ibu hamil, dan memang dokter telah mengatakan bahwa ada risiko 1:1000 kemungkinan akan ada kecacatan pada anak.

Jadi sebaiknya bagaimana, apakah perlu diberi obat, atau tidak diberi obat pada pasien ini.

Samsu, Sukabumi

Jawaban

Sdr. Samsu Yth.

Pada penderita (depresi) psikosis pada umumnya tidak dianjurkan untuk hamil, apalagi minum obat baik antidepresan maupun antipsikotik. Hampir semua obat antidepresan dan antipsikotik menyebutkan bahwa obat itu kontraindikasi pada pasien yang hamil. Sebenarnya kontra indikasi ini hanya melindungi perusahaan obat saja untuk apabila ada yang menuntut dia dibebaskan dari tuntutan hukum.

FDA telah mengeluarkan daftar Index of Drug Safety in Pregnancy, di mana dalam daftar itu diberikan kategori A-B-C-D dan X. Kategori A-B adalah relatif aman, sedangkan C-D dianggap kemungkinan adanya kelainan bisa saja terjadi, akan tetapi apabila dokternya menganggap lebih aman memakai obat, tidak ada masalah besar. Kategori X, sebaiknya jangan dipakai pada wanita hamil.

Kelainan bayi pada waktu hamil dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya nutrisi, vitamin, detak jantung si ibu, dan tekanan intrauterine. Jadi pada umumnya jauh lebih berbahaya tidak makan obat pada gangguan psikotik daripada memberikan obat pada pasien dengan psikotik yang hamil. Tentu saja sebelum dokter memberi obat dia harus menerangkan risiko dan kalau perlu pasien dan keluarganya menandatangani (informed consent) bahwa pasien memakai obat.

Perlu dicatat bahwa obat antidepresan kebanyakan masuk kategori C (baik yang lama seperti Amytriptilin, ataupun yang relatif baru seperti Sertralin). Antipsikotik juga kebanyakan masuk kategori B atau C, sedangkan benzodiazepine pada umumnya masuk kategori D.

Pengalaman saya (1970-2008), menangani pasien psikotik hamil sebanyak 28 orang, dan diberikan obat antipsikotik dan atau antidepresan, yang membuat pasien terkontrol dan tenang, hampir tidak ada kelainan pada anaknya. Malahan ada satu ibu depresi, makan obat antidepresan dan dua anaknya menjadi dokter.

bisnis.com

 

Konsultasi »

  • Cara menimbang berat badan

    Dadang Arief Primana
    Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga

  • Pembayaran ekspor oleh issuing bank hanya sebagian

    Saul Daniel Rumeser

  • Barang bersifat strategis yang bebas PPN

    Rachmanto Surahmat
    Tax Partner, Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Consult

  • Wakil pimpinan suka marah-marah

    Anthony Dio Martin
    Director HR Excellency

Komentar

Beri Komentar