• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225
Yul Iskandar

Seasonal Affective Disorder (SAD)

2009-07-03 09:08:42Oleh: Yul Iskandar
Psikiater
Tanya:

Yth. Dr. Yul,
Ketika saya kuliah di Minnesota, AS, saya menderita depresi ringan. Waktu itu musim dingin sehingga saya diminta melakukan terapi sinar. Dokter di sana mengatakan saya menderita SAD (seasonal affective disorder). Apakah terapi sinar benar-benar menyembuhkan SAD?

Tesy, Jakarta


Jawab :
Terapi sinar atau fototerapi adalah memberikan sinar (seperti sinar matahari, tetapi biaya mahal) pada wajah selama kurang dari 1 jam dalam 1 hari. Bila dilakukan dengan benar biasanya jelas bermanfaat dan tak ada efek samping. Yth. Sdr. Tesy,
Terima Kasih atas pertanyaannya.
Terapi sinar atau fototerapi adalah memberikan sinar (seperti sinar matahari, tetapi biaya mahal) pada wajah selama kurang dari 1 jam dalam 1 hari. Bila dilakukan dengan benar biasanya jelas bermanfaat dan tak ada efek samping.

Namun, ini bukan merupakan jenis terapi yang dapat diteliti secara terkontrol. Hanya sedikit psikiater menggunakan terapi ini untuk kasus-kasus SAD berat. Di Indonesia, matahari pagi cukup banyak sehingga lebih baik dengan sinar matahari saja yang gratis.

SAD merupakan kondisi depresi ringan hingga berat yang terjadi pada musim dingin. Hubungan antara depresi dan musim dingin telah lama diketahui. Pada 1898, seorang pengembara Arktik, Frederick Cook. menulis dalam jurnalnya, "Tirai kegelapan yang menyelimuti dunia luar yang dingin dan sepi juga merasuki alam pikiran kita". Seluruh anggota ekspedisi termasuk dokternya mengalami depresi.

DSM-IV tidak menyebut secara khusus adanya SAD, hanya menyebutnya sebagai depresi dan gangguan suasana hati musiman, bukan suatu kondisi psikiatri khusus.

SAD di negara bagian utara AS, seperti Minnesota yang lebih dingin, prevalensi SAD memang tinggi, mencapai 1:100 responden. Sedangkan di Florida yang lebih panas, prevalensi 1:16.000 responden.

Ini mungkin ada hubungannya antara sinar dengan perubahan hormonal. Kelenjar pineal adalah kelenjar kecil dan padat, terletak di bagian tengah, jauh di dalam otak . Kelenjar ini menyekresi hormon yang disebut melatonin pada malam hari. Para peneliti berpendapat produksi hormon melatonin yang tinggi akan menyebabkan depresi.

Namun, hasil penelitian menunjukkan produksi melatonin dan respons penderita SAD terhadap irama perubahan siang dan malam sama saja dengan orang lain. SAD yang diberikan terapi sinar kelihatannya berhasil baik. Akan tetapi, terapi sinar yang berlebihan dapat memicu kanker kulit.

Komentar

Kolom

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika