Dok, anak saya berusia 5 tahun maunya makan dengan mi instan terus, lauknya telur dadar. Kalau makan dengan mi dia bisa nambah dua sampai tiga kali. Dia tidak mau sayur sama sekali, daging, tempe, tahu. Saya khawatir kalau dia sampai ketagihan mi dan zat gizi lainnya tidak tercukupi. Bagaimana caranya mengurangi ketergantungan itu? Apa ada obat untuk menetralisir bumbu mi instan itu?
Dinda, Jakarta
Jawab :
Anak usia lima tahun biasanya mempunyai berat badan 18,4 kg dan tinggi badan 109,0 cm.
Yang terhormat sdri. Dinda,
Anak usia lima tahun biasanya mempunyai berat badan 18,4 kg dan tinggi badan 109,0 cm. Anak usia lima tahun mengonsumsi makanan padat biasa seperti orang dewasa yaitu makanan alamiah, gizi seimbang, beragam dan bervariasi.
Mi instan mengandung energi tinggi dengan zat gizi utama karbohidrat olahan. Zat gizi lain dalam mi instan seperti protein, lemak, vitamin dan mineral jumlahnya sangat sedikit.
Mi instan merupakan makanan olahan, proses pembuatannya ditambahkan garam natrium klorida, natrium polifosfat, natrium karbonat dan kalium karbonat serta tartrazine (pewarna kuning). Selain itu, mi instan juga ditambahkan food additive supaya memiliki sifat-sifat tertentu.
Food additive dan bahan pengawet sebagian besar mengandung natrium. Penelitian menyebutkan anak mengonsumsi makanan ditambah food additive dan bahan pengawet secara rutin meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kanker.
Telur merupakan makanan protein tinggi dan mengandung zat gizi essensial. Telur sering dijadikan standar pembanding protein makanan sumber lain. Nilai biologis telur yaitu 93,7%, sedangkan susu, ikan dan daging sapi masing-masing 84,5%, 76% dan 74,3%.
Konsumsi mi instan terus, walaupun lauknya telur dadar, belum termasuk makanan alamiah, gizi seimbang, beragam dan bervariasi. Oleh karena itu, anak Anda harus menghentikan konsumsi mi instan yang terus menerus.
Secara bertahap, anak Anda mengurangi konsumsi mi instan, misalnya tiga kali seminggu selama satu bulan. Kemudian, konsumsi mi instan diupayakan bisa satu-dua kali seminggu.
Anda bisa menambahkan sedikit nasi ke dalam mi instan yang dikonsumsi anak Anda. Lauk pauk hewani seperti ikan, ayam, daging, dan lauk pauk nabati seperti tahu, tempe, kacang dan sayuran juga dimasukan ke dalam mi instan.
Anda harus rajin dan penuh kesabaran mengganti mi instan dengan makanan pokok alamiah seperti nasi dan kentang. Porsi telur dadar dikurangi sedikit-sedikit dan ditambah "sedikit-sedikit" lauk pauk hewani, lauk pauk nabati dan sayuran yang beragam dan bervariasi.