Tanya:
Menunjuk artikel di Bisnis Indonesia 2 Desember 2009 mengenai standby letter of credit (L/C) yang dipergunakan untuk pembayaran ekspor secara open account, disebutkan bahwa ...."Pemilihan skema ini dengan pertimbangan lebih efisien, karena akan menghemat penggunaan credit line dari bank serta biayanya pun menjadi lebih murah .... ".
Dapatkah hal ini dijelaskan lebih lanjut Apakah hal ini dilihat dari kacamata eksportir ataukah importir?
Karena dari sudut bank kami tidak melihat perbedaan dalam penggunaan L/C biasa (commercial L/C) yang selama ini lazim digunakan dalam transaksi ekspor impor dengan penggunaan standby L/C.
Satu lagi yang masih membuat saya belum mengerti, kami sering menerima letter of guarantee. Yang kami bingungkan adalah, apakah pemeriksaan dokumen dengan uji vertikal terhadap letter of guarantee berbeda dengan L/C ekspor pada umumnya? Apa perbedaan dengan standby L/C?
Fajar Surahmad,
Bank Sinarmas
Surabaya
Jawab :
Untuk dapat melihat perbedaannya mari kita umpamakan kontrak jual beli antara eksportir dan importir 120 ton senilai US$120.000 selama 3 bulan. Misalkan pengapalan setiap bulannya dilakukan sebesar 40 ton senilai US$40.000.
Untuk dapat melihat perbedaannya mari kita umpamakan kontrak jual beli antara eksportir dan importir 120 ton senilai US$120.000 selama 3 bulan. Misalkan pengapalan setiap bulannya dilakukan sebesar 40 ton senilai US$40.000.
Bila kita menggunakan skenario penggunaan L/C ekspor-impor yang konvensional, sudah tentu L/C yang harus diterbitkan adalah senilai US$120.000 dengan masa berlaku 3 bulan bukan?
Nah, sekarang kalau kita menggunakan skenario pembayaran open account yang di-cover dengan standby L/C, kita cukup menerbitkan standby L/C senilai US$40.000 dengan masa berlaku 3 bulan yang sudah tentu akan menghemat, tidak hanya credit line tetapi juga biayanya ketimbang L/C senilai US$120.000 dengan masa laku yang sama.
Eksportir tetap aman karena shipment pada bulan kedua hanya akan dilakukan setelah pembayaran shipment pada bulan pertama telah diterimanya, demikian pula untuk shipment selanjutnya.
Perbedaan ini akan semakin kentara apabila periode semakin panjang ataupun transaksinya semakin besar nilainya.
Mudah-mudahan dengan contoh itu akan dapat lebih jelas maksudnya.
Letter of guarantee adalah terminologi yang tidak didefinisikan secara spesifik dalam berbagai aturan internasional yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce menyangkut instrumen penjaminan.
Dalam berbagai aturan internasional biasanya nama dari instrumen tersebut dapat sedemikian bervariasinya, biasanya diungkapkan dengan pernyataan however named or described.
Oleh karena itu salah satu cara yang paling efektif untuk dapat mengidentifikasi suatu instrumen penjaminan adalah dengan melihat dan meneliti isi (redaksi) dari instrumen tersebut.
Sebagai contoh standby L/C dapat saja tidak secara spesifik mencantumkan kata standby L/C tetapi misalnya menyebutkan dirinya sebagai letter of credit saja, padahal isinya sebenarnya adalah standby L/C.