compare


Senin, 30 Juni 2008
Review Zyrex Ubud
UMPC murah dengan Windows Vista

Spesifikasi:
Prosesor: VIA C7-M 1,2 Ghz, cache 128 KB
RAM: 1 GB DDR2 SDRAM
Display adapter: VIA/S3G Unichrome Pro II IGP
Storage: 30 GB Seagate ST730212DE 4200 rpm (ATA), Card reader 4-in-1
Display: Layar LCD TFT 7 inci, 800 x 480 piksel
Wi-Fi IEEE 802.11b/g Realtek RTL8187 10/100 Mbps, Bluetooth
Port: 2 x USB 2.0, 1 jack earphone, 1 jack microphone
Sistem operasi Windows Vista Starter Edition
Dimensi: 230 x 29.4 x 171 mm
Bobot: 985 gram
Input: Papan ketik 80 kunci, touchpad, webcam
Asesoris: CD driver ubud, konverter dvi-to-vga, adapter AC-DC

Pasar kelas notebook mini tiba-tiba jadi meriah sejak kemunculan Asus EeePC. Nama jenis produk ini sendiri masih simpang siur. Ada yang menamakannya sebagai UMPC, seperti nama konsep produk dari Microsoft yang sudah dimunculkan terlebih dahulu.
Namun perusahaan seperti Intel dan Microsoft sendiri tidak sependapat. Intel misalnya menamakannya sebagai Netbook, yang menekankan pemakaian notebook ini untuk Internet. Microsoft lebih suka menggolongkannya sebagai komputer ultramurah (Ultra Low Cost PC atau ULCPC).

Meskipun pertama di kelasnya EeePC satu ini bukanlah satu-satunya. Di Indonesia Zyrex dan Axioo sudah meluncurkan produk sejenis. Khusus Zyrex ada dua jenis rancangan netbook yang tersedia: Anoa dan Ubud. Bisnis mendapatkan kesempatan untuk mencoba Zyrex Ubud.

Zyrex Ubud merupakan versi Indonesia dari rancangan VIA Nanobook. Di luar negeri rancangan ini juga dikenal dengan nama Cloudbook. VIA sendiri sudah mengumumkan rancangan referensi Nanobook pada saat yang hampir bersamaan dengan Asus mengumumkan rencananya buat EeePC. Karena itu cukup menarik juga buat membandingkan keduanya.

Webcam & pointer
Komputer renik ini memiliki layar 7 inci dengan resolusi 800x480 seperti Asus EeePC dan Intel Classmate (atau Zyrex Anoa). Namun kerangka yang membingkai layar LCD masih cukup luas untuk menampung layar berukuran lebih besar.
Para perancang Ubud menaruh webcam di samping kanan, tidak seperti kebanyakan notebook yang meletakkannya di atas layar monitor. Bodi notebook dibalut oleh warna hitam, yang menurut pihak Zyrex merupakan satu-satunya pilihan warna. Bobot Zyrex Ubud ini kurang daripada 1 kilogram, seperti EeePC, dan lebih ringan daripada rancangan Intel Classmate yang mencapai 1,5 kilogram.
Rancangan peranti pointer (yang pada komputer lain dikenali sebagai trackpoint, touchpad atau mouse) cukup berbeda dari yang lain. Dua tombol yang berfungsi sebagai tombol mouse diletakkan di sisi sebelah kiri, di antara keyboard dan layar monitor.
Petak touchpad diletakkan di sebelah kanan. Payahnya, petak touchpad ini ukurannya sangat kecil, tak jauh lebih besar dari uang logam. Saya bertanya-tanya mengapa perancang Ubud tidak mengadopsi saja peranti trackpoint, yang juga hemat tempat tapi lebih mudah digunakan.

Satu peranti masukan lain yang juga sebenarnya rentan terhadap keluhan adalah papan ketik. Ini merupakan keluhan yang misalnya kadang saya dengarkan dari pemakai EeePC. Karena ukurannya perancang notebook mini seperti Ubud tidak dapat menyediakan papan ketik seperti pada desktop, atau bahkan seperti notebook biasa.

Model yang digunakan Ubud hanya memiliki 80 tombol, (notebook reguler punya 86 tombol), dengan ukuran tombol lebih kecil dan susunan lebih rapat. Meskipun begitu menggunakan papan ketik ini cukup nyaman, bila kita sudah membiasakan diri dengan jejeran tombol yang lebih rapat dari biasa.

Adapter yang digunakan Zyrex Ubud ukurannya sebanding dengan yang ditemukan pada komputer portabel biasa, yang berukuran lebih besar. Ini agak mengecewakan buat pemakai yang ingin membeli Ubud dengan alasan portabilitas. Bandingkan dengan EeePC yang adapternya meskipun belum seringkas adapter ponsel, ukurannya masih sebanding dengan peranti induknya.

Buat mengetes daya tahan baterai saya mencoba menggunakan Ubud terus-menerus, dengan Wi-Fi dihidupkan. Yang dilakukan adalah mengetik, berselancar dan mendengarkan musik. Dengan mode penggunaan ini baterai dapat bertahan sekitar 2,5 jam.
Berbeda dengan kebanyakan noteook lain yang masih menggunakan port VGA, Ubud menggunakan port DVI. Port DVI ini ditaruh di sebelah kiri. Port DVI secara teoretis lebih baik daripada port VGA, karena port DVI adalah digital, dan karena itu tidak ada data yang hilang dari komputer ke monitor sekunder.

Sedangkan bila kita menggunakan port VGA tayangan harus dikonversikan dulu ke format analog. Masalahnya masih banyak proyektor yang hanya menyediakan colokan VGA. Untungnya Zyrex sudah menyediakan konverter DVI-to-VGA.
Untuk terhubung ke peranti lain Ubud dapat memanfaatkan koneksi Wi-Fi, Ethernet ataupun Bluetooth. Opsi terakhir ini tidak tersedia pada kompetitornya.

Vista Starter Edition
Buat pengguna komputer yang terbiasa menggunakan Microsoft Windows, sistem operasi bawaan Zyrex Ubud mungkin terdengar lebih menjanjikan. Zyrex melengkapi produknya dengan Vista Starter Edition, salah satu versi dari generasi terbaru Microsoft Windows. Dengan RAM 1 GB dan prosesor VIA C7-M 1 GHz sekilas Ubud memang sudah layak menjalankan Vista.
Berbeda dengan instalasi Windows XP pada mesin sekelas (EeePC, atau Anoa) Vista sendiri memang lebih mampu menangani resolusi 800x480. Bagaimana pun Vista tidak dirancang buat layar dengan resolusi sekecil itu. Menu program terlihat terlalu besar dan menyita ruang di layar.

Problem lain adalah Vista Starter Edition hanya mengizinkan menjalankan tiga aplikasi sekaligus. Bila Anda merasa perlu lebih paling tidak Anda harus merogoh kocek buat menginstal Vista Home Basic.
Kinerja Vista sendiri sebenarnya tidak terlalu mengecewakan bila Anda hanya ingin mengetik, berselancar di web, atau memutar musik dan video. Namun pilihan Zyrex untuk menyertakan hard disk 4200 rpm sebagai storage agaknya ikut menekan kinerja Ubud.
Ini terasa pada boot time (waktu yang dihabiskan dari menekan tombol sampai Ubud siap digunakan). Ubud memerlukan waktu 1 menit 30 detik sampai Windows selesai dimuat. Bila kita memperhitungkan waktu sampai seluruh program startup dimuat waktu ini melonjak sampai dua kali lipat. Sebagai perbandingan Asus mencatat boot time 30 detik untuk EeePC yang menggu Linux dan 50 detik untuk Windows.

Di sisi lain pemilihan hard disk ini mendongkrak kapasitas penyimpanan Ubud sampai 30 GB. Bandingkan dengan EeePC generasi pertama dan Anoa yang memiliki storage maksimum 8 GB.
Selain hard disk tersedia juga pilihan menggunakan kartu memori (seperti SD dan MMC) sebagai medium penyimpanan. Ini memudahkan kita buat memindahkan data dari kamera digital dan ponsel, yang banyak menggunakan kartu memori sebagai storage ekstra.
Selain Windows Vista Starter Edition tersedia juga edisi trial Microsoft Office 2007. Saya kira mungkin ada baiknya juga Ubud menyertakan OpenOffice.org atau StarOffice, seperti yang dilakukan kompetitor. Namun masalah ini relatif mudah diatasi.

Zyrex Ubud rasanya dapat menjadi pilihan bila Anda menginginkan notebook yang berkapasitas penyimpanan besar, dan menjalankan Windows. Buat sekedar mengetik, berselancar di web serta memutar video tanpa tergantung tempat, kemampuan Ubud sudah cukup memadai. (redaksi@bisnis.co.id)


berita Terkait
Rabu, 2 Juli 2008
Asus membuat gebrakan dengan membuat perangkat komputasi bergerak yang benar-benar enak dijinjing, memiliki kemampuan komputasi dan koneksi terpenting dari sebuah notebook, dan harga yang terjangkau.
Rabu, 2 Juli 2008
Pasar kelas notebook mini tiba-tiba jadi meriah sejak kemunculan Asus EeePC. Nama jenis produk ini sendiri masih simpang siur. Ada yang menamakannya sebagai UMPC, seperti nama konsep produk dari Microsoft yang sudah dimunculkan terlebih dahulu.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu
top update
Jumat, 18 Juli 2008
Teknologi memang harus membuat simpel segala sesuatu. Alasan seperti itulah yang melatarbelakangi Hewlett-Packard (HP) meluncurkan New TouchSmart PC, generasi terbaru personal computer all-in-one.
Jumat, 18 Juli 2008
Mini notebook murah merupakan salah satu jenis peranti elektronik paling hot saat ini. Berbagai model bermunculan, susul-menyusul, dengan kelebihan sendiri-sendiri.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu