compare


Senin, 30 Juni 2008
Review MacBook Air
Desain minimalis, kemampuan maksimalis

Spesifikasi:
Prosesor: Intel Core 2 Duo 1,6 GHz, 4 MB L2 cache, FSB 800 MHz
RAM: 2GB DDR2 SDRAM 667 MHz (max)
Display: Layar LCD 13,3 inci TFT, LED backlit, 1280 x 800 piksel
Adapter grafis: Intel GMA X3100 graphics processor, 144 MB DDR SDRAM
Hard disk: 80 GB Parallel ATA 4200 rpm
Video camera: Built-in iSight camera
Audio: speaker mono, mikrofon omnidireksional, audio output, headphone out
Jaringan dan port: Wi-Fi 802.11n (draft) AirPort Extreme, Bluetooth 2.1 +EDR, port USB 2.0 1x, port micro-DVI (mendukung DVI, VG, S-Video dan komposit dengan adapter)
Bobot: 1,36 kg
Dimensi: 32,5 cm x 22,7 cm x 0,4 – 1,94 cm
Peranti lunak: Mac OS X 10.5 Leopard (termasuk Time Machine, Quick Look, Spaces, Spotlight, Dashboard, Mail, iChat, Safari, Address Book, QuickTime, iCal, DVD Player, Photo Booth, Front Row, Xcode developer tools), iLife '08
Bundling CD: Boot Camp, driver Windows

Sejak beralih ke prosesor Intel para penggemarnya lama menunggu-nunggu komputer notebook Apple ultraportabel. Pada saat masih menggunakan prosesor PowerPC yang termasuk dalam kategori ini adalah PowerBook 12 inci. Namun agaknya Apple sibuk memproduksi notebook berlayar lebar. MacBook Pro yang diposisikan sebagai pengganti lini PowerBook memiliki layar 15 inci dan 17 inci. Padahal salah satu penyebab Apple beralih ke Intel adalah untuk buat meneruskan lini ultraportabel mereka.
Penantian pemakai Apple akhirnya berakhir pada bulan Januari lalu. Pada tanggal 15 bulan tersebut CEO Apple, Steve Jobs, memamerkan notebook ultraportabel pertama Apple yang menggunakan prosesor Intel, MacBook Air.
MacBook Air konon menimbulkan kehebohan pada acara itu, karena ukurannya yang sangat tipis. Steve Jobs membawanya ke dalam ruangan di dalam sebuah amplop, dan tidak ada yang menyangka bahwa isinya adalah sebuah komputer.
Dalam kesempatan ini Bisnis mendapatkan kesempatan untuk menguji coba sendiri komputer ultraportabel Apple tersebut. Bagaimana kebolehan notebook yang diklaim Apple sebagai komputer tertipis di dunia ini?

Lebih tipis dari ponsel

Anda pikir ponsel Anda sudah tipis? Coba periksa lagi, karena ada kemungkinan MacBook Air masih lebih tipis daripadanya. Padahal umumnya komputer notebook, seberapapun ringannya, masih lebih tebal dari kebanyakan ponsel. Ketebalannya—atau mungkin lebih tepat ketipisannya—hanya 0,4 cm sampai 1,94 cm.

Namun ukuran tipis ini tidak berlaku buat dimensi lainnya. Layar MacBook Air setara dengan layar MacBook yang paling kecil: 13,3 inci. Agaknya Apple merasa tidak puas dengan ukuran layar 12 inci yang sebelumnya menjadi standar ultraportabel mereka.
Ukuran layar yang cukup lebar buat ultraportabel ini berdampak pula pada peranti masukan lainnya, seperti papan ketik dan touchpad. Dibandingkan kebanyakan komputer ultraportabel lainnya papan ketik MacBook Air cukup lega. Namun tidak berarti papan ketik tersebut tanpa kekurangan. Misalnya tidak tombol Home, PageUp, PageDown dan End (meskipun ini dapat diemulasi dengan Fn + tombol panah), serta tak ada tombol NumLock atau PrtScrn yang biasa ditemukan pada papan ketik notebook lain. Dan mengikuti tradisi Apple yang menyebalkan, tombol Enter/Return berukuran kecil, lebih kecil daripada Shift.

Salah satu fitur yang menjadi favorit pemakai MacBook Pro, lampu belakang (backlit) pada papan ketik, dibawa Apple untuk MacBook Air. Lampu belakang ini akan menyala dari balik tombol papan ketik ketika MacBook Air mengindera bahwa penerangan di dalam ruangan berkurang. Ini akan berguna di dalam ruangan yang digelapkan, seperti pada saat melakukan presentasi dengan proyektor.
Trackpad mungkin merupakan salah satu kelebihan MacBook Air yang belum dapat ditandingi oleh notebook lain. Peranti pointer ini lebih luas dari yang sudah-sudah, dan merupakan yang terluas dari semua notebook yang pernah saya temukan. Namun yang patut disebutkan di sini adalah kemampuannya untuk melakukan multisentuhan (multitouch). Ini lagi-lagi dipinjam dari peranti Apple lainnya, iPhone dan iPod Touch.

Antarmuka multisentuhan merupakan fitur unggulan pada iPhone. Namun tidak seperti pada peranti genggam tersebut fungsi multisentuhan tidak terlalu vital untuk komputer seperti MacBook Air. Gerakan multisentuhan bisa digunakan untuk memperbesar dan memperkecil gambar misalnya, namun ini juga dapat dilakukan dengan tombol papan ketik. Bagaimanapun, fitur ini cukup menarik sebagai alternatif. Mungkin Anda akan merasa multisentuhan lebih intuitif daripada papan ketik.
Di satu sisi ketipisan MacBook memang menguntungkan buat para pemakai yang menginginkan kemudahan dalam bepergian. Di sisi lain sebenarnya Apple membuat banyak pengorbanan untuk mendapatkan rancangan unik ini. Misalnya Apple tidak menyertakan drive optik (DVD/CD) atau slot ExpressCard. Mereka bahkan tidak menyediakan port Ethernet. Untuk terhubung ke jaringan satu-satunya cara adalah lewat adapter nirkabel (Wi-Fi). Apple memilih adapter 802.11n. Kalau Anda benar-benar perlu koneksi ethernet satu-satunya cara adalah membeli adapter USB-Ethernet, yang tersedia terpisah.

Colokan lain yang tersedia adalah colokan mikro-DVI. Dengan adapter yang disediakan ini dapat dihubungkan dengan kabel VGA atau DVI.
Pada kesempatan berikutnya kita akan melihat lebih jauh isi di dalamnya, kinerjanya serta baterai.

Bukan tercepat, tetapi eye catching

Dari spesifikasinya sekilas, prossor Macbook Air tidak jauh berbeda dengan banyak komputer portabel lainnya, yaitu sama-sama menggunakan Intel Core 2 Duo. Namun prosesor ini konon menggunakan kemasan yang lebih kecil daripada prosesor serupa yang satu generasi (Merom). Ini untuk mengakomodasi rancangan Apple yang sangat tipis.
Dengan prosesor inti ganda 1,6 GHz Macbook Air mungkin tidak menjadi komputer tercepat dibandingkan komputer lain sezaman. Namun dari pemakaian komputer ini lebih dari cukup untuk kerja sehari-hari seperti menjalankan aplikasi kantoran dan hiburan (seperti iWork dan iLife). Aplikasi yang lumayan lambat seperti NeoOffice juga berjalan lumayan lancar. Sayangnya, Bisnis tidak mendapatkan kesempatan untuk mengetes aplikasi lain yang terkenal lebih berat seperti Adobe Photoshop.
Ada dua opsi storage untuk Macbook Air. Pertama hard disk 4200 rpm PATA berkapasitas 80 GB, dan SSD (solid-state disk) 64 GB. Yang diuji oleh Bisnis adalah versi hard disk 80 GB. Pilihan Apple untuk hard disk 4200 rpm mungkin bertujuan buat menghemat konsumsi daya. Namun di sisi lain ini mungkin membuat boot time jadi cukup lama.
Dari pengukuran Macbook Air memerlukan waktu lebih sekitar 58-1:10 menit untuk booting. Ini lebih lama dari benchmark pihak lain yang menyebutkan angka sekitar 40 detik buat model dengan hard disk. Beberapa laporan di Internet juga mengeluhkan kinerja Macbook Air pada tugas-tugas yang sering memaksa komputer mengakses hard disk.
Pada uji baterai Macbook 'lulus' tes memutar DVD. Macbook Air mampu bertahan saat memutar DVD Hannibal Rising yang panjangnya 1 jam 52 detik. Dalam penggunaan biasa sendiri komputer ini bertahan 3 jam. Ini tidak luar biasa, karena iBook G4 dulunya dapat bertahan 4 jam.
Sebagai peranti yang enteng dan tipis Macbook Air akan sangat menarik perhatian buat pemakai yang sering bepergian. Namun dengan baterai yang biasa-biasa saja, agaknya pemakai akan lebih sering menggunakannya dengan adapter AC. Namun ini tidak akan mengurangi daya tarik komputer ini buat pekerja yang sering di jalan. Toh, sebenarnya mencari colokan listrik juga tidak sukar-sukar amat. (redaksi@bisnis.co.id)


berita Terkait
Rabu, 2 Juli 2008
Asus membuat gebrakan dengan membuat perangkat komputasi bergerak yang benar-benar enak dijinjing, memiliki kemampuan komputasi dan koneksi terpenting dari sebuah notebook, dan harga yang terjangkau.
Rabu, 2 Juli 2008
Pasar kelas notebook mini tiba-tiba jadi meriah sejak kemunculan Asus EeePC. Nama jenis produk ini sendiri masih simpang siur. Ada yang menamakannya sebagai UMPC, seperti nama konsep produk dari Microsoft yang sudah dimunculkan terlebih dahulu.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu
top update
Jumat, 18 Juli 2008
Teknologi memang harus membuat simpel segala sesuatu. Alasan seperti itulah yang melatarbelakangi Hewlett-Packard (HP) meluncurkan New TouchSmart PC, generasi terbaru personal computer all-in-one.
Jumat, 18 Juli 2008
Mini notebook murah merupakan salah satu jenis peranti elektronik paling hot saat ini. Berbagai model bermunculan, susul-menyusul, dengan kelebihan sendiri-sendiri.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu