compare
Jumat, 18 Juli 2008

Review HP 2133 Mininote
Si mungil dengan desain menawan


Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia

Spesifikasi:
Spesifikasi HP Mininote
Prosesor: VIA C7-M 1,2 Ghz, L2 cache 128 kB, FSB 800 MHz
RAM: 1 GB DDR2 SDRAM 667
Adapter grafis: VIA Chrome 9
Storage: Hard disk 120 GB 5400 rpm SATA
Display: LCD 8,9 inci
Port/slot: 2 port USB, 1 ExpressCard/54, 1 SD/MMC, 1 RJ-45 (ethernet), 1 mikrofon, 1 line-out/headphone
Konektivitas: WLAN (IEEE 802.11a/b/g), Bluetooth, Gigabit Ethernet,
Dimensi: 25,5 cm x 16,5 cm x 2,7 cm
Bobot: 1,2 kg
Baterai: Li-Ion 3 cell

Abstrak: Dibandingkan dengan pesaingnya, HP 2133 Mininote merupakan yang paling baik desainnya, dan paling mudah digunakan.

Mini notebook murah merupakan salah satu jenis peranti elektronik paling hot saat ini. Berbagai model bermunculan, susul-menyusul, dengan kelebihan sendiri-sendiri. Karena itu cukup menarik untuk melihat bagaimana vendor notebook yang sudah mapan seperti Hewlett Packard (HP) mencoba memasuki segmen pasar baru ini.
Jawaban HP adalah Mininote, atau HP 2133, yang ditawarkan dalam berbagai konfigurasi. Yang paling murah ditawarkan seharga US$ 500, menggunakan SUSE Linux Desktop, dengan RAM 512 MB dan storage flash 4 GB. Konfigurasi termahal menggunakan Windows Vista Business (yang dapat didowngrade ke Windows XP Professional), dengan RAM 2 GB dan storage cakram padat berkapasitas 120 GB. Model terakhir ini dijual seharga US$749.
Bisnis mendapat kesempatan untuk mencicipi salah satu model HP Mininote ini. Dengan RAM 1 GB dan sistem operasi Windows Home Basic, model yang diuji ini termasuk kelas menengah dari semua model HP Mini-Note. Konfigurasi model ini dihargai sebesar US$ 699.

Aluminium
Casing HP Mini-Note terbuat dari bahan aluminium. Beberapa bagian dapat ditutupi dengan skin yang agaknya dapat dipilih, buat melindungi komputer ini dari goresan. Tanpa skin tersebut, badan notebook ini dibalut warna metalik. Kekecualiannya adalah pada layar, yang dominan berwarna hitam.

Layar komputer ini berukuran 8,9 inci dengan resolusi 1280 x 768, lebih besar daripada generasi pertama Asus EeePC atau Intel Classmate, namun sebanding dengan kompetitornya yang lain, seperti generasi kedua EeePC. Layar ini diapit oleh speaker, yang ditaruh di kanan kirinya.

Papan ketik HP 2133 berwarna metalik, seperti warna badannya. Meskipun ukuran layar tidak beda jauh dengan mini notebook lainnya, dalam hal papan ketik HP 2133 cukup istimewa. Ukuran tombol-tombolnya sebanding dengan yang terdapat pada papan ketik notebook biasa. Ukuran papan ketik inilah mungkin yang membuat peranti ini menjadi lebih lebar daripada peranti sekelasnya.

Keputusan untuk memperluas papan ketik ini agaknya berpengaruh pada peranti masukan lain: touchpad. Untuk menyesuaikan dengan tempat yang tersedia, rancangan touchpad agak berbeda dari biasa. Tombol berada di kanan kiri, bukan di sebelah atas. Touchpad ini dapat dinonaktifkan dengan tombol khusus di dekatnya, apabila Anda lebih suka menggunakan tetikus terpisah.

Port USB yang tersedia hanya ada dua buah, satu di masing-masing sisi notebook. Untuk display eksternal terdapat port VGA yang terletak di sisi kiri, bersama-sama jack mikrofon dan line-out.
Berbeda dengan kebanyakan kompetitornya HP memutuskan untuk menyertakan slot ekspansi buat notebook mini ini. Pemakai yang memiliki modem 3G misalnya akan bergembira dengan slot ExpressCard/54 yang tersedia di sisi kanan komputer. Di bawahnya terdapat slot Secure Digital (S), yang tidak hanya dapat menampung kartu memori jenis SD, tapi juga MultiMedia Card (MMC).

Pada sisi yang sama bisa ditemukan juga port Ethernet (RJ-45).
Switch daya terletak di sebelah depan, yang dilengkapi dengan lampu indikator. Lampu dan switch ini tetap terlihat meskipun notebook ditutup. Di dekatnya terdapat lampu indikator yang mengisyaratkan aktivitas cakram padat. Di sisi lebih jauh terdapat switch untuk mengaktifkan koneksi nirkabel (WLAN). Seperti switch daya terdapat pula lampu indikator di sini.

Dengan Windows Vista
Mini notebook seperti ini mungkin akan lebih cocok menggunakan Windows XP. Sayangnya, pilihan ini hanya terdapat pada konfigurasi yang lebih mahal (opsi downgrade pada Windows Vista Business). Namun dengan konfigurasi yang diuji ini Home Basic seharusnya cukup memadai.

Selain aplikasi standar yang dibundel pada Windows Vista Home Basic (Internet Explorer, Windows Media Player, Windows Mail, Calendar, dan lain-lainnya), HP juga membundel beberapa aplikasi lain. Ini terdiri dari utilitas HP (HP Battery Check, HP Health Check, HP Home Network Center, HP System Information, HP Update, and Wireless Network Setup), serta beberapa dari pihak ketiga.

Beberapa yang patut disebut di sini adalah Intervideo WinDVD, Norton Internet Security dan Roxio Creator Basic. Menariknya, kita dapat memilih aplikasi mana saja yang bisa diinstal lewat utilitas HP Software Setup.

Kinerja dan Kesimpulan
Dengan papan ketik yang lega HP 2133 Mini-Note paling cocok digunakan sebagai mesin pengolah kata yang mungil dan sangat portabel. Sayangnya HP tidak menyediakan aplikasi pengolah kata (atau aplikasi kantoran lainnya) dengan produk mereka ini. Namun cukup mudah memasang sendiri aplikasi gratis seperti OpenOffice.org (gratis), atau Microsoft Office bila Anda memerlukannya. Mengetik dengan notebook ini cukup menyenangkan.

Saya mencoba melihat apakah notebook mungil ini cukup ampuh untuk digunakan sebagai peranti hiburan. Sayangnya prosesor VIA C7-M dan adapter grafisnya tidak berdaya menangani video yang dimampatkan dengan kompresi H.264. Namun video Xvid/DivX masih bisa ditangani, begitu pula berkas MP3. Komputer ini juga agaknya tidak terlalu baik untuk kerja multitasking terlalu banyak.

Keputusan HP untuk memilih cakram padat agaknya berpengaruh besar buat boot time peranti ini, yang mencapai 1,5 menit (bandingkan dengan EeePC yang mencatat waktu di bawah 30 detik). Kecepatan cakram padat yang digunakan juga rendah. Notebook Vista lainnya, yang juga menggunakan cakram padat, mampu booting di bawah waktu 1 menit.

Ukuran mungil peranti ini akan menggoda pemiliknya berlama-lama bekerja di luar ruangan. Namun baterai 3 cell yang disertakan pada tidak cukup tahan. HP mengklaim baterai ini dapat bertahan 2 jam 15 menit, yang terlalu rendah buat kebanyakan pekerja mobil. Bila memutar video terus-menerus, notebook ini hanya dapat bertahan 1,5 jam saja.

Dibandingkan dengan pesaingnya, HP 2133 Mininote merupakan yang paling baik desainnya, dan paling mudah digunakan. Keluhan saya hanyalah pada rancangan touchpadnya. Bila Anda tertarik sangat disarankan untuk mendapatkan model dengan baterai berkapasitas lebih tinggi. Begitu pula, jangan terlalu membebani HP Mininote. (redaksi@bisnis.co.id)


berita Terkait
Rabu, 2 Juli 2008
Asus membuat gebrakan dengan membuat perangkat komputasi bergerak yang benar-benar enak dijinjing, memiliki kemampuan komputasi dan koneksi terpenting dari sebuah notebook, dan harga yang terjangkau.
Rabu, 2 Juli 2008
Pasar kelas notebook mini tiba-tiba jadi meriah sejak kemunculan Asus EeePC. Nama jenis produk ini sendiri masih simpang siur. Ada yang menamakannya sebagai UMPC, seperti nama konsep produk dari Microsoft yang sudah dimunculkan terlebih dahulu.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu
top update
Jumat, 18 Juli 2008
Teknologi memang harus membuat simpel segala sesuatu. Alasan seperti itulah yang melatarbelakangi Hewlett-Packard (HP) meluncurkan New TouchSmart PC, generasi terbaru personal computer all-in-one.
Jumat, 18 Juli 2008
Mini notebook murah merupakan salah satu jenis peranti elektronik paling hot saat ini. Berbagai model bermunculan, susul-menyusul, dengan kelebihan sendiri-sendiri.
Rabu, 2 Juli 2008
Anda tengah berburu notebook? Tidak ada salahnya mencoba MacBook Air dari Apple. Bagi pecinta Apple, inilah koleksi notebook yang Anda tunggu-tunggu