
JAKARTA: USDA atau Departemen Pertanian Amerika Serikat dalam laporannya hari ini mengungkapkan ekspor kapas Amerika Serikat, eksportir terbesar dari serat, akan menjadi 9,1% lebih tinggi dari perkiraan satu bulan lalu, sehingga harga kapas akan turun dan permintaan pulih.
Pengiriman luar negeri diperkirakan akan mencapai 12 juta bal dalam tahun pemasaran yang dimulai 1 Agustus, dibandingkan dengan perkiraan Januari 11 juta. Analis yang disurvei oleh Bloomberg News memperkirakan 11,2 juta, rata-rata. "Beberapa pedagang mengatakan ekspor akan menjadi semakin kuat," kata Don Shurley, seorang profesor dan ekonom di University of Georgia di Tifton.
"Harga menurun dan ini dapat membantu. Namun stok akan menjadi 3,3 juta bal, 23% lebih rendah dari perkiraan Januari 4,3 juta dan turun 48% dari tahun sebelumnya,” kata USDA.
Stok akhir saat ini diperkirakan 21% dari total penggunaan. “Tingkat terendah dalam 6 tahun,” kata lembaga itu. “Namun, panen baru-baru ini mencapai 12,4 juta bal, tidak berubah dari perkiraan bulan lalu dan turun 3,3% dari musim lalu,” kata USDA.
Adapun yang dijual oleh AS 13,28 juta bal ke pabrik di luar negeri pada tahun sebelumnya dan stok akhir 6,34 juta bal dalam pada akhir tahun pemasaran. Kapas berjangka untuk pengiriman Maret naik 2,54 sen, atau 3,8% menjadi 69,16% sen per pon kemarin di ICE Futures AS di New York, kenaikan terbesar dalam enam bulan, "kata Ryan.
"Kami melihat stok AS hampir habis," katanya. Produksi kapas telah maju 39% dalam 12 bulan terakhir karena cuaca buruk menghambat panen AS dan kualitas tanaman rusak. “Produksi global akan turun 4,4% dari tahun sebelumnya menjadi 102,7 juta bal, dan sedikit berubah dari proyeksi bulan lalu,” kata USDA. USDA memprediksi konsumsi dunia akan naik 4,9% menjadi 115,5 juta bal. Proyeksi pada Januari 114.4 million bal dan tahun lalu, konsumsi direvisi menjadi 110,1 juta bal.(msb)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »