Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis


Kamis, 24/04/2008 13:53 WIB

Kebijakan peningkatan produktivitas padi dinilai masih parsial

oleh : Aset Dadan & Agust Supriadi

JAKARTA: Kebijakan peningkatan produktivitas padi dinilai masih parsial karena masih fokus pada insentif subsidi benih dan pupuk, bukan perluasan lahan dan perbaikan genetik bibit unggul.

Pantjar Simatupang, Peneliti Senior Pusat Analisis Sosial Ekonomi Pertanian Departemen Pertanian, mengatakan selama ini pemerintah tetap mempertahankan kebijakan subsidi harga pupuk dan subsidi benih. Padahal kebijakan itu selalu memicu masalah karena menyebabkan pupuk langka dan penyelundupan.

"Artinya kebijakan subsidi itu bertolak belakang dengan tujuan peningkatan produksi karena justru menimbulkan masalah baru," katanya pada seminar Kebijakan Perberasan di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, sebaiknya subsidi itu dialihkan untuk perbaikan genetik bibit unggul padi dan perluasan lahan pertanian. Sebagian petani Indonesia masih mengandalkan bibit padi jenis IR 64 yang dirilis pada pertengahan 1980-an.

Sampai kini belum ada perbaikan bibit unggul yang dapat digunakan secara masal. Kemudian konversi lahan pertanian harus diantisipasi pemerintah dengan membuka lahan-lahan baru.

Pada kesempatan sama, Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Perikanan Bayu Krisnamurthi mengemukakan susbsidi pertanian setiap tahun mencapai Rp20 triliun, untuk subsidi pupuk, benih, kredit hingga subsidi harga beras.

"Selama ini kebijakan subsidi seperti itu sudah lazim.Pemerintah sedang mencari formulasi baru yang tepat dan akan meminta pendapat pakar," katanya.  (dj)

bisnis.com

 

Berita Lain

Komentar

Beri Komentar