Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis


Kamis, 24/04/2008 18:04 WIB

Lonjakan produksi padi 2007 tak akan berlanjut

oleh : Antara

JAKARTA: Kalangan peneliti mengungkapkan lonjakan produksi padi nasional yang terjadi dalam dua tahun terakhir tidak akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang tanpa ada kebijakan yang fundamental pembangunan pertanian.

Peneliti senior Pusat Penelitian Ekonomi dan Sosial Departemen Pertanian, Pantjar Simatupang di Jakarta, Kamis mengungkapkan, selama 1955-2005 pertumbuhan produksi padi nasional rata-rata melambat hanya selama 1974-1981 mengalami "booming" atau lonjakan, namuan setelah 1981 hingga sekarang cenderung menurun.

Namun pada 2007 pemerintah mengeluarkan perhitungan produksi padi nasional naik sebesar 4,77 persen dibanding tahun 2006 sementara 2008 diperkirakan meningkat 2,3 persen dari tahun lalu.

"Keberhasilan (pertumbuhan produksi padi) dalam dua tahun ini sangat luar biasa. Apakah itu akurat ? Kalau itu benar apakah akan berlanjut," katanya mempertanyakan.

Dalam seminar tentang Kebijakan Perberasan di Indonesia yang digelar CSIS itu Pantjar Simatupang mengatakan, lonjakan-lonjakan itu diragukan akan tetap berlanjut pada masa-masa mendatang.

Menurut dia, saat ini banyak persoalan yang terjadi pada usaha produksi padi seperti alih fungsi lahan pertanian yang mencapai 1,3 persen per tahun pada luas baku sawah untuk kepentingan non pertanian.

Dampak alih fungsi atau konversi lahan tersebut, tambahnya, dalam jangka panjang tidak akan bisa diatasi dengan berbagai macam terobosan sekalipun.

Alih fungsi lahan pertanian untuk perumahan maupun industri akan terus terjadi selama penduduk bertambah dan terjadi kenaikan ekonomi, sementara di sisi lain pencetakan sawah baru sangat rendah.

Selain konversi lahan, menurut dia, persoalan lain yang menghadang peningkatan produksi padi yakni tidak adanya pengembangan infrastruktur pertanian seperti saluran irigasi maupun jalan desa.

"Infrastruktur pertanian yang ada saat ini semuanya dibangun pada masa orde baru," katanya.

Sementara di ketersediaan benih, menurut dia hingga saat ini terjadi kemandegan inovasi penelitian guna menemukan varietas-varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi.

Varietas padi IR64 yang berasnya banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, katanya, merupakan hasil penemuan pada 1980an sedangkan saat ini praktis tidak ada penemuan lagi yang baru.

Tak hanya itu, Pantjar juga mengungkapkan masih tingginya angka kehilangan hasil panen, namun mengenai besarnya hingga saat ini tidak ada data yang pasti dari instansi terkait.

Menanggapi hal itu Deputi Menko Perekonomian Bayu Krisnamurti menyatakan, diperlukan reinvestasi di sektor pertanian untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produksi padi.

Untuk itu, tambahnya, pada tahun ini pemerintah menganggarkan dana untuk rehabilitasi saluran irigasi seluas 500 ribu ha di seluruh tanah air. (dj)

bisnis.com

 

Berita Lain

Komentar

Beri Komentar