Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis
Rabu, 30/04/2008 20:09 WIB
Laba bersih Bakrie Sumatera meroket 794%
oleh : Berliana Elisabeth Simarmata
JAKARTA: Lonjakan harga crude palm oil (CPO) memberi berkah bagi PT Bakrie Sumatera Plantations. Laba bersih perusahaan periode kuartal I 2008 meroket 794% menjadi Rp165 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp18 miliar.
Perolehan laba bersih kuartal pertama 2008 ini mencapai 80% dari laba bersih sepanjang 2007 sebesar Rp207 miliar.
"Membaiknya harga jual CPO berdampak sangat signifikan terhadap perolehan penjualan perusahaan sepanjang kuartal I tahun ini," kata Dirut PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BSP) Ambono Janurianto kepada wartawan sore ini di Jakarta.
Dia menambahkan perusahaan memiliki lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 88.042 ha sepanjang 2007 dan pada 2011 ditargetkan sudah memiliki 200.000 ha.
Sepanjang 2007, perusahaan sudah mengakuisisi tiga perkebunan sawit yakni PT Sumbertama Nusapertiwi, PT Grahadura Leidongprima di Sumatera Utara dan anak perusahaannya PT Guntung Idamannusa di Riau.
Pendapatan dari CPO, belum termasuk palm kernel, sepanjang kuartal I 2008 naik 212% menjadi Rp429 miliar dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu Rp138 miliar. Pendapatan dari palm kernel juga melonjak 301% menjadi Rp61 miliar dari Rp15 miliar. Total pendapatan dari minyak kelapa sawit menjadi Rp490 miliar atau naik 220% dari Rp153 miliar.
Sumber pendapatan BSP lainnya berasal dari penjualan karet yang juga tercatat naik 69% menjadi Rp188 miliar dari Rp111 miliar.
CPO berkontribusi 72% dari total penjualan perusahaan sepanjang kuartal I 2008.
Ambono menambahkan perusahaan optimistis bahwa prospek bisnis dalam beberapa tahun ke depan sangat cerah. Disamping kinerja keuangan yang sangat positif dan dapat merefleksikan prospek kinerja ke depan.
Di sisi lain, lanjut dia, semua program akuisisi yang telah direncanakan perseroan sejak beberapa tahun lalu berhasil dilakukan sehingga diyakini akan memberikan prospek bisnis yang sangat cerah.
"Target ekspansi perseroan bahkan tercapai lebih cepat dari yang direncanakan. Ini tentunya memberikan nilai yang sangat positif bagi kinerja perusahaan pada masa mendatang," tutur Ambono.
bisnis.com
Berita Lain
- Pemkab Simeuleu minta izin prinsip 5.000 Ha
- Thailand batal bentuk kartel beras
- Walhi nilai Kepmen Kelautan langkah mundur
- Menhut yakin Jawa jadi sentra jati 2014
- Laba bersih Bakrie Sumatera meroket 794%