Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis
Senin, 25/08/2008 19:06 WIB
Power Treasure naikkan produksi padi 10%
oleh : Natalina Kasih Wasiyati
SEMARANG (Bisnis.com): Pemanfaatan mesin Power Treasure diperkirakan mampu meningkatkan produksi padi sekitar 10% sehingga untuk peningkatan produksi padi belum memerlukan perluasan lahan.
Dirut Perum Bulog Bulog Mustafa Abu Bakar mengatakan stok beras nasional saat ini sebesar 1,9 juta ton dan mampu mencukupi kebutuhan hingga enam bulan. Menurut dia, bila petani mampu mengurangi susut atau hilangnya gabah pascapanen, otomatis akan menambah stok menjadi 1,65 juta ton.
"Mesin baru buatan Pura ini mampu mengurangi susut gabah sekitar 5%, dan ini sangat menguntungkan petani,” katanya hari ini.
Dia menambahkan jika produksi padi meningkat 10%, diperkirakan hingga akhir tahun Bulog mampu menyerap beras petani sebesar 3,3 juta ton dengan asumsi rata-rata perbulan 300.000 ton. Dengan demikian, stok beras akan menjadi lebih aman sehingga untuk memenuhi kebutuhan pada 2009 pemerintah tidak perlu melakukan impor beras.
"Saya berharap tahun ini tidak ada impor beras, bahkan 2009 nanti Indonesia sudah mampu melakukan ekspor beras,” tuturnya.
Mustafa menjelaskan hasil pengadaan beras Bulog tahun lalu sebesar 2,2 juta ton, stok ini untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat miskin yang mengalami peningkatan. Hal ini seiring peningkatan jumlah masyarakat miskin yang kini naik menjadi 19,1 juta. "Selain peningkatan jumlah rumah tangga miskin, besaran penyaluran raskin juga naik dari 10 kg per rumah tangga miskin (RTM) menjadi 15 kg per RTM,” tuturnya.
Dia menyatakan menghadapi bulan Puasa dan Lebaran stok beras nasional tidak ada masalah. Dia menjamin harga beras tetap stabil.
Hari Syahdan, Ka Divre Perum Bulog Jateng, mengatakan pengadaan beras/gabah sesuai HPP di Jateng sudah mencapai 419.000 ton, sedangkan non-HPP 137.000 sehingga total pengadaan mencapai 556.000 ton.
"Jumlah saat ini mencapai 377.293,65 ton dan mampu mencukupi kebutuhan hingga April 2009," ujarnya.
Ketua Kotak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jateng Siti Zamroh mengatakan luas lahan kelompok tani yang menjadi mitra Bulog hingga saat ini sekitar 164 hektare. "Jumlah kelompok tani yang menggarap lahan tersebut tujuh kelompok,” tukasnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Stok kayu tak terserap industri 15 juta m3
- Pengusaha hutan diminta rehabilitasi hutan
- Peserta lelang hutan alam masih bisa ajukan izin
- Pengawasan distribusi pupuk ditingkatkan
- Deptan jajaki kerja sama dengan BRI