Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis
Selasa, 26/08/2008 15:55 WIB
Dana talangan gula terancam macet
oleh : Fahmi Achmad
JAKARTA (bisnis.com): Harga gula pada level produsen yang rendah berpotensi membuat dana talangan gula dari distributor dan pedagang kepada para petani tebu terancam macet.
Dana talangan selama ini diberikan pihak investor yakni kalangan distributor atau pedagang yang telah terbiasa membeli gula petani. Mereka bekerja-sama dengan pihak perusahaan gula yang induk sejumlah pabrik gula (PG).
Adig Suwandi, Sekretaris Perusahaan PTPN XI, mengatakan besarnya dana talangan untuk giling 2008 mengacu harga pokok penyanggaan yang ditetapkan pemerintah Rp5.000 per kg. Dalam kesepakatan ditentukan harga gula mengacu mekanisme pasar dengan ketentuan bila harga riil lebih rendah dibanding harga pokok penyanggaan, risiko diambil alih investor.
Namun, ujarnya, bila harga riil lebih tinggi, kelebihannya dibagi secara proporsional antara petani dan investor dengan formula profit sharing masing-masing sebesar 70% dan 30%.
"Persoalan muncul ketika harga gula sejak 2 bulan terakhir berada di bawah Rp5.000, bahkan untuk saat ini hanya berkisar Rp4.910-Rp4.925. Kalau kondisi ini dibiarkan berlanjut, pasti investor akan menanggung kerugian besar," katanya dalam surat elektronik siang ini.
Menurut dia, kondisi industri bertambah buruk menyusul macetnya aliran gula dari sejumlah daerah akibat maraknya gula rafinasi yang diperdagangkan sebagai gula konsumsi. Gula rafinasi hanya untuk bahan baku industri makanan dan minuman.
Adig mengatakan ada dua sumber utama gula rafinasi yang merembes ke pasar sehingga menjadi kompetitor tidak sehat terhadap gula lokal, yakni produk dalam negeri berbahan baku raw sugar impor dan impor langsung oleh kalangan industri makanan/minuman.
Jumlah gula rafinasi yang beredar di Indonesia sekitar 2,2 juta ton per tahun, terdiri dari 1,6 juta ton produksi dalam negeri dan 600.000 ton impor langsung. Kebutuhan gula rafinasi untuk industri sendiri diperkirakan hanya 800.000 ton.
Penyedia dana talangan untuk petani tebu binaan 16 PG di lingkungan PTPN XI adalah PT Mitra Tani Sejahtera, PT Bimacitra dan PT Bina Arta Niaga. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Stok kayu tak terserap industri 15 juta m3
- Pengusaha hutan diminta rehabilitasi hutan
- Peserta lelang hutan alam masih bisa ajukan izin
- Pengawasan distribusi pupuk ditingkatkan
- Deptan jajaki kerja sama dengan BRI