Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Agribisnis


Selasa, 26/08/2008 16:09 WIB

Konsorsium PG Banyuwangi terbentuk

oleh : Fahmi Achmad


JAKARTA (bisnis): Sebuah konsorsium yang terdiri dari sejumlah perusahaan dan asosiasi gula dan bertugas menangani pembangunan dan pengelolaan pabrik gula (PG) baru di Kabupaten Banyuwangi akhirnya terbentuk.

Konsorsium terdiri dari PT Mitra Tani Sejahtera, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), PT PTPN XI, PTPN XII, dan Perum Perhutani. Kelimanya sepakat mewujudkan pembangunan PG yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Banyuwangi dalam waktu dekat.

Adig Suwandi, Sekretaris Perusahaan PTPN XI, mengatakan penandatanganan dilakukan kelima pimpinan perusahaan/institusi dan PT Bank Rakyat Rakyat Indonesia di hadapan Meneg BUMN Sofyan A. Djalil di Surabaya pada 19 Agustus.

Pembangunan PG di Kabupaten Banyuwangi untuk tahap awal direncanakan berkapasitas 4.000 ton tebu sehari (tth), namun tidak tertutup kemungkinan dikembangkan ke arah 10.000 tth.

Dia menyebutkan PG baru juga didesain menjadi salah satu industri terpadu dengan pengertian tidak hanya menghasilkan gula, namun juga produk lain yang merupakan derivatnya. Pada tahap awal, diperlukan lahan sekurangnya 10.000 ha, terdiri dari 5.000-6.000 ha lahan milik sendiri atau yang dikuasai langsung PG dan sisanya bisa berupa tebu rakyat yang diusahakan para petani sekitar.

Adig mengungkapkan dari PG baru diharapkan ada tambahan produksi gula 80.000-100.000 ton per tahun. Potensi lahan dan agroekosistem Banyuwangi sangat mendukung perwujudan keunggulan kompetitif PG.

Adanya PG di kawasan Banyuwangi memungkinkan petani memiliki lebih banyak alternatif dalam berusahatani tebu. Selain itu, keberadaan proyek juga dapat menopang percepatan peningkatan produksi gula nasional.

Dari PG ini diharapkan terserap setidaknya 1.000 orang tenaga kerja yang bekerja di pabrik. Jumlah pekerja bertambah banyak bila dihitung mereka yang bekerja di kebun tebu, baik untuk kegiatan budidaya tanaman maupun tebang-angkut.

"Persoalan yang masih menyelimuti pembangunan PG antara lain tersedianya lahan yang bakal dikelola langsung PG seluas 5.000-6.000 hektar. Keterlibatan PTPN XII diharapkan dapat mempercepat penyediaan lahan dimaksud," ujar Adig. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Cargill siap serap 100.000 ton kakao
  • Cargill bangun kebun contoh kakao
  • Luxemburg incar kebun karet RI
  • Victoria komitmen beri hibah US$350 juta
  • Belanda bantu atasi kampanye negatif sawit
  • Yudhoyono panen padi rekayasa di Sukabumi
  • Pengusaha kayu dukung kebijakan insentif
  • Nelayan sesalkan lambatnya pencairan subsidi BBM
  • Pasar Induk jaga pasokan beras 20.000 ton

Komentar

Beri Komentar